
Cenayang adalah orang-orang yang memiliki kemampuan khusus yang dapat berhubungan dengan mahluk gaib. Kemampuan cenayang adalah untuk mendapatkan energi, informasi di dalam kesadarannya.dengan mendapatkan informasi, energi atau kekuatan yang telah ia peroleh dapat ia manfaatkan dengan baik, dan terkadang ada yang menggunakan kemampuan tersebut untuk mengusir mahluk-mahluk gaib yang mengganggu. Terkadang mereka di sebut juga dengan nama paranormal.
Prita menjelaskan kepada mereka semua yang dia tahu mengenai orang-orang dengan kemampuan cenayang. Yang sebenarnya secara tidak langsung dapat merusak keseimbangan.
0rira menambahkan, "Jika para cenayang ini atau yang biasa di sebut paranormal itu melakukan kegiatan yang mereka sebut dengan pemusnahan, mereka benar-benar tidak memusnakannya melainkan mengusirnya dari tempat aamg hantu itu bernaung. Contohnya jika saja nenek Nadin yang coba dia gunakan untuk ritual pemusnahan, nenek Nadin tidak benar-benar musnah, melainkan Nenek Nadin akan menjadi hantu gentayangan yang tidak tahu arah pulang dan itu akan menyebabkan nenek Nadin menjadi hantu yang suka mengganggu orang-orang yang dia temui dan akan melupakan jatu dirinya."
Adit dan yang lainnya menyimak penjelasan Prita dengan baik tapi tidak dengan Adi dan Rian yang sedikit pusing mendengar penjelasan dari Prita dengan Adi yang tersenyum aneh dan Rian dengan tata0an kosongnya.
Prita kembali menjelaskan dengan berkata, "Ada berbagai cara hantu bisa menjadi hantu gentayangan yang mengganggu orang-orang. Pertama karena ritual penyucian yang di lakukan para cenayang atau paranormal, kedua hantu itu sendiri yang mencoba meminta tolong kepada manusia dengan cara mengganggunya, karena merasa senang dengan mengganggu manusia itu juga dapat menghilangkan jatu diri dan melupakan tujuan sebelumnya."
Tika sangat terkesan dengan penjelasan dari Prita. Prita juga memberitahukan kepada Tika jika saja dia sama seperti Rian yang juga seorang indigo. Prita juga menjelaskan jika indigo itu mungkin kebalikan dari cenayang atau paranormal karena indigo hanya bisa melihat merasakan dan berinteraksi dengan para hantu. Indigo juga tidak bisa menggunakan energi seperti para cenayang atau paranormal.
Dengan mata berbinar-binar Tika sangat terkesan kagum kepada Prita tidak lupa juga Prita memperingatkan kepada mereka untuk tetap berhati-hati. Karena jika Johan atau para cenayang yang lainnya memiliki sebuah benda dari nenek Nadin mereka akan menggunakannya untuk ritual pemusnahan atau penyucian .
"Contohnya seperti liontin Nadin dan juga gelang Adit yang sekarang tidak ia kenakan. Jika kedua benda itu di gunakankan untuk ritualnya maka mereka tidak akan lagi bisa kembali , mungkin saja bisa tapi itu akan sulit si lakukan." Ucap Prita dan pergi setelahnya.
Kepikiran dengan perkataan Prita barusan mereka mencoba untuk membuat rencana pencegahan agar Johan tidak berusaha melakukan hal tersebut seperti yang di katakan Prita sebelumnya.
Tika mengusulkan untuk sementara waktu liontin itu tidak ia kenakan, tapi Nadin menolak karena itu satu-satu peninggalan dari neneknya. Nenek Nadin tidak keberatan dengan usulan Tika yang dia sampaikan kepada Adit tapi tetap saja Nadin bersikeras untuk menolaknya karena jika Nadin tidak memakainya dia akan merasa kesepian dan tanpa arah.
Adi yang dengan semangatnya mengatakan, "Siapa bilang kau sendirian akan ada kami di sini selalu menemanimu!"
