Get Married!

Get Married!
23. Biarkan Perlahan Mengalir



Happy reading !!


##


Nicholas menuruni anak tangga dan melihat Alexa sudah ada di dapur. Ia lantas menyusulnya terlebih karena memang dia belum makan malam.


Alexa yang menyadari kehadiran Nicholas jujur saja masih merasa kesal, marah dan canggung. Tapi ia bisa berbuat apa, kalo Alexa lupa dia itu memang istrinya Nicholas. Harusnya hal itu wajar bagi mereka. Bahkan seharusnya mereka sudah melakukan hal yang lebih dari yang sudah mereka jalani selama ini.


Alexa menarik nafas pelan, dan berusaha seolah tadi itu gak terjadi apapun.


"Kamu mau makan?"


"Hm." Nicholas hanya mengangkat alisnya bingung.


Dia sebenarnya juga bingung harus gimana. Apalagi kalau sampai membuat Alexa marah gara-gara kejadian tadi.


"Ish, aku nanya kamu mau makan?" Decak Alexa sebal di ikuti manyunan dari bibirnya.


"Gak usah gitu juga kali." Ucap Nicholas terkekeh sembari mengusap wajah Alexa.


Entah kenapa hati Alexa langsung berdesir ketika tangan Nicholas itu mengusap wajahnya. Baru kali ini ia di perlakukan seperti itu. Dan berhasil membuat jantung dan hatinya tak terkontrol.


"Nanti muka aku lecek tau." Gerutu Alexa.


"Emang bisa ya? cantik begitu kok." Seketika Alexa merasa wajahnya memanas mendengar kata cantik keluar dari mulut Nicholas. Ia ingin tersenyum namun malu jika di lihat Nicholas.


Begitupun juga Nicholas cowok yang hanya mengenakan celana pendek dan kaos putih polos itu seolah tak mengerti dengan apa yang dia lakukan. Ia memang hanya berniat menghilangkan kecanggungan nya dengan Alexa selepas kejadian tadi. Namun entah sikapnya itu mengalir begitu saja saat ini.


"Terserah kamu deh, sekarang kamu mau makan apa biar aku buatin."


"Yakin?" Nicholas menarik kursi di ruang makan itu lalu mendudukinya.


"Iya lah, tenang aja kali ini pasti enak banget."


"Kalo gak enak gimana? gimana kalo kita buat kesepakatan?" Nicholas menatap Alexa dengan serius lalu di susul senyum di bibirnya.


"Ish! kayak orang ngutang aja sih." Decak Alexa.


"Lho... soalnya ini menyangkut perut orang lain, masa kamu gak mau tanggung jawab." Ucap Nicholas dengan nada menggoda.


"Iya iya... oke. Apa kesepakatannya?" akhirnya Alexa mengalah.


Nicholas tersenyum. "Um... kalo masakan kamu gak enak kamu harus bersedia nurutin permintaan aku. Tapi kalo enak aku akan cium kamu." Senyum nakal terlihat jelas di bibir Nicholas.


"Gak bisa gitu dong, enakan di kamu semua itu namanya."


Ucap Alexa nyolot.


"Ya, gimana aku maunya begitu."


"Gak bisa!" Tolak Alexa


Enak saja Nicholas mau enaknya sendiri. Ya walaupun sebenarnya hati Alexa tak keberatan. Namun, ia harus sok jual mahal lah dengan suaminya itu. Supaya Nicholas tidak merasa menang.


"Terus mau nya gimana?"


"Kalo masakan aku enak. Ya kamu yang harus nurutin permintaan aku lah."


"Termasuk minta di cium." Celetuk Nicholas.


"Iya, eh? Ah enggak enggak, gak bisa. Kamu curang banget sih." Alexa memukul lengan Nicholas, dan membuat pria itu terkekeh.


"Pokoknya enggak!! enak aja kamu. Pokoknya syaratnya yang tadi."


"Iya, iya... Di cium kan." Alexa melotot ke arah Nicholas,


membuat Nicholas pura-pura menutup mulut sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.


Alexa lalu memulai kegiatan masaknya. Dia memang belum begitu handal dan mahir dalam memasak. Bahkan dia masih terbilang cukup lama, hanya untuk membuat dua porsi makanan.


