
"Sayang, nanti sore aku ijin mau nge-gym sama temen-temen ya". Ucap Nicholas yang menghampiri Alexa di balkon rumah nya.
"Tumben?". Tanya Alexa
Pasalnya suaminya itu sejak mereka menikah baru kali ini minta ijin mau nge-gym. Sebenarnya sih Alexa gak kaget, melihat bentuk tubuh Nicholas yang atletis dan berotot itu pasti juga di dapat dari hasil workout.
"Iya nih, mumpung ada waktu sama temen. Lagian aku udah lama juga gak nge-gym". Jelas Nicholas. "Atau kamu mau ikut juga?".
"Hah?". Alexa mengernyit, apa kata kasur nya kalo kaum males bin rebahan seperti dirinya pergi ke gym. "Gak usah, ntar aku tambah seksi gimana?". Ujar Alexa nyeleneh
Nicholas menaikkan satu alisnya sambil tersenyum. Ada-ada saja alasan istrinya itu yang berhasil membuat nya heran.
"Eh tapi badan kamu juga udah bagus kok Lex, padahal kamu gak pernah olah raga". Nicholas mengamati bentuk tubuh Alexa dari atas sampai bawah, kemudian pandangan nya jatuh ke bagian dada nya. "Ini juga bisa besar dan kencang gini". Alexa mengerjap saat tangan suaminya itu meremas dadanya. "Yang ini juga bisa sintal gini". Nicholas menepuk pelan bokong Alexa.
"Ya inilah yang namanya kelebihan". Ujar Alexa dengan bangga. "Masih kurang buat kamu?".
"Emm.. Udah pas kok, gini aja aku udah suka banget. Apalagi kalo lebih". Nicholas kemudian merengkuh pinggang Alexa untuk mengikis jarak di antara mereka.
"Kalo lebih nanti banyak yang suka".
"Jangan dong, kamu kan milik ku". Nicholas meraih dagu Alexa lalu dengan cepat ******* bibir merah istrinya itu.
Alexa pun dengan senang hati menerima dan membalas lumatan dari Nicholas. Apalagi ketika Nicholas mulai menggigit kecil ujung bibirnya, Alexa dengan cepat membuka mulutnya untuk memberikan akses jalan bagi lidah suaminya itu. Ciuman itu kini makin dalam ketika lidah mereka saling membelit satu sama lain. Membuat deru nafas mereka semakin cepat untuk berebut oksigen.
Benar-benar pasangan yang saling memabukkan.
###
Di sebuah GYM ternama di kotanya, Nicholas bersama Eric dan juga Mike sudah berganti baju dan siap melakukan beberapa latihan untuk membentuk otot mereka.
Nicholas yang memakai celana pendek hitam dan kaos putih polosnya berjalan ke arah Treadmill untuk pemanasan sebelum melakukan workout yang lebih berat.
"Mike lihat tuh si anying, badan nya masih tetep ok banget padahal udah jarang nge-gym". Celetuk Eric sambil melirik Nicholas yang kini sudah bergelut dengan alat beratnya.
"Ya elo Ric kayak gak tau aja, dia kan olah raga nya sekarang di atas ranjang. Pasti rajin banget tuh tiap hari gak ada liburnya". Sahut Mike sambil terkekeh.
Nicholas yang sudah terbiasa jadi bahan pembicaraan kedua teman nya itu hanya tersenyum simpul, sambil terus melanjutkan kegiatan nya.
"woy anjing! diem aja dari tadi".
Nicholas menoleh ke arah Eric. "Terus gue harus ngapain? gue udah biasa denger bacotan gak berguna lo. Maklum lah hidup gue kan emang terlalu sempurna ketimbang hidup lo berdua".
Eric mendelik dengan tatapan jengah. "Nyesel gue Mike ngajak ngomong tuh orang, sekali ngomong pedesnya nglebihin mulut nitizen". Mike dan Nicholas terbahak dengan ucapan Eric.
"Sabar Ric, gak pa-pa hidup kita belum sempurna. ntar kalo udah sempurna tuh anjing pasti bakalan ngiri juga". Mike tertawa keras
"Sorry ya, iri dan dengki gak ada di kamus gue". Uhh mantap jiwa omonganmu bang Nich. "Gue mah terlalu sibuk bersyukur dengan apa yang gue miliki, jadi gak sempet buat mikir iri-irian".
Haduh, omongan Nicholas ini memang bener banget. Udah pasti kalo ada cewek yang denger auto klepek-klepek deh.
Nicholas lalu melepas kaos nya untuk mengelap keringat yang membanjiri pelipisnya. Dan juga untuk mengurangi panas yang kini menjalar ke tubuhnya akibat workout yang ia lakukan.
duh gue juga mau deh jadi kaosnya kalo gitu mah.
