Get Married!

Get Married!
25. Ternyata Benar Cemburu



Happy reading !!


##


"Kenapa muka lo? gak ada bedanya banget sama jemuran tetangga gue." Ucap Keysa yang baru saja datang.


"Mulut lo tambah kampret ya, Key!" Sahut Alexa dengan nada kesal.


Tidak tahukah kedua temannya itu kalau saat ini Alexa masih merasa kesal. Bisa-bisanya malah menambah rasa kesal yang Alexa rasakan.


"Ye... ngaca dong!" Ujar Keysa tak terima.


"Udah, kenapa sih? lo juga kenapa sih Alexa ku?" Mily menyenggol lengan Alexa sambil nyengir.


"Gue tu sebel banget tau gak?! tadi gue ke kantor Nicholas, niatnya mau antar makanan."


"Eitss... stop dulu! Sejak kapan lo sibuk dengan hal kayak gitu? wah, bener-bener udah lope lope dia, Mil." Sahut Keysa memotong ucapan Alexa


"Helloo... gue belum selesai cerita, monyet!" Keysa dan Mily terkekeh lalu kembali mendengarkan cerita Alexa


"taunya pas gue sampe di kantornya. Gue lihat dia lagi pegang-pegang cewek lain. Anjay banget kan?"


"Terus apa masalah nya buat lo, sampe lo kesel gini?" Alexa seketika merasa kesusahan menelan ludahnya di todong dengan pertanyaan seperti itu dari mulut Keysa.


"Ya... ya gue kesel aja." ucapnya sambil menggaruk belakang telinga.


"Kesel apa cemburu?" Goda Mily di ikuti tawa Keysa.


Lagi-lagi kata cemburu yang Alexa dengarkan. Dan hal itu membuat Alexa semakin bingung dengan perasaannya.


"Kalian gak usah ngaco deh! Suka banget buat kesimpulan sendiri." Elak Alexa.


"Loh... kesimpulan kita ini berdasar bukti dan pernyataan yang keluar dari mulut lo. Sehingga, bisa kita rangkum dan kita simpulkan kalo akar masalah yang sebenarnya adalah lo cemburu." Jelas Keysa di akhiri dengan cengiran khas milik nya.


"Gila nih monyet! Kayaknya lo salah ambil jurusan deh. Lo lebih tepatnya ambil jurusan berbacotan, Key." Alexa tertawa di ikuti Mily yang juga tak tahan dengan ucapan Alexa.


"Bangke lo!" umpat Keysa


"Tapi bener deh, itu tuh namanya cemburu, Lex. Lo jangan nyangkal deh, gue sumpahin suami lo kepincut sama tu cewek ****** lo." Ucap Mily dengan nada meledek.


"Di jaga dong mulutnya. Gue tuker tambah baru tau rasa lo."


"Haha... ya ampun kampret satu ini. Tinggal ngomong cemburu doang ribetnya minta ampun." Keysa tertawa meledek ke arah Alexa


Jujur kalo Alexa pikir-pikir emang bener sih kalo dirinya memang cemburu. Coba aja kalo tadi itu dia gak mikirin gengsi nya di hadapan Nicholas udah kena tampol tu muka cewek tadi.


Mana Alexa belum lihat wajahnya lagi, kalo sampe lebih cantik dari dia bisa gawat. Bisa-bisa Nicholas kepincut lagi.


"Iya gue cemburu, puas kalian!" Ujar Alexa kemudian setelah bergelut dengan pikiran negatif nya,


tentu saja pernyataan Alexa mengundang tawa dari kedua teman nya itu.


#


Malam ini di sebuah Klub Nicholas tengah berada di salah satu ruangan VIP bersama kedua temannya yang sudah lama tak ia jumpai.


"Akhirnya man, kita bisa kumpul gini lagi. Gara-gara dia nikah nih kita udah jarang bisa begini." Ucap Eric sambil menunjuk Nicholas


"Lo alesan apa sama istri lo sampe bisa keluar begini." Imbuh Mike


Nicholas yang tengah menyalakan rokoknya pun masih diam hingga kepulan asap rokok itu keluar dari dalam hidungnya.


"Perlu kalian tau! kalo pun gue mau. Gue gak perlu pake alesan cuma buat keluar dan ketemu sama monyet kayak kalian."


Yah gara-gara keseringan berdebat dengan Alexa kini Nicholas jadi tertular bahasa monyet dari istrinya.


"Widih, emang nya lo udah berhasil gituan, ya, sampe betah banget di rumah." Ledek Mike.


"Yah, belum lah, Mike. Taruhan 5juta juga gue berani kalo ini orang belum bisa dapat jatah dari istrinya." Eric dan Mike tertawa kencang sampe memukul-mukul pahanya,


"bahkan hari ini aja gue nebaknya dia lagi gak beneran dengan istrinya. Makanya dia ngajak kita ke sini."


Nicholas hanya tersenyum miring dan berdecih lalu kembali menghisap batang rokoknya.


"Terserah! Mending sekarang kalian berdua keluar terus lihat ke sudut kanan bawah. Mungkin itu bisa buat mulut penuh bacot kalian itu bisa diam!"


Eric dan Mike awalnya tak mengerti dan hanya saling pandang. Namun kemudian mereka benar-benar keluar untuk memastikan omongan Nicholas. Sampainya di luar mereka berdua hanya bisa melotot lalu kembali lagi ke dalam sambil mengumpat.


"***** jadi lo ke sini berdua sama Alexa!" Umpat Eric.


