Get Married!

Get Married!
12. HARI PERNIKAHAN TIBA



Happy reading !!


##


Siang ini di dalam sebuah kamar khusus Alexa duduk di depan cermin. Membiarkan 2 orang yang tak ia kenal memoles make up di wajahnya dan menata rambutnya.


"Papa sudah lihat Alexa belum?" Ucap Diana kepada suaminya yang bernama Charlie itu.


"Belum, Ma, ayo kita temui dia dulu." Jawab Charlie, lalu ia terlihat memanggil Anthony.


"Nanti kalo ada yang cari Papa, bilang Papa sedang sama Alexa, ya." Anthony hanya mengangguk lalu kembali menyapa beberapa rekan bisnisnya dan Papanya itu.


Diana dan Charlie memasuki kamar make up Alexa yang akan menyulap putrinya menjadi princess seharian nanti.


"Ya Tuhan... Papa, cepat ke sini! Lihat anak mu." Teriak Diana.


Alexa yang menyadari kedatangan Papa dan Mamanya hanya mengulas senyum kecil di wajahnya.


"Alexa sayang... kamu cantik sekali. Mama jadi terharu." Lalu Charlie terlihat merogoh saku jasnya dan memberikan sebuah sapu tangan untuk istrinya itu,


"terima kasih, Pa, hampir saja maskara Mama berantakan."


Alexa hanya terkekeh mendengar ucapan Mamanya itu.


"Sayang... Papa sangat bangga sama kamu. Anak gadis yang dulu selalu manja dan selalu minta papa gendong, kini ternyata sudah dewasa dan akan segera menikah."


Alexa tersenyum, padahal ini juga paksaan Papanya. Kalo saja tidak, dia pasti masih mau kok jadi anak yang selalu manja pada Papanya.


"Ma , Pa... Alexa akan tetap jadi anak Mama dan Papa, kan?" Ujar Alexa sambil memandang wajah kedua orang tuanya itu.


"Tentu sayang, sampai kapanpun kamu akan selalu jadi anak Mama dan Papa." Diana lalu memeluk Alexa dan Alexa hanya bisa membalasnya dengan pelukan yang tak kalah erat. Sedangkan Charlie, ia terlihat mengelus-elus pundak kepala anaknya itu.


"Bapak, ibu... Sebaiknya jangan bersedih-sedih di hari bahagia ini. Nanti make up nya luntur lho." Ucap seseorang yang tadi merias wajah Alexa.


"Anda benar." Sahut mama Alexa yang langsung melepas pelukannya


"Baiklah... sekarang saatnya memakai gaun."


Alexa hanya bisa menarik nafas secara dalam dan menahannya, setelah itu menghembuskan nya secara perlahan. Begitu terus sampai berulang kali.


Saat ini Alexa sudah siap dengan balutan gaun pengantin berwarna putihnya. Tak lupa sebuah buket bunga dan veil indah yang menghias penampilan nya. Ia berdiri menatap para tamu undangan yang tampak tengah menanti-nanti kehadiran dirinya. Rasa campur aduk itu tak kunjung hilang dan menyelimuti pikiran serta hatinya saat ini. Cemas, khawatir, takut serta nervous yang sejak tadi bersarang di benak Alexa.


Dan waktunya pun tiba. Semua tamu undangan berdiri bersiap menyambut kedatangan Alexa dengan Papanya.


"Pa... jangan buat Alexa jatuh, ya." Alexa menguatkan genggaman tangannya di lengan Papanya.


Charlie tampak tersenyum hangat.


"Iya sayang, papa gak akan biarin itu terjadi."



Alexa dan Papanya mulai melangkah, berjalan di antara kumpulan para tamu yang akan menyaksikan pernikahan Alexa hari ini. Alexa mencoba tersenyum membuang rasa campur aduk dalam dirinya.


Dan saat langkahnya mulai mendekati stage tempat dimana ia akan mengucap janji sucinya nanti, Alexa terkejut dengan penampilan Nicholas. Dari kejauhan terlihat Nicholas tersenyum menyambut kedatangan Alexa.


Nicholas tampak berbeda hari ini, dia berdiri dengan balutan Tuxedo hitam yang rapi. Hal tersebut mampu membuat Alexa tertegun bahkan tak bisa lepas menatap Nicholas. Tampan ... mungkin satu kata itu yang kini ada dalam pikiran Alexa.


Saat tiba di atas stage, Charlie lalu mengulurkan tangan Alexa ke Nicholas. Lalu kembali turun setelah mencium kening putrinya.


"Terima kasih, Pa." Ucap Alexa.


Alexa menatap Nicholas, begitupun juga Nicholas ia tak bisa berhenti memandang wajah Alexa.


"You're so beautiful." Kalimat itu keluar dari mulut Nicholas lagi dan tentunya membuat Alexa semakin bersemu.


Kemudian tamu undangan kembali duduk untuk menyaksikan ikrar cinta dari Nicholas dan Alexa pada saat ini.


Setelah prosesi itu berlangsung kini mereka saling bertukar cincin. Kemudian Alexa di kejutkan dengan Nicholas yang tiba-tiba mencium bibirnya di antara para tamu undangan yang tampak ikut berbahagia atas pernikahan mereka.


Jujur saja Alexa sangat tersentak, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa terdiam dan memejamkan matanya. Dan membiarkan semuanya cepat berlalu.


"Alexa... selamat ya, gak nyangka ternyata lo yang bakalan nikah duluan." Ucap Keysa sambil terkekeh.


"Haha... bener Key, tapi yang bikin gue takjub hari ini lo cantik banget." Mily memeluk Alexa.


"Apaan sih kalian, gue emang udah cantik dari sono nya kali."