Makin terlihat jelas bentuk tubuh atletis Nicholas dalam keadaan shirtless seperti itu. Perut kotak-kotak nya serta lengan berototnya makin terlihat jelas seiring gerakan yang Nicholas lalukan.
Akhirnya mereka bertiga menghentikan aktifitasnya untuk istirahat sejenak.
"Berarti lo kurang push up di atas ranjang deh Ric". Ucap Nicholas yang membuat mereka semua tertawa.
Saat tengah asyik tertawa tiba-tiba saja ada seorang wanita yang menghampiri mereka bertiga. Bukan, sepertinya perempuan itu hanya ingin menghampiri Nicholas.
"Nicholas ya?". Tanya wanita itu sehingga membuat Nicholas menoleh.
Wanita itu sepertinya juga baru saja melakukan workout. Karna beberapa peluh yang masih terlihat di dahinya.
"Siapa ya?". Tanya Nicholas sambil memperhatikan wanita yang ada di depan nya itu.
Wanita dengan bentuk badan seksi itu pun tersenyum. "Kok kamu lupa sih, aku Vania kita pernah ketemu di salah satu acara bisnis".
Nicholas menaikkan satu alisnya sembari mengangguk-anggukkan kepalanya. Bukan karna ingat, bahka dirinya tak ingat sama sekali. Ia hanya mencoba menghargai wanita yang ada di depan nya itu.
"Kamu sudah nikah ya?". Nicholas menyipitkan matanya ke arah wanita bernama Vania itu. Dia bertanya atau memberi pernyataan sih.
Lagian kenapa juga masih tanya kalo dia tau Nicholas sudah menikah. Kenapa orang-orang suka sekali membuang-buang waktu mereka untuk hal yang seharusnya sudah ia ketahui jawaban nya.
"Iya aku sudah menikah". Ujar Nicholas singkat.
Terlihat kedua teman Nicholas, Eric dan Mike sesekali mencuri pandang ke arah Vania yang menggunakan sport bra itu. Bagaimana tidak dadanya yang besar itu terlihat sampai menyembul keluar. Sudah di pastikan pikiran Eric dan Mike pasti sudah melayang untuk membayangkan hal yang iya-iya.
"Kok kamu gak ngundang aku sih, oh ya kamu nikah sama siapa?".
Oh hello, Nicholas makin merasa jengah dengan pertanyaan-pertanyaan wanita ini. Kenapa masih banyak sekali kelompok manusia yang tidak mengetahui tentang pernikahan nya. Padahal pernikahannya dulu juga sempat di liput oleh beberapa media Televisi dan juga surat kabar.
"Ya kapan-kapan kalo ada acara bisnis gue ajak deh istri gue biar lo tau".
"Bukan sama wanita yang pernah aku temui di salah satu Klub malam itu kan?". Kali ini kernyitan Nicholas makin dalam.
Siapa yang di maksut nya, apakah Sofia? benar-benar gak bisa di biarkan.
"Mana mungkin, ntar kamu juga tau kok. Kalo gak kamu cari berita aja tentang pernikahan gue biar lo gak penasaran". Jelas Nicholas
"Ok deh, kalo gitu aku duluan dulu ya Nich. see you". Vania tersenyum sangat manis ke arah Nicholas, Eric dan juga Mike.
Eric dan Mike yang sejak tadi terpaku dengan dada wanita itupun pandangan nya masih mengikuti sampai Vania keluar dari pintu.
"Anjing, dada nya mantap banget". Ucap Eric dengan menggebu-gebu
"Enak kali ya buat di mainin, duh jadi keras nih batang". Sahut Mike
Nicholas hanya menatap aneh ke arah Mike dan juga Eric. Baginya tak ada sedikitpun bagian dari tubuh Vania yang mampu membuat nya tergoda. Bisa-bisanya kedua teman nya itu berlagak seperti ayam jago minta kawin.
Justru Nicholas malah kepikiran dengan ucapan Vania. Ucapan yang tak terduga itu mampu merubah mood nya seketika. Bisa-bisanya ia menyangka dirinya menikah dengan Sofia. Memang nya siapa lagi wanita yang sering dia ajak ke Klub kalo bukan dia.
Tiba-tiba saja Nicholas terbayang Alexa. Perasaan sesak pun kini mulai memenuhi dadanya kala bayang Alexa masih terlintas di pikirannya. Bagaimanapun juga ia dulu memang salah. Karna tlah membawa Sofia masuk ke dunianya terlalu lama.
**hallo guys.. update nya dikit-dikit aja yaa hihihi..
tenang aja cerita masih panjang..😁😁
jangan lupa Like, Vote dan Coment nya
salam dari penulis amatir ❤️**