"Gila, gak nyangka gue ****!" Imbuh Mike.


"gue yang ikutin dia ke sini."


"Anjay badas juga istri lo, udah punya suami masih berani main ke tempat beginian." Nicholas hanya bisa terkekeh mendengar ucapan Mike.


Lalu ia jadi teringat kembali saat Alexa berani mengacungkan 2jari tengahnya di hadapan dirinya langsung.


"Dih... si anjay mulai senyum-senyum sendiri." Ucap Eric yang tengah menghembuskan asap rokoknya.


Nicholas memilih untuk tak menggubris perkataan teman nya itu dan memilih untuk menghabiskan rokoknya.


Sebenarnya, sore tadi saat Nicholas pulang kerja entah ada angin dari mana tiba-tiba saja Alexa merengek minta ijin buat ke club malam ini bersama kedua teman nya. Memang Nicholas sempat melarang namun Alexa tetap saja merengek


"Nicho..." Panggil Alexa menghentikan langkah Nicholas yang hendak menaiki anak tangga


"aku mau ngomong."


"Suami pulang harusnya di cium dulu, di peluk terus di buatin minum baru ngomong. Pasti mau minta sesuatu kan?" Alexa mendelik, bisa-bisanya Nicholas berkata begitu jangan-jangan dia sudah bisa menebak juga isi kepalanya.


"Ye... biasanya juga enggak pernah cium sama peluk."


"Ya, itu karena kamu gak peka. Makanya mulai sekarang aku ajarin. Kalo suami pulang itu di cium." Nicholas hendak memajukan tubuhnya dan mencium bibir Alexa namun istrinya itu dengan cepat melengos.


"Gak! pokoknya aku mau ngomong dulu."


"Gak ada ngomong-ngomongan kalo belum di peluk sama cium dulu." Ucap Nicholas lalu pergi ke kamar begitu saja.


"Ish! suami kampret." Gumam Alexa, ia terpaksa harus menyusul Nicholas ke kamar.


Sampainya di kamar suaminya itu tengah melepas satu persatu kancing kemejanya. Tentu saja hal itu malah membuat Alexa gugup.


"Nicho, aku mau ke club sama temen-temenku." Nicholas menghentikan gerakan di kancing kemeja terakhirnya lalu menoleh ke arah Alexa dengan kondisi kancing kemeja nya yang sudah terbuka semua.


"Gak boleh, kamu udah punya suami. Kalo lupa." Ucap Nicholas santai.


"Hello... Aku masih kesal juga sama kamu, kalo kamu lupa." Eyel Alexa tak mau kalah.


Nicholas segera menatap Alexa dengan alis berkerut. "Jadi, gara-gara cemburu kamu mau pergi ke club gitu?"


"Iya." Alexa langsung melotot dan menggerakkan tangan nya ke kanan dan kiri, seolah ia baru saja sadar karena salah bicara,


"Gak! maksut aku, aku kan udah lama gak nongkrong sama temen-temenku."


Nicholas hanya bisa terkekeh dan berkacak pinggang ke arah Alexa,


"Kalau aku bilang enggak, ya enggak. Ngeyel ya jadi istri."


Entah kenapa tiba-tiba Alexa merasakan panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Apalagi saat ini ia menatap Nicholas dengan keadaan yang hampir shirtless itu. Sumpah demi apapun Alexa gak kuat sekarang, apalagi setelah kejadian di walk in closet kala itu.


"Gak mau Nicho. Pokoknya aku mau ke club sama teman-teman, please." Rengek Alexa, membuat Nicholas menaikkan satu alisnya dan berjalan mendekat ke arah Alexa.


"Gak boleh, sayang." Ucap Nicholas lembut.


"Boleh ya, please sekali aja, ya." Alexa memasang wajah memohon yang justru malah membuat Nicholas gemas.


"Ok! kalo kamu ngerengek terus, aku akan izinin kamy pergi. Tapi ada syaratnya." Dasar Nicholas slalu saja punya cara licik untuk membuat istrinya kesal,


"aku mau di peluk sama di cium dulu."


What? Alexa melongo menatap Nicholas. Bener-bener ya persyaratan Nicholas itu gak pernah jauh dari hal semacam itu.


"Gak mau".


"Ya udah kalo gak mau, gak ada club malam ini." Nicholas lalu membalikkan badannya. Namun tiba-tiba tangan Alexa menahan lengannya dan berhasil membuat Nicholas tersenyum penuh kemenangan.


"Nicho, please." Rengek Alexa pelan. Lalu dengan cepat ia memeluk tubuh Nicholas saat suaminya itu membalikkan tubuhnya.


Jantung Alexa berdebar kencang saat ia menempelkan tubuh dan juga wajahnya ke dada Nicholas. Apalagi saat lengan Nicholas membalas pelukan darinya. Kulit hangat Nicholas dapat ia rasakan menempel di wajahnya. Satu hal yang kemudian membuat Alexa merasa semakin nyaman dengan posisinya yaitu mendengar detak jantung Nicholas.


Kemudian Alexa mengangkat wajahnya dan menatap wajah Nicholas.


"Boleh ya?" Rengeknya sekali lagi dengan nada pelan.


Nicholas tak menjawabnya, namun dengan cepat ia langsung mendaratkan sebuah ciuman di bibir Alexa.


Makanya malam ini Nicholas harus berada di sini untuk memastikan bahwa istrinya itu baik-baik saja.


##


Jangan lupa ya Like dan Vote nya !!