
Keluak yang sedang asik berguling manja di atas karpet kamar Adit tidak memperdulikan sekitarnya, walau Nadin yang sudah berada di hadapannya sekalipun dihiraukannya dan tidak seperti biasanya Keluak akan berlari menghampiri Nadin setelah melihatnya.
Nadin sangat kesal melihat tingkah Keluak yang melupakannya, tatapan kekesalannya itu langsung di tujukan kepada Adit, dan mengatakan kalau dia cemburu kepada Adit yang may bermain di kamarnya. Berbeda saat si kamar Nadin, Keluak hanya mau bermain di luar kamar dan tidak betah berlama-lama di dalam kamar Nadin. Keluak hanya berada di dalam kamar Nadin jika dia ingin makan dan tidur saja.
Rasa seperti dijianati, tatapan kesal yang tertuju kepada Adit seketika berubah jadi tatapan kesedihan. Air mata yang tertahan di pelupuk matanya membuat Adit panik dan meminta maaf. Mencoba memberikan pengertian kepada Nadin tanpa Adit sadari, dia meraih kedua tangannya dan mengatakan untuk tidak bersedih.
Keluak yang sedang asik berguling-guling memanjakan dirinya, seketika langsung menghampiri Nadin yang dilihatnya sedang bersedih, sembari mengeong kepada Nadin.
Melihat itu, Nadin kemudian menghapus air matanya dan langsung menggendong Keluak dan mengatakan kalau Keluak adalah anak yang nakal karena telah membuatnya bersedih, sembari tersenyum bahagia.
Setelah masalah dengan Keluak telah selesai mereka berdua langsung segera turun menghampiri Adi dan Rian yang berada di bawah.
Rian sangat kesal melihat Keluak dengan santainya bermanja-manja di gendongan Nadin sementara dia harus pusing tidak karuan mencarinya. Mendengar keluhan Rian yang kesal, Adi tertawa mengejeknya dan di iringi suara Keluak yang mengeong bahagia.
Di selah-selah tawa, Adit bertanya kepada Nadin dengan berkata.
"Hari ini kita akan pergi ke mana, Nadin?"
Tanpa kata yang terbata-bata lagi, dengan malu Nadin menjawab dengan berkata.
"Aku ingin membeli kebutuhan selama sebulan dan beberapa juga untuk Keluak."
Adi memberitahukan kepada Nadin kalau saja selama 3 hari ini cara bicara Nadin sudah berubah tidak gugup dan terbata-bata lagi. Itu semua karena ada Keluak, dengan tekun Nadin merawat Keluak dan mengobati luka-lukanya membuat Nadin menjadi sedikit berubah, walaupun terkadang dia masi merasa malu jika berhadapan dan berbicara langsung dengan Adit.
Mendengar itu perkataan itu keluar dari mulut Adi, wajahnya memerah dan langsung memukul-mukul Adi, dan seperti biasanya Adi hanya tertawa dan Adit memintanya untuk berhenti menggoda Nadin.
Beberapa saat kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan Keluak yang di titipkan ke Rian untuk di jaga. Dengan kesal Rian memperingatkan kepada Keluak untuk tidak melakukan hal seperti barusan yang membuat Rian jadi kewalahan, Keluak hanya mengeong kepada Rian sambil mengusap wajahnya dengan satu tangannya.
Karena merasa sudah mengerti dengan perkataan Rian, Rian meminta Keluak untuk tetap diam di tempatnya dan akan membawanya semangkuk makanann kesukaannya. Tidak lama setelah Rian pergi, di dalam kamar Adit setelah 2 hari Indah membuka matanya.
Tidak mengingat dengan kejadian saat berada di ruang Kepala sekolah, Indah langsung bersedih dan mengingat kalau akubat kesalahannya saat di upacara penyambutan dan saat memukul wajah Coki, membuat Adit meninggalkannya. Indah sama sekali tidak mengingat Apa-apa tentang kejadian saat di ruang Kepala sekolah.
Dengan raut wajah yang sedih sembari memegang gelang yang dikenalannya, Indah kemudian menangis seperti saat-saat sebelum bertemu dengan Adit. Tanpa Indah sadari tangisannya itu membuat dia mengaktifkan kekuatannya dan membuat beberapa benda di kamar itu menjadi melayang. Sama seperti dulu, sebelum Indah mengenal Adit.
