Get Married!

Get Married!
10. Semakin dekat



Happy reading !!


##


Alexa duduk malas dengan menatap layar ponsel di tangannya. Ia menunggui kakaknya yang di suruh berbelanja oleh Mamanya.


Anthony turun dari tangga dengan pakaian casualnya. Kakak Alexa itu walaupun sudah berumur 35 tahun, namun tetap masih terlihat tampan dan keren.


"Gimana kalo kita ajak Nicholas juga, Lex?" Alexa seketika melotot menatap Anthony.


Yang benar saja, cuma belanja saja harus mengajak Nicholas. Yang ada mood Alexa nanti malah semakin buruk.


"Gak bisa." Jawab Alexa malas.


"Lho... kenapa? tinggal di telfon terus kita ketemuan aja di sana."


"Iya, masalah aku gak punya nomornya, kak. Sayang sekali anda kurang beruntung." Anthony mengerutkan dahinya menatap Alexa.


Calon pasangan suami istri macam apa mereka berdua? Sebentar lagi mereka mau menikah tapi sampai sekarang cuma sekedar nomor saja tak ada yang saling punya, haduh.


"Dasar aneh." Ucap Anthony sambil berjalan keluar rumah menuju mobilnya.


Di tengah perjalanan yang sedikit macet ini Alexa merasa sangat bosan dan lapar. Karena pagi tadi ia hanya sarapan roti dengan susu.


"Kak nanti makan dulu ya, laper nih." Rengek Alexa sambil meraih lengan Anthony yang sedang mengemudi.


"Ck, bawel!" Alexa mendengus mendengar jawaban Anthony.


Sampai di sebuah mall Alexa masih merengek, mengajak dan menarik tangan Anthony menuju ke salah satu tempat makanan cepat saji.


Tiba-tiba saja secara kebetulan Anthony melihat Nicholas yang sedang berjalan dari arah berlawanan.


"Nicholas!!" Teriak Anthony yang justru membuat Alexa kaget dan seketika mencari keberadaan nama yang di panggil oleh kakaknya.


Nicholas yang sudah berdiri di depan Anthony pun menyapanya .


"Gak nyangka ketemu disini, kalian cari apa?" Tanya Nicholas.


"Gue mau belanja, tapi ini anak ribut mau makan mulu." Alexa menatap tak terima ke arah kakaknya,


"lo sibuk gak?"


"Hm... gak sih, kebetulan gue juga mau cari makan."


"Bagus, kalo gitu lo temenin calon istri lo makan gih. Gue mau belanja dulu. ok." Anthony melepas paksa rangkulan lengan Alexa yang tepat berada tangannya. Lalu secepat kilat pergi meninggalkan mereka berdua.


"Dasar kakak sialan!" Umpat Alexa.


Nicholas yang mendengarnya hanya tersenyum kecil.


"Kamu mau makan apa?"


"Gak jadi, gak laper." Jawab Alexa sekenanya.


"Yakin? aku mau makan di situ. Kamu gak mau ikut." Kata Nicholas sembari menunjuk ke salah satu tempat makanan cepat saji.


Alexa hanya menggigit kecil bibir bawahnya. Bagaimanapun juga ia sudah sangat lapar. Kalo soal makanan Alexa memang tidak bisa menghindar.


Nicholas terlihat sudah berjalan duluan meninggalkan Alexa.


Hal tersebut membuat Alexa terpaksa harus berlari menyusul Nicholas.


"Katanya gak mau." Nada menyindir itu keluar dari mulut Nicholas.


"Kalo tadi emang gak mau, tapi sekarang mau." Alexa langsung mengatupkan kedua bibirnya rapat, tanpa berani melirik Nicholas.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya Nicholas. Alexa masih melihat-lihat menu yang tampak menggiurkan itu.


Ketika selesai memesan dan makanannya datang mereka terlihat tak begitu banyak bicara.


Hingga akhirnya harus Nicholas lagi yang memulai pembicaraan.


"Kamu umur berapa sih?"


Alexa menatap Nicholas sambil mengunyah makanannya.


"Tahun ini 23, kenapa? masih kecil kan, emang. Makanya aku tuh sebenarnya belum mau menikah. Apalagi sama kamu yang umurnya beda jauh dari aku." Jawab Alexa.


"Dari segi manapun kamu gak ada tampang kecil-kecilnya Alexa. Lagian gimana kamu bisa berpendapat kalo umur kita beda jauh." Ujar Nicholas sambil memperhatikan Alexa.


Alexa buru-buru mengambil minumanya sebelum ia tersedak.


"Aku baru 33 lho... Dan lagian aku gak mau jadi Om kamu. Jadi jangan panggil Om." Nicholas masih tertawa.


"sama aja kali, 10 tahun lho ini."


"Udahlah, apa arti sebuah umur sih, Lex."