Begitu juga dengan yang lainnya untuk membuat Nadin tetap salaou bersama se0erti kata Adi. Tetapi Nadin Masi belum bisa melakukan itu. Adit menengahi permasalahan tersebut agar membiarkan Nadin tetap seperti itu dan mereka sebagai temannya akan mencoba melindunginya. Perkataan Adit membuat Nadin menjadi lebih tenang dengan tersenyum dan berterimakasih.
Adi yang melihat ekspresi wajah Nadin langsung berbisik, "Adit akan selalu menjagamu."
Mendengar bisikan Adi yang menggodanya membuat muka Nadin memerah dan memukul-mukuli Adi yang sudah membuatnya malu.
Adi tertawa dengan kerasnya dan Tika yang melihat tingkah lucu Nadin langsung memeluknya, di sertai dengan tawa mereka saat ini dan Rian yang menahan dirinya untuk ikut tertawa.
Dari kejauhan seseorang melihat mereka bersenang-senang sangat kesal dan marah. Itu adalah Coki yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan tanpa Johan yang menemaninya.
Coki yang sangat kesal melihat mereka tiba-tiba di hampiri oleh Johan dengan banyak makanan di pegangnya. Melihat Jihan yang datang seperti itu membuat Coki semakin kesal.
"Bis kita makan dulu aku lapar!" Ucap Jihan menghampiri Coki dengan makanan yang masih berada dalam mulutnya.
"Dari mana saja kau bodoh?" Kata Coki kesal melihat Jihan.
"Aku habis dari kantin bis!"
"Maaf Bos, tapi aku belum makan sejak tadi," sembari menelan makanan.
"Ahhh! Dasar tidak berguna!" Ucap coki dengan kesal sembari meninggalkan tempat itu.
"Bis kau mau kemana tunggu aku!"
"Aku akan kembali ke kelas, San kau habiskan makananmu itu sebelum kembali ke kelas dan kau jangan dekati aku jika kau belum menghabiskannya!"
Coki dan Jihan yang beranjak pergi dari tempat itu dengan Coki yang sangat kesal. Berbeda dengan Adit dan teman-temannya yang sedang bersenda gurau saat itu.
"Rian haniskan bekalmu sebentar lagi pelajaran berikutnya akan segera di mulai," ucap Adi.
Di tengah-rengah pembicaraan mereka, ada 2 orang yang datang menghampiri mereka dan menyapa mereka sembari tersenyum. Itu adalah Vian dan Adel yang mencari Ica karena ada urusan kelas yang belum ia selesaikan.
Ica sampai lupa dengan tugasnya itu karena segera menuju kelas Adit saat mendapatkan pesan dari Nadin.
Nadin yang mengetahui itu meminta maaf dengar sangat menyesal karena ulahnya, Ica dan Tika harus datang.
Ica dan Tika tidak memberitahukan kepada Nadin untuk tidak perlu merasa bersalah karenanya. Tika dengan senyumnya mengatakan kalau mereka ini adala teman.
"Tidak perlu merasa bersalah seperti itu, kita ini kan adalah teman.*
"Jika saja kamu tidak mengirim pesan di grup chat, aku dan Tika akan merasa bersalah jika sesuatu yang buruk terjadi kepadamu."
Mendengar perkataan dari Ica dan Tika membuat Nadin merasa lebih baik dan berterimakasih untuk itu. Mendengar kata grup Vian bertanya tentang grup yang mereka bentuk.
"Grup?! Apa kalian membuat sebuah grup?" Tanya Vian dengan rasa ingin tahu.
"Ya, kamu membuat sebuah grup bersama," jawab Tika.
Setelah mengetahuinya Vian terlihat tampak senang mendengarnya. Si salam lubuk hatinya dia juga menginginkan untuk bisa bergabung bersama mereka. Tanpa berfikir panjang Vian ingin mengatakan kalau apa dia juga bisa ikut bergabung dengan mereka.
Tapi sebelum kata-kata itu keluar dari mulutnya, Adel langsung menghentikannya dengan memegangi sudut lengan bajunya dengan sedikit menariknya. Melihat wajah Adel, Vian pun menghentikan niatnya.
Itu membuat Ica yang melihatnya menjadi sedikit curiga dan penasaran mengenai mereka berdu