Tangisan yang di keluarkan Indah terdengar samapi lantai bawa, dan itu membuat Rian yang mendengarnya menjadi merinding ketakutan. Karena kamar Rian dan Adit sejajar itu membuat tangisan Indah sangat terdengar sampai di kamar Rian yang berada di bawahnya.
Karena tangisan Indah, membuat Rian selama ini selalu mengurung diri di kamarnya dan membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak beberapa waktu yang lalu. Setelah beberapa hari Rian sudah tidak mendengar tangisan itu, akhirnya dia mendengarnya kembali untuk pertama kalinya setelah beberapa hari belakangan.
Rian merinding ketakutan saat mendengar tangisan Indah. Uang dulu biasa dia dengar saat malam sekarang dia harus mendengarnya saat siang hari seperti ini. Walaupun Rian sudah mengetahui kalau itu tangisan dari Indah tapi tetap saja dia getarerinding ketakutan.
Berbeda dengan Nenek Nadin yang sudah terbiasa melihatnya, Rian sama sekali belum pernah ketemu Indah semenjak kejadian itu dan suara tangisannya itu membuat Rian menjadi trauma, mengingat betapa menakutkannya tatapanm Indah.
Berbeda dengan Keluak yang mendengar tangisan Indah, si Keluak langsung berlari menuju suara tangisan tersebut yang berada di lantai 2. Rian sangat terkejut setelah keluar dari kamarnya membawa semangkuk makanan untuknya dengan rasa takut yang berlebih, tapi mendapati Keluak yang berlari menuju lantai 2 membuatnya menjadi panik bukan main.
Dengan neredan rasa takutnya, Rian memberanikan diri naik ke lantai 2 menuju kamar Adit, berharap tidak ada kejadian buruk yang akanejimpanya. Sebelum Rian sampai ke lantai 2, dia mencoba untuk mengintip dan memastikan kalau situasi baik-baik saja. Setela mengintip dia mendapati Keluak yang berad di depan pintu kamar Adit sedang km enggaruk-ggaruk pintu kamar tersebut.
Panik melihatnya Rian memberanikan diri dan langsung berlari untuk membawa Keluak pergi. Indah yang mendengar kalau pintu kamarnya berbunyi segera menghampirinya dan berharap kalau itu adalah Adit. Pada saat pintu itu terbuka Rian yang sedang menunduk mengambil Keluak langsung terdiam kaku perlahan ke eluhat ada kaki yang melayang dan perlahan perlahan pandangannya naik sampai melihat wajah Indah yang pucat.
Rian yang rasa takutnya sudah diunun-unun langsung berteriak melihat Indah yang membuka pintu, dan tidak lama setelahnya berteriak ketakutan Rian seketika pingsan di saat itu juga, Keluaj yang berada di sana langsung menghampiri Indah dan menggosik-gosokkan badannya di kaki Indah.
Melihat seekor anak kucing Indah sangat senang dan langsung menggendongnya tanpa memperdulikan Rian yang pingsan di depannya. Menyadari kalau laki-laki yang pingsan di depannya itu tidak asing. Indah memperhatikan wajahnya dengan seksama dan mencoba mengingatnya.
Tidak lama kemudian Indah berhasil mengingat siapa lelaki yang pingsan itu, dia adalah teman sekelas Adit pikirnya seperti itu. Dengan sikap cuek Indah membiarkannya terbaring pingsan di depan kamarnya. Keluak yang langsung menghampiri Rian dan menggisakna kepalanya di wajah Rian sembari mengeong seikah-olah menyuruhnya untuk bangun.
Indah yang melihat apa yang di lakukan Keluak kepada Rian, berfikir kalau Rian adalah pemilik dari Keluak. Mengingat Adit yang dia pikirnya sudah pergi, membuat Indah mendapatkan ide untuk berteman dengan pemilik kucing itu. Dan dengan senang hati Indah menyert Rian yang pingsan itu masuk kedalam kamarnya dengan memegangi kedua kakinya.
Menyeretnya perlahan masuk ke dalam kamar dan seketika pintu kamar tertutup dengan rapat.