"Lho... bagi ku itu penting. Nanti kemana-mana aku di kiranya sama kakakku lagi bukan suamiku." Sahut Alexa memotong perkataan Nicholas.


"Kamu lupa saat kita fitting baju kemarin? Madam Morena aja bilang kita serasi dan cocok."


Ucapan Nicholas berhasil membuat Alexa tersedak sampai terbatuk-batuk.


"Hati-hati dong, Lex." Nicholas menyodorkan minuman Alexa sambil mengusap punggung tangan Alexa.


Tentu saja Alexa seketika merasa gejolak aneh di dalam dadanya muncul kembali. Entah kenapa jantungnya makin berdetak keras. Lalu dengan cepat Alexa menarik tangannya dan pura-pura meminum sodanya.


"Makasih." Ucap Alexa pelan.


"Oh ya... kamu udah mulai skripsi ya?"


"Iya, aku tu bingung banget tau nggak? aku ngerasa belum ada persiapan, terus takut juga. Takut kalo nanti bakalan di revisi terus." Entah kenapa Alexa langsung menjawab dengan antusias pertanyaan Nicholas saat menanyakan masalah skripsinya.


"kamu yakin dong sama diri kamu sendiri, jangan stres biar cepat selesai."


"Eh..." Alexa menatap Nicholas dengan alis berkerut.


"Yang buat aku stres itu kamu, ya." Lanjut Alexa sekenanya.


"Aku?" Nicholas tersenyum. "Kalo begitu nanti aku harus rajin ngajak kamu liburan, dong."


Alexa benar-benar kalah telak kalo berbicara dengan Nicholas. Entah kenapa cowok itu selalu bisa menjawab perkataan Alexa.


"Yakin? aku gak mau lho... Kalo cuma di ajak liburan deket-deket sini. Aku maunya liburan yang jauh." Nicholas terlihat hanya menatap dan mendengar setiap ocehan Alexa.


"Terus, aku juga gak mau kalo cuma liburan sebentar aja. Jadinya gak sebanding dengan persiapan ku sebelum berangkat." Nicholas masih memerhatikan Alexa.


"Terus, kalo pulang... aku wajib dan harus beli sesuatu untuk diriku sendiri. Seperti sepatu, tas, baju, sandal dan keinginan itu kadang suka datang tiba-tiba tanpa bisa ku prediksi. Jadi, kalo pas aku pengen tapi barangnya gak ada. Pokoknya, bagaimanapun caranya aku harus tetep dapetin barang yang aku mau."


"Banyak maunya juga ya, kamu?" Kata Nicholas santai.


"Kenapa kamu gak sanggup?" Alexa tersenyum licik sambil menatap Nicholas.


Namun tanpa Alexa duga Nicholas tiba-tiba memajukan tubuhnya sembari menatapnya.


"I'll give, everything you want." Desis Nicholas yang mampu membuat Alexa terbelalak.


Nicholas memang pandai dalam hal mencuri hati dan menaklukan seorang wanita. Namun Nicholas sadar bahwa Alexa bukan wanita yang mudah untuk dia taklukan jadi dia harus berusaha lebih keras.


Dan entah kenapa diri Nicholas merasa menginginkan Alexa, dan merasa harus mendapatkannya.


Tiba-tiba Anthony datang menghampiri mereka, dan membawa sebuah kantong belanjaan yang penuh.


"Alexa kamu mau pulang sama kakak atau calon suami kamu?" Alexa langsung melotot ke arah kakaknya itu.


"Ya bareng kakak lah, perginya aja sama kakak kok."


"Tapi, aku juga gak keberatan kok nganterin kamu." Sahut Nicholas.


"Tuh... dengerin, di kasih calon suami perhatian gitu kurang apa coba? Tapi tunggu dulu gue mau tanya. Lo beneran gak punya nomor Alexa?"


Nicholas hanya mengangguk.


"Dasar, kalian jangan kayak anak kecil dong. Sekarang juga gue mau kalian tukeran nomor deh, apa-apaan kalian ini."


"Kalo cuma tukeran nomor doang nanti juga bisa kok ya kan, Nich." Ucap Alexa sambil menatap Nicholas. Ia berharap cowok itu ada di pihaknya.


"Gak boleh, sini pinjem hpnya." Anthony mengambil ponsel Alexa lalu memberikan ke Nicholas agar dia mencatat nomornya.


"Masak gini aja harus di ajarin, sih." Lanjut Anthony.


Ya dan sejak hari itu, mereka jadi semakin dekat menjelang hari pernikahan mereka. Bagaimana tidak Nicholas pasti hampir setiap hari akan mengirimi Alexa pesan. Walaupun hanya sekedar semangat maupun sapaan, dan walaupun jarang Alexa balas juga sih.


##


Akankah Alexa jatuh cinta dengan Nicholas??


Ikutin kelanjutannya terus ya...