
Happy reading !!
##
Aku milikmu malam ini, kan memeluk mu sampai pagi..
Tapi nanti bila ku pergi..
Tunggu aku di sini..
Alexa masih termenung di dalam kamarnya, ia hanya bisa duduk di atas tempat tidurnya dengan air mata yang sejak tadi tak mau berhenti membanjiri pipinya. Alexa sadar jika dirinya memang kurang tegas dengan pilihannya, seolah ia seperti memberi harapan kepada Calvin.
Tapi kini Alexa sudah sadar, dan semuanya belum terlambatkan bagi dirinya. Semua masih bisa diperbaiki kan. Kini Alexa sadar ia sudah mencintai Nicholas hanya Nicholas yang bisa membuatnya benar-benar jatuh cinta.
Alexa tidak mau setelah semua rasa yang kini ia rasakan harus hilang begitu saja kalo sampe Nicholas meninggalkan nya, dirinya benar-benar tidak akan sanggup kalo nantinya akan di tinggalkan Nicholas.
Sementara itu mobil Nicholas masih tetap melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia benar-benar ingin sekali melampiaskan perasaan kesal nya saat ini. Ia terus melajukan mobilnya ke daerah perbukitan dan jauh dari perkotaan.
Kini Nicholas sampai di puncak bukit, lalu ia segera keluar dari dalam mobilnya dan berjalan ke depan. Menyandarkan dirinya ke mobil sport putihnya sembari menikmati pemandangan kota pada malam hari ini. Ia bisa melihat jelas lampu-lampu yang berjajar menghias seluruh kotanya. Mungkin pada hari-hari sebelumnya semua itu terlihat sangat indah, namun tidak untuk malam ini. Nicholas hanya bisa merasakan kehampaan dalam keadaannya sekarang.
Ia kini mengambil sebatang rokok dari dalam saku celananya, menyalakan dan mulai menikmati setiap hembusan racun nikotin itu yang keluar dari dalam mulut nya.
Kemudian ia teringat lagi dengan kejadian yang di alaminya tadi, ia teringat bagaimana Alexa memohon dan menangis hanya untuk meminta maaf pada dirinya. Istri yang sangat ia cintai itu rela menangis untuknya. Namun sekarang dirinya justru berusaha tak memperdulikannya dan lari begitu saja tanpa rasa bersalah. Laki-laki macam apa yang tega bersikap seperti itu.
Nicholas lalu berdiri dan membuang rokok yang tinggal sedikit itu dengan kasar.
“Kenapa gue sebodoh ini?” Gumam Nicholas
“Arrgghhh!!” Teriaknya kemudian.
Nicholas mengepalkan kedua tangan nya untuk memukul udara, lalu menghirup nafas dalam kemudian menghembuskanya.
Tiba-tiba sebuah chat masuk ke ponselnya.
My lovely wife : Nicho kamu kapan pulang?
Nicholas terkekeh miris, pria macam apa dia yang sudah tega meninggalkan istrinya dalam keadaan kacau.
“Gue laki-laki, gue gak boleh lemah, dan yang paling penting gue gak boleh jadi pecundang.” Gumam Nicholas
“gue harus pulang dan gak boleh kabur." Nicholas menarik nafasnya,
"tunggu aku pulang sayang.” Nicholas tersenyum, memang bagaimanapun juga ia tak akan bisa jauh dari Alexa.
Alexa masih menatap ponselnya dan melihat chat yang ia kirim ke Nicholas. Hanya di baca tak ada balasan sama sekali. Kini dirinya semakin bingung, ia lalu membuang ponselnya ke sembarang arah. Alexa hanya berharap Nicholas segera pulang.
Jam sudah di angka 10 malam dan Nicholas baru sampai di kediamannya. Ia segera bergegas masuk ke dalam rumah dan berlari menuju kamarnya, berharap kalau istrinya baik-baik saja. Nicholas mengambil nafas dalam sebelum akhirnya ia membuka knop pintu.
“Nicho!” Teriak Alexa yang langsung menyambut kedatangan Nicholas. Alexa memeluk tubuh suaminya itu dengan sangat erat.
“Alexa.” Gumam Nicholas sembari membalas pelukan Alexa
“Maafin aku, aku yang salah aku gak bermaksut buat deket-deket sama Calvin. Aku hanya~” Nicholas menempelkan jari telunjuknya tepat di atas bibir Alexa.