Untung Nicholas sabar menunggu istri nya itu memasak. Bahkan dia sejak tadi slalu memerhatikan gerak Alexa. Sesekali juga terkekeh saat melihat Alexa ketakutan memasukan telur ke dalam penggorengan, atau saat istrinya itu kaget ketika tangannya terkena percikan minyak panas.


Setelah setengah jam lebih Nicholas menahan laparnya akhirnya dua piring nasi goreng itu sudah siap di atas meja makan.


Yah nasi goreng lagi, kenapa gak belajar yang masak lain gitu biar bervariasi. Lama-lama jadi tukang jualan nasi goreng deh Alexa.


"Kamu jangan kaget ya kalo rasanya enaaaak bangeeet." Ucap Alexa lebay di iringi kekehannya.


Alexa memberikan sendok untuk Nicholas lalu tanpa berlama-lama karena sudah lapar. Nicholas lalu mengambil suapan pertamanya.


Alexa tak bisa menebak ekspresi Nicholas saat satu sendok nasi goreng itu masuk ke mulut suaminya.


Kunyahan Nicholas benar-benar hanya datar.


Ya kali ngunyah makanan harus pakai jungkir balik!


"Gimana?" Tanya Alexa sambil meringis.


Nicholas terlihat menggerakkan matanya ke atas ke samping dengan mulut yang terus mengunyah. Lalu yang terakhir gerakan matanya itu jatuh menatap Alexa, di susul senyum dari bibirnya.


"Mau tau gimana?"


"Ah elah... cepetan dong. Demi dua piring nasi goreng aku yang enak ini. Pokoknya kamu harus ngomong sekarang." Alexa merasa jengkel dan gemas dengan Nicholas. Kalo saja bukan suaminya sudah ia pukul itu kepalanya pakai panci


"Enak kok, enaaaaak bangeeet." Ujar Nicholas dengan nada meniru gaya bicara Alexa tadi yang kemudian di susul tawa kecilnya.


"Dua rius." Ucap Nicholas sembari mengambil suapan keduanya,


"nih kalo gak percaya rasain sendiri." Alexa melongo saat sendok Nicholas kini berhenti di depan mulutnya.


Dengan ragu Alexa menerima suapan dari Nicholas dan momen ini menjadi momen pertama Alexa di suapi oleh seorang laki-laki.


Jantung Alexa sempat berdetak keras namun dengan cepat Alexa mengontrolnya, ia segera membuka mulut dan menerima suapan dari Nicholas.


"Enak kan?" Alexa hanya bisa melotot merasakan nasi goreng buatannya sendiri,


"makanya kalo masak itu di icipin, biar gak cerewet gangguin orang makan."


"Sumpah ini enak banget." Pekik Alexa kegirangan dengan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai,


"kalo begitu besok aku mau ganti belajar masak yang lain." Alexa lalu mengambil sendok dan memakan dengan lahap sepiring nasi goreng yang ada di depan nya.


Nicholas hanya bisa terkekeh melihat tingkah istrinya itu. Seperti melihat kesenangan anak kecil yang baru saja di nyatakan naik kelas.


Selesai menyantap makan malamnya Alexa lalu berdiri membereskan piringnya dan juga piring Nicholas.


"Ingat kesepakatan kita tadi, kamu harus nurutin semua kemauan aku." Alexa tersenyum miring lalu berlalu ke arah dapur.


Nicholas yang melihat senyum Alexa tadi justru malah merasa tertantang. Seolah Alexa baru saja meremehkan nya dengan senyuman itu. Nicholas dengan cepat beranjak dari kursinya dan mengikuti langkah Alexa, berjalan pelan di belakang nya.


Tiba-tiba saja detak jantung Nicholas terpompa makin keras tanpa ia ketahui kenapa. Kini ia sudah berdiri tepat di belakang Alexa sedangkan istrinya kini tengah mencuci tangannya.


Ketika Alexa membalikkan badan ia sangat terkejut dengan kehadiran Nicholas, ia pikir pria itu langsung ke kamar.


"Hah." Alexa berusaha menahan pekikan nya dengan menutup mulut menggunakan kedua tangannya, "kamu ngapain?"


"Mau nepatin kesepakatan kita." Ujar Nicholas santai.


