
Happy reading !!
##
"Eh, eh... Hari ini jadwal jam tambahan kita sama pak Johan di pending, guys." Ucap Mily yang baru saja masuk kelas.
"Ih... bagus dong." Sahut Alexa santai. Sementara tangan lentiknya tengah sibuk dengan ponselnya.
"Yee, lo mah gitu, yang seharusnya gue bisa lihat wajah bening Pak Johan seminggu 3kali jadi berkurang 1 dong."
"Tenang Mil, gue masih punya stok banyak cowok bening nanti gue bagi deh." Alexa mendengus mendengar percakapan kedua temannya itu.
Alexa meletakkan ponselnya ke atas meja. Lalu ia menatap Keysa dan Mily sembari menopang dagunya.
"Kalian gak ada bahan ghibahan lain ya selain cowok? lagian pak Johan kan mau nikah gengs. please... jangan belajar jadi pelakor lo pada."
"Idih! Najis amat gue jadi pelakor, helloow... banyak kali cowok single yang rela antri demi gue tunjuk jadi cowok gue." Ucap Keysa membela diri.
"Tapi kan kata pepatah sebelum janur kuning melengkung kita masih punya harapan." Mily terkekeh dengan ucapannya sendiri
"Nih kunyuk mulutnya minta di sumpel skripsi kali ya. Udah ah, jangan bahas pelakor gue paling anti sama nama itu. Gedek gue!" Alexa kembali mengambil ponselnya dan membuka kembali aplikasi sosmednya.
"Eh... Tapi lo harus hati-hati lho, Lex. Suami lo cakep gitu pasti banyak yang kepincut. Apalagi kita sama-sama tau kalo sebelum nikah sama lo dia sukanya ke club kan."
Alexa tertegun memikirkan kalimat Keysa barusan, tapi ia tak ingin terlihat memperdulikan hal semacam itu. Apalagi di depan kedua temannya ini yang resenya tingkat dewa
.
"Sama kan kayak kita." Sahut Alexa kemudian.
"Bener juga mulut lo!" Jari telunjuk Keysa menodong ke arah Alexa,
"eh... ngomongin club, kok gue jadi keinget kalo kita udah lama banget gak ke sana ya?"
"Bener banget, sejak Alexa menikah kita emang udah gak pernah ke sana." Mily melirik ke arah Alexa yang terlihat cuek saja,
"secara kunyuk satu ini kan yang paling sering ribut ngajak kita mabora ***!"
Keysa dan Mily terkekeh sambil menatap Alexa yang terlihat santai saja mendengar ucapan Mily.
"Iya lah Mil, mungkin sekarang dia takut dan gak berani kali ijin sama suaminya buat pergi ke club."
"Haha... Ternyata cemen juga ya si kunyuk." Mily dan Keysa makin terbahak membuat kuping Alexa gatal.
Alexa hanya mendengus. "Udah puas ngebacot nya!" Alexa melirik mereka dengan tatapan bengis,
"ngeladenin bacotan dari mulut kalian itu gak ada gunanya buat gue. Gak berpengaruh dalam aspek kehidupan dan kebahagian gue. Yang ada gedek nih kepala gue!"
"Uluh-uluh gedek itu makanan khas jogja kan?" Ucap Keysa sembari terkekeh.
"Itu gudeg anying!"
"Gudeg kan orang yang gak denger kalo di ajak ngomong" Kali ini Mily ikut berkomentar sambil terkekeh membuat Alexa benar-benar jengkel dan kesal oleh tingkah kedua sahabat nya itu.
"itu BUDEG ******!!" Umpat Alexa dengan keras sehingga membuat teman sekelasnya menoleh ke arah nya,
"apa lo lihat-lihat gak pernah denger orang misuh?!"
Seketika mereka yang menatap Alexa langsung kembali ke aktifitasnya dan tentu saja membuat tawa Keysa dan Mily pecah.
##
Nicholas terlihat keluar dari dalam lift lalu berjalan ke arah ruangan nya. Namun ketika melewati ruangan sekretarisnya yang kebetulan berada di depan ruangan nya, langkahnya langsung terhenti karena ada sebuah suara yang memanggil namanya.