“iya, aku juga minta maaf aku tadi terlalu emosi.”
“Gak! enggak! semua salahku. Aku harusnya bisa jaga sikapku sebagai seorang istri.” Alexa semakin mengeratkan pelukan nya
“aku sadar aku sayang kamu Nicho, aku cinta kamu.”
“Aku gak mau kamu tinggalin, kamu jangan tinggalin aku lagi kayak tadi. Aku gak mau Nicho.” Alexa semakin menangis sesenggukan.
“Maaf, aku gak bermaksud pergi begitu aja tadi. Aku hanya butuh waktu sendiri.”
“Kamu harus janji gak boleh pergi-pergi dan ninggalin aku sendirian lagi. Aku juga janji gak bakal deket-deket lagi sama Calvin." Alexa memberi jeda sesaat, sebelum akhirnya bibirnya mengucap,
" Karena aku milikmu.”
“Hm.” Nicholas mengangkat wajah Alexa dan menatapnya dalam.
Alexa mengambil nafas dalam lalu menatap wajah Nicholas dengan intens.
“Aku milikmu.” Ucap Alexa mantap
Nicholas benar-benar senang mendengar ucapan Alexa. Ia tersenyum sembari mengusap bibir Alexa dengan jarinya.
“Kamu milikku.” Alexa mengangguk yakin, membuat jantung Nicholas sangat berdebar bahagia.
Nicholas meraih dagu Alexa lalu mencium bibirnya begitu saja. Alexa hanya mampu memejamkan matanya dan menikmati setiap ciuman yang di berikan oleh Nicholas. Kini Nicholas menekan tengkuk Alexa untuk memperdalam ciumannya membuat Alexa benar-benar merasa terbakar.
Nicholas memang handal dalam hal semacam ini. Alexa mulai terhanyut dalam ciuman Nicholas dan perlahan mulai membalas setiap ciuman yang Nicholas berikan.
Nicholas melepas ciuman nya, dengan nafas memburu seperti orang kehabisan oksigen.
“Apa boleh jika malam ini~” Ucapan Nicholas terpotong karena tiba-tiba saja Alexa mengecup bibirnya lagi.
“Iya.” Alexa tersenyum dengan nafas memburu,
“aku siap.” Mendengar ucapan Alexa tentu saja membuat Nicholas tak mampu menggambarkan rasa bahagianya malam ini. Hal yang paling ia tunggu-tunggu akhirnya terwujud.
Begitupun Alexa, ia sudah tak mampu lagi untuk menolak segala pesona Nicholas. Ia benar-benar sudah jatuh cinta dengan suaminya itu dan untuk perjanjian yang pernah dia buat dulu ia sudah tak peduli lagi. Persetan dengan semua itu, karena sejak awal ia jatuh cinta dengan Nicholas saat itu juga Alexa sudah membuang jauh persyaratan yang pernah ia lontarkan ke Nicholas.
##
Alexa mencengkram kuat bahu Nicholas.
"Nicho pelan-pelan ya?"
Nicholas mengecup kening Alexa sambil tersenyum.
"Iya sayang." Kecupan itu mendarat lagi di kening Alexa
Alexa mengeram saat merasakan dirinya seolah terbelah dengan kesakitan yang berkumpul menjadi satu di bagian inti tubuhnya. Setetes air mata Alexa pun berhasil lolos dari pelupuk matanya.
Nicholas menghentikan gerakan nya, ia mengatur nafas sembari memandang wajah Alexa yang sedikit bersemu, di tambah butir-butir peluh yang mengalir di keningnya. Alexa tersenyum saat Nicholas menatap nya, kemudian tangan Nicholas bergerak menghapus cairan bening di pelupuk mata Alexa serta menyelipkan anak rambut ke telinganya.
"I love you." Nicholas kembali mengecup kening istrinya itu.
Akhirnya penyatuan itu terjadi juga malam ini. Hal yang membuat mereka saling memiliki seutuhnya kini sudah Nicholas dan Alexa lalui.
Dan percayalah malam mereka tak akan mungkin berakhir dengan singkat begitu saja.
akhirnya yang di tunggu-tunggu kesampaian.. 🤭
jangan lupa like nya ya..
dalam dari penulis amatir ❤️