Ghost In Kos

Ghost In Kos
Maaf Dan Terimakasih



Raut wajah indah yang berubah jadi kesal mendengar perkataan Adit, langsung memegangi wajahnya dan menarik mulut Adit yang teriak terkejut.


"Aduh!! Aduh!!, Ampun..."


"Hmmm! Rasakan itu!"


"Iya!, Iya!! Maaf kan aku, habisnya kau melihat ku seperti itu dari atas membuat ku terkejut."


Dengan kesal indah memalingkan wajahnya dari Adit dan beranjak dari tempat tidurnya.


Melihat indah yang sudah beranjak dan melangkahi Adit yang masi di lantai, membuka handphonenya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat sepuluh menit.


"Astaga!, Aku telat!"


Bergegas mengambil handuk nya dan memasuki kamar mandi, indah yang melihatnya terburu buru segera membantunya untuk merapikan tempat tidur dan menyiapkan seragam dan perlengkapan sekolahnya.


Indah juga ingin menyiapkan sarapan untuknya, tapi karena tidak ada persediaan makanan indah pun meng-urungkan niatnya, bahkan air di galon pun rasanya aneh karena sudah berbulan bulan


Menunggu Adit yang sedang mandi indah yang duduk di pinggiran tempat tidur, sembari melihat gelang yang di pegang ya berencana ingin memberikannya kepada Adit, sebagai ucapan maaf dan terimakasihnya kepada Adit.


Tetapi indah yang melihat Adit yang telah selesai dari mandinya dan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, terkejut dan berteriak kepadanya.


Adit yang juga ikutan terkejut berteriak, melihat indah yang juga teriak.


"Pake baju mu!, Dasar kau mesum!". Sembari melemparkan bantal ke arah Adit.


Adit yang tersadar kalau dia lupa membawa baju karena terburu buru tadi, langsung mengambil baju dan celananya dan kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Maafkan aku!?, Aku terburu buru sehingga lupa membawa pakaian ku!" Teriak Adit dari dalam kamar mandi, sembari mengenakan pakaiannya.


[Tok! Tok! Tok!]


Suara ketukan pintu berkali kali yang sangat kencang terdengar dari luar kamar.


"Dit! Adit!, Kau sudah bangun belum kita berangkat bareng ke sekolah"


Ketukan pintu yang sangat kencang itu dan teriakn yang memanggil nama Adit berasal dari Adi, yang mengarah kalau Adit masih  tertidur dan dengan caranya seperti itu berharap Adit terbangun.


Tetapi indah yang mendengar itu  sangat risih dengan kelakuan Adi, dan bergegas membukakan pintunya walaupun adit sudah mengatakan untuk sabar menunggu tapi suaranya tidak sampai ke telinga Adi yang menggedor Fedor pintu kamarnya sembari berteriak memanggil nama Adit.


Suara kunci pertanda pintu akan di buka,Adi yang masi meng gedor pintu kamar Adit seketika berhenti, dengan senyum di wajahnya berharap Adit yang membuka pintu tetapi yang di lihatnya! Pintu itu terbuka dengan sendirinya, melihat tidak ada siapapun di sana seketika raut wajah Adi yang tadinya tersenyum semangat, berubah menjadi takut dan sedikit terkejut!.


Raut wajah yang berubah itu, memperhatikan seisi ruangan, melihat seragam dan perlengkapan sekolah dari Adit yang terletak di atas tempat tidur, Masi terheran dan berusaha memproses apa yang telah terjadi?, Indah yang masi berada di samping pintu kesal melihat Adi yang hanya pelanga pelongo memperhatikan seisi ruangan, meneriakinya.


"Woy!, Mau masuk tidak malah bengong!"


Bagi Adit ucapan indah tersebut terdengar seperti suara bisikan tawa yang menyeramkan di telinganya.


Bulu kuduk yang berdiri,Adi langsung lari terbirit birit meninggalkan kamar Adit dan berteriak mengatakan kalau ada hantu di kamar kos nya Adit.


Adit yang mendengar teriakan Adi langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi. Adit yang sedang melihat indah membuka pintu tahu apa yang sebenarnya telah terjadi kepada Adi.


"Sepertinya dia akan trauma untuk naik ke atas sini" ucap Adit dengan menghelai nafasnya.