Sebenarnya ia juga gak tau kenapa ia bertindak seperti ini. Namun satu yang ia yakini bahwa ia sangat ingin Alexa.


"Terus ngapain kesini?" Degup jantung Alexa tiba-tiba terasa mengeras.


Terlebih ketika Nicholas makin memajukan langkahnya. Alexa hanya bisa mundur satu langkah dan kini tubuhnya sudah menabrak meja set kitchen nya.


Nicholas makin mendekat dan kini kedua tangan nya berhasil mengunci tubuh Alexa.


"Nicho minggir." Ucap Alexa pelan namun tak di hiraukan Nicholas. Kini seringai muncul di sudut bibir Nicholas.


"Aku mau cium kamu." Hembusan nafas Nicholas terasa sekali menerpa wajah Alexa saat suaminya itu menundukkan wajahnya. Alexa berusha menahan Nicholas dan mendorong dadanya. Namun usahanya tak mempan sama sekali.


Nicholas benar-benar tak mampu mengontrol dirinya saat ini. Deru nafasnya semakin berat beserta degup jantung yang semakin keras.


Kini perlahan ia menundukkan kepalanya mencoba mencium bibir Alexa.


Ciuman itu berhasil mendarat tepat di atas bibir Alexa.


Alexa hanya bisa membelalakkan kedua matanya, di ikuti degup jantung yang seolah ingin keluar dari tempatnya. Namun seperti ada daya magnet yang sangat kuat yang membuat dirinya tak bisa bergerak, ia bahkan hanya terdiam saat bibir Nicholas itu mulau mengecup pelan di atas bibirnya.


Mungkin memang seharusnya begitu hubungan mereka berdua, sebagai sepasang suami istri.


Sorot mata Nicholas menatap Alexa seolah menuntut mendapatkan apa yang harus ia dapat.


Ya mungkin memang harus seperti ini, biarkan saja semua ini perlahan mengalir seperti air.


Melihat Alexa terdiam dan tak merespon apa yang ia lakukan. Lantas Nicholas kembali mengecup bibir itu lagi dan benar saja Alexa masih terdiam. Sudut bibir Nicholas tertarik membuat senyuman kecil, kini Nicholas lebih berani lagi untuk melumaat bibir Alexa.


Sebuah lumataan kecil di ujung bibir Alexa, lalu semakin dalam lagi. Alexa hanya bisa memejamkan matanya dan menggenggam sisi kaos Nicholas. Tangan Nicholas kini bergerak meraih tengkuk Alexa dan menakannya, untuk memperdalam ciuman meraka. Bibirnya kini mulai menghisap bibir bawah dan bibir atas Alexa secara bergantian.


Entah kenapa Alexa makin terbawa dengan ciuman Nicholas, seolah suaminya itu mampu menghipnotis nya dengan ciumannya itu.


Ya, Alexa memang bodoh dan polos dalam hal percintaan karena memang belum pernah berpacaran. Namun ia tak cukup bodoh untuk mengerti cara berciuman. Ia sering melihat adegan berciuman bahkan adegan ranjang dalam film yang pernah ia tonton.


Dan entah keberanian darimana tangan Alexa kini mulai berani melingkar di pinggang Nicholas. Mendapat perlakuan seperti itu dari Alexa tentu membuat Nicholas membalas melingkarkan lengan kirinya ke pinggang istrinya itu, hingga mengikis jarak di antara mereka.


Nicholas makin memperdalam ciuman di bibir bawah Alexa dan tanpa ia duga Alexa dengan sendirinya membalas mencium bibir atasnya. Masih terasa kaku memang, namun bisa membuat senyum kecil Nicholas muncul.


Lalu Nicholas menggigit kecil bibir bawah Alexa, membuat istrinya itu sedikit mendesah dan membuka mulutnya.


Dengan cepat Nicholas menyelipkan lidahnya di antara bibir istrinya itu.


Lidahnya mulai bergerak menyusuri rongga mulut Alexa dan berusaha membelit lidah Alexa.


Sensasi membakar itu mulai menelusuri tubuh Alexa, membawanya terbawa dan hanyut dalam ciuman Nicholas. Ia makin mengencangkan pelukan di pinggang Nicholas sambil memejamkan matanya.


Namun tiba-tiba Nicholas melepas ciuