Get Married!

Get Married!
66. Bimbang



"Pak Anthony, sudah di beritahu kalau setengah jam nanti ada meeting di lantai tujuh?" Pak Hans menghampiri Anthony yang sedang berjalan keluar ruangan.


"Setengah jam lagi?" Anthony melirik jam yang melingkari pergelangan tangannya.


"Iya, Pak. Apa kita berangkat sekarang saja."


Anthony menggeleng. "Saya ada perlu sebentar. Silahkan bapak berangkat duluan."


Pak Hans mengangguk lalu pergi meninggalkan Anthony.


Anthony benar-benar lupa soal meeting tersebut. Tapi dia sudah ada janji untuk bertemu dengan Lukas terlebih dahulu. Jadi mau tidak mau dirinya harus menemui Lukas walaupun hanya sebentar.


Sementara itu, di ruang tunggu lobi Lukas masih terus berpikir bagaimana cara untuk memberitahu ke Alexa soal kejadian kemarin.


'Ayolah, lo bukan orang jahat.' Lukas berujar dalam hati.


Sejak tadi hatinya terus mendorong agar dia berkata jujur namun di sisi lain ada bisikan agar dia tidak mengatakan kejujuran tersebut ke Alexa. Lukas ingin berteriak kencang saat itu juga.


"Lukas?" suara Alexa membuyarkan lamunan Lukas.


"Ya?"


"Kenapa lo malah bengong?"


"Ah, nggak. Gue cuma ..." Ayo berkata jujur.


"Lukas!" Terdengar suara teriakan yang membuat baik Alexa dan Lukas langsung menoleh ke sumber suara.


Anthony melambai lalu mendekat ke ruang tunggu Lobi tersebut. "Loh, ada Alexa? Kalau gitu kamu gantiin kakak meeting dulu bisa nggak, Lex?" Pinta Anthony begitu sampai.


"Meeting? Sekarang?" Alexa memicing ke arah kakaknya.


"Ya iyalah sekarang. Aku ada perlu sama Lukas."


Alexa berdecak. "Dasar mentang-mentang yang jadi Bos kakak, jadi seenaknya."


Anthony terkekeh. "Ye, ngambek. Aku aduin ke Nicholas loh."


Mendengar nama Nicholas membuat pikiran Lukas semakin buyar. Apa yang harus dia lakukan?


"Alexa." Lukas menahan Alexa yang hendak pergi meninggalkan ruang tunggu itu.


Anthony dan Alexa menoleh secara bersamaan, menatap Lukas dengan tatapan bertanya. Hal tersebut malah membuat Lukas kembali urung untuk mengatakan yang sebenarnya ke Alexa.


"Ah, itu nanti kita ngobrol lagi ya." Lukas berusaha memasang senyum lebar seperti biasanya.


"Ogah!" Sahut Alexa dengan nada ketus seperti biasanya.


"Biasa aja kaleee."


"Bodo amat." Alexa langsung melenggang pergi begitu saja meninggalkan Lukas dan Anthony yang tengah terkekeh melihat kelakuan adiknya.


"Maafkan dia ya. Walaupun dia sudah dewasa dan memiliki suami tapi tingkahnya memang masih kekanakan." Anthony memandang Lukas yang hanya bisa membalasnya dengan tersenyum.


Benar.


Alexa sudah punya suami.


Kata-kata itu terus berputar di kepala Lukas.


Alexa menggeleng. "Nggak tahu, kak. Kepalaku pusing dan sedikit mual."


"Makanya kalau belum sembuh jangan kerja dulu."


"Habisnya nanti kalau di rumah aku bosan. Apalagi dari semalam aku lagi marahan sama Nicho. Jadi aku butuh kesibukan biar moodku balik lagi." Gerutu Alexa.


"Marahan? Perasaaan kamu sering banget sih marah sama suami kamu. Kualat loh, Lex." Ujar Anthony menasehati.


"Siapa yang bilang sering?!" Anthony hanya tertawa saat Alexa menatap tajam padanya. "Habisnya Nicho nggak ngertiin perasaanku, semalam kan aku pengen makan soto ayam tapi dia nggak mau beliin."


"Astaga." Anthony menepuk jidatnya sendiri. "Aku kalau jadi Nicholas juga ogah beliin. Lagian kamu aneh-aneh aja mana ada orang jualan soto malam hari."


"Ya makanya carilah biar tahu."


Anthony lalu menghembuskan nafas pelan. "Ya udah cari sekarang aja yuk sama kakak. Udah mau jam makan siang nih."


"Em, nggak mau. Sekarang aku nggak mau soto ayam tapi aku mau bebek penyet." Alexa menatap Anthony dengan wajah berbinar.


"Eh? Kamu kan baru aja kemarin sakit maag. Memangnya boleh makan pedas? Nanti sakit lagi aku yang di omelin suami kamu."


"Nggak apa-apa, nanti aku makan sambelnya dikit aja." Alexa langsung berdiri dan merangkul pundak kakaknya.


"Perasaan tadi muka kamu pucat sekarang udah segaran aja? Aneh." Anthony mengamati adiknya dengan tatapan heran.


"Ini karena aku mau makan bebek penyet. Udah yuk, aku udah ngiler loh kak." Alexa langsung menyeret Anthony keluar dari ruangan.


Mereka berencana untuk makan di warung bebek langganan mereka yang lokasinya tidak jauh dari kantor. Namun saat sampai di depan kantor langkah mereka langsung terhenti ketika melihat seseorang yang sepertinya memang sengaja menunggu mereka di sana.


"Kalian mau makan siang ya?"


.


.


.


.


.


TO BE CONTINUED....


##


Aku mau tamatin ini dulu, habis itu hiatus lagi dari NT.


Jadi maap ya kalau novel Crazy In Love belum bisa aku terusin.


Aku mau fokus nulis di lapak kuning soalnya karyaku yang


Sweet But Devil sama Crazy CEO With Kayla terlanjur kontrak di sana. Jadi harus aku utamakan!


Yang penasaran dengan cerita di sana bisa kok langsung aja meluncur ke nov*lme. Atau Follow IG ku untuk tanya info lebih lanjutnya. Okay.


Maachih.