"Pak Nicholas." Ucap Bella yang terdengar malu-malu itu.
"Kenapa?" Nicholas menatap ke arah Bella yang kini berdiri dengan wajah menunduk itu.
"Itu pak, ada bagian yang saya gak paham. Dari tadi saya nunggu mbak Angelia tapi belum kelihatan sejak tadi."
Nicholas baru ingat kalo hari ini ia menyuruh Angelia menemui klien nya di luar kantor.
"Oh, bagian mana yang gak paham?"
Bella tersentak mendengar ucapan Nicholas lalu ia berjalan ke arah mejanya di ikuti Nicholas di belakangnya.
"Ini Pak." Kini Bella sudah duduk di kursinya dan menunjuk layar komputernya dengan mouse nya.
"Ini kamu tinggal copy file aja di data J." Bella tertegun dengan jantung berdebar kencang saat Nicholas menundukkan badannya lalu meraih mouse dari tangan Bella. Bau parfum maskulin dari tubuh Nicholas seketika langsung memenuhi hidungnya,
"terus kamu tinggal ganti format aja, sekarang jadi lebih mudah kan?"
Bella masih diam terpaku menatap wajah Nicholas yang tengah membungkuk di depannya itu.
"Kamu paham kan?"
Bella kembali tersentak saat kini wajah tampan Nicholas menatapnya dari jarak yang hanya beberapa centi itu.
"I-iya, Pak. Saya paham, makasih." Ucapnya terbata.
Nicholas kembali berdiri. "Ya sudah kalo ada kesulitan lagi saya di ruangan, ya." Nicholas lalu berjalan masuk ke ruangannya, meninggalkan Bella yang masih bergelut dengan detak jantungnya yang masih terdengar keras itu.
Pukul 6 tepat Nicholas sudah pulang ke rumahnya dan langsung berjalan masuk ke kamar, ia berharap menemui Alexa karena ia tak melihat istrinya ada di bawah. Sampainya di kamar, Nicholas masih tak menjumpai sosok istrinya.
Kemana gadis yang selalu bisa membuat Nicholas merasa rindu itu. Nicholas lalu masuk ke kamar sembari melepas kancing kemejanya lalu membuangnya ke atas kasur. Ia merasa capek sekali dan ingin segera mandi. Nicholas segera berjalan ke arah walk in closet untuk mengambil handuk yang ia tinggal di sana pagi tadi.
Namun tanpa Nicholas ketahui. Ternyata Alexa tengah berada di dalamnya dengan keadaan hanya memakai celana dalam dan bra yang masih ia pegang dengan tangannya.
Tentu saja penampakan itu mampu membuat Nicholas tertegun untuk beberapa saat.
Dan bodohnya Alexa, dia sama sekali tidak menyadari kedatangan Nicholas. Justru gadis itu masih terlihat bingung mencari piyamanya. Dan barulah ketika ia ingin memakai branya, Alexa langsung terkejut dan berteriak saat melihat Nicholas dengan keadaan shirtless menatap ke arah tubuhnya. Bahkan hal tersebut sampai membuat bra yang ada di genggamannya terjatuh.
"Aaahhk!!" Teriak Alexa saat menatap Nicholas yang hanya diam saja di tempatnya. Lalu dengan cepat ia menutup kedua dadanya menggunakan tangannya,
"kamu ngapain ke sini? mau apa?!" Alexa masih berteriak
"A-aku mau ambil handuk." Nicholas menunjuk handuk yang ada di belakang Alexa.
Dengan cepat Alexa mengambil handuk itu dan melemparnya begitu saja ke arah Nicholas.
"Cepetan pergi!" Bentak Alexa.
"Iya, iya... Aku pergi." Ucap Nicholas lalu masuk ke kamar mandi setelah mencuri pandang melirik tubuh Alexa yang hampir telanjang itu.
"Damn it!" Umpat Nicholas.
Dan sepertinya Nicholas akan menghabiskan waktu yang lebih banyak di dalam kamar mandi untuk menuntaskan kegiatan bersama adik kecilnya.