"Ada apa dengan teman mu itu!?, Di bukakan pintu malah kabur!"


Sepertinya indah Masi belum menyadari apa yang terjadi barusan, Adit pun mencoba menjawab dan menjelaskan apa yang terjadi barusan sembari bersiap memakai seragamnya!.


"Dia seperti itu karena melihat tidak ada siapapun tapi, pintu yang terkunci bisa terbuka dengan sendirinya."


"Wah! Teman mu itu meledekku yah? Akan ku beri dia pelajaran nanti!"


Mendengar perkataan indah Adit sekali lagi menghelai nafasnya.


"Dia yang tidak sopan! Akan aku sudah membukakannya pintu!?"


"Walaupun Kau membukakan pintu untuknya dia tidak dapat melihatmu, kecuali kau menampakkan diri mu di hadapannya!"


Inda hanya terdiam mendengar perkataan Adit karena indah tidak memahaminya.indah lupa kalau sekarang dirinya adalah sesosok hantu.


"Sudahlah aku mau berangkat ke sekolah, kamu jaga kamar, entar kalau pulang nanti ku belikan bakso!"


"Betulkah itu?" Jawab indah dengan tatapan matah bahagia.


"Tunggu sebentar! Aku ingin memberikan mu sesuatu sebagai permintaan maafku dan terimakasihku."


Di berikannya gelang itu kepada Adit, dan Adit yang melihat gelang itu Masi merasa bingung.


"Bukannya kemarin kau tidak ingin aku memegangnya karena itu benda berhargamu?"


"Kau mau terima atau tidak? Dasar kau banyak tanya!" Ucap indah sangat kesal.


"Kau ingin memberi tapi kau malah marah, niat kasih tidak sih?"


"Ya sudah kalau begitu ambil saja!"


"Iya, iya, akan ku pakai sekarang!"


Dengan melangkah keluar, Adit berpamitan kepada indah sembari memakai gelang pemberian dari indah. Indah yang melihatnya tersenyum melihat gelang itu melingkar di pergelangan tangan Adit.


Sementara itu di waktu yang bersamaan, Adi yang berlari menjauh dari kamar Adit dan berteriak, di lihat oleh Nadin dan Ica yang sedang menunggu di halaman kos, terheran dengan apa yang di lakukan oleh Adi.


Dengan raut wajah yang ketakutan, asi berteriak kepada Ica dan Nadin sembari menuruni tangga dengan melangkahi beberapa anak tangga di setiap langkahnya.


"Ica...!, Pintu kamar Adit terbuka!"


Ica yang masi tidak paham bertanya kepada Adi yang sedang berlari ke arahnya.


"Kenapa dengan pintu kamar Adit?"


"Pintu kamar Adit terbuka!* Ucap Adi yang masi ketakutan dan panik di hadapan Ica dan Nadin.


"Kenapa kalau pintu kamar Adit terbuka? Trus aditnya mana?" Tanya Ica yang masi tidak paham dengan maksud Adi.


"Le.. lebih baik kamu tenangkan di.. siri mu dulu." Ucap Nadin melihat Adi.


"Pintu kamar Adit terbuka sendiri, tapi aditnya tidak ada!?"


Nadin yang menoleh ke arah atas tempat kamar Adit berada, melihat Adit yang baru saja keluar dan menutup pintu kamarnya, dan melihat ke arah mereka bertiga dengan senyum sembari melambaikan tangannya.


Nadin yang melihatnya juga membalas senyum dan lambaian tangan Adit, dan memberitahukannya kepada mereka berdua.


"I.. itu Adit sebentar lagi di.. dia menghampiri kita."


Ica yang juga melihatnya setelah Nadin memberi tahukan nya, dengan lantang meneriakinya."


"Cepatlah kita sudah terlibat!"


Adit pun bergegas menemui mereka dengan senyumnya tapi Adi Masi tidak percaya apa yang sudah terjadi kepadanya dan dia tidak ingin menanyakannya kepada Adit  yang hanya tersenyum melihatnya.


Tetapi sedari tadi  ada epasang mata yang telah mengawasinya dari celah pintu kamar yang terbuka sedikit. Tatapan itu berasal dari kamar kosong enam,


"Dasar anak anak kampungan!"