Sementara di sisi lain Nicholas di hampiri oleh kedua temannya.


"Gila! si anying kawin juga, mana dapet yang kayak begitu." Nicholas menjitak kepala Eric dan berhasil membuat pria itu mengaduh


"Jangan lupa ****, persiapannya." Imbuh Mike tak kalah terbahak nya.


"Kalo kalian cuma mau bikin rusuh mending pergi aja dari sini." Ucap Nicholas santai.


Mereka bertiga memang sering bercanda. Tetapi untuk saat ini mungkin bukan saat yang tepat. Apalagi sejak tadi Nicholas selalu di hampiri teman Papanya maupun rekan bisnisnya untuk mengucap selamat.


"Ya ampun, Nich. Sensi amat si pengantin ini." Ledek Eric yang berhasil membuat mereka tertawa.


Acara pun terus berlanjut kini Alexa dan Nicholas sibuk menerima ucapan dan bersalaman dengan para tamu undangan.


Jujur saja bagi Alexa ini sudah sangat membosankan. Ia ingin cepat-cepat keluar dari sini dan melepas gaun yang membuatnya susah berjalan ini.


"Kapan sih selesainya?" tanya Alexa ke Nicholas di sela aktifitas mereka.


"Kenapa? kamu sudah gak sabar, ya?" Tanya Nicholas sambil tersenyum miring.


"Apaan sih, jangan ngomong sembarangan deh." Ucap Alexa sambil memukul lengan Nicholas, yang justru membuat Nicholas terkekeh.


Acara resepsi pun akhirnya selesai dan Alexa sudah mengganti gaunnya dengan dress untuk melanjutkan wedding party nya malam ini.


Benar-benar membuat dirinya semakin capek saja.


Ia harus berusaha tersenyum dan tampak bahagia di antara banyak orang. Padahal dalam lubuk hatinya ia ingin lari sejauh mungkin saat ini juga. Ia merasa sudah menangis dengan keras namun tak ada yang peduli.


Tiba-tiba terdengar suara microphone yang berisik. Alexa segera melarikan pandanganya menuju ke sumber suara dan ternyata itu adalah Anthony, kakak Alexa.


"Malam semuanya..." Ucap Anthony. Kemudian setelah berhasil mencuri perhatian semua orang, ia segera mengangkat gelas wine yang sudah ia bawa sejak tadi. Lalu semua tamu undangan mengikutinya.


Alexa hanya bisa menaikkan satu alisnya sembari menunggu apa yang akan kakaknya itu lakukan.


"Saya, sebagai kakak dari pengantin wanita yang sangat cantik pada malam hari ini, Alexandria Valeria Louis. Jujur... saya merasa sangat bangga mempunyai adik seperti dia. Adik kecil yang dulu selalu menganggu saya, kini tlah berubah menjadi dewasa. Dan tepat hari ini ia melangsungkan pernikahannya. Ya... walaupun sedikit kurang ajar karena mendahului saya." Seketika semua tamu tertawa mendengar ocehan Anthony.


Namun Alexa justru merasakan kedua matanya memanas, dan mungkin sebentar lagi siap untuk meneteskan air mata.


"Alexa... mungkin kakak belum menjadi kakak yang terbaik buat kamu. Tapi bagi kakak, kamu sudah menjadi adik yang sangat baik. Kakak tau kamu kuat, kamu hebat dan kamu bisa melakukan apapun yang datang menimpa kamu." Benar saja air mata Alexa menetes begitu saja setelah mendengar ucapan Anthony. Dan Nicholas yang melihatnya pun langsung mengelus punggung tangan Alexa dengan niat menenangkannya.


"Kakak hanya ingin berpesan untuk kamu, jaga selalu diri kamu. Jangan suka bersedih, jangan suka nangis-nangis lagi, ingat... sudah menikah. Kamu akan selalu menjadi adik tersayang kakak. Dan buat Nicholas... mungkin kamu belum tau kalo aku bisa menjadi pemangsa yang sangat kejam jika kamu ingin mencobanya." Semua tamu kembali tertawa lagi begitupun Nicholas, cowok yang kini sudah menjadi suami Alexa itu tertawa mendengar ucapan Anthony.


Akhirnya acara pun selesai tepat malam hari. Nicholas bersiap membawa barang-barang Alexa masuk ke dalam mobilnya.


"Alexa, jaga diri baik-baik ya." Ucap Diana sambil memeluk Alexa


"Maafin Papa, kalo Papa punya salah ya? Papa berharap ini yang terbaik untuk kamu." Imbuh Charlie dan kini mereka saling berpelukan.


"Ehem..." Suara Anthony mengagetkan mereka bertiga,


"kayaknya emang udah gak di anggap anak nih, mentang-mentang udah tua." Sindir Anthony yang justru mendapat sebuah cubitan dari Diana.


"Akhirnya sadar juga kalo tua." Ledek Alexa, lalu ia memeluk kakak nya itu,


"terima kasih ya, kak, udah jadi kakak yang terbaik untuk Alexa. Alexa sayang kakak."


"Iya, udah jangan nangis. Malu sama suami kamu. Hati-hati ya... jangan lupa kalo dia macam-macam bilang ke kakak." Bisik Anthony sambil terkekeh.


Lalu Alexa dan Nicholas pun masuk ke dalam mobil dan Nicholas mulai melajukan mobilnya.


"Kita mau kemana?" Tanya Alexa,


dan Nicholas hanya tersenyum sambil melirik Alexa.


"Nanti kamu juga tahu."


Alexa pun hanya mengerutkan dahinya dan menurut saja dengan Nicholas.



ini model gaun Alexa ya guys



dan ini dia penampilan baru Nicholas tambah ganteng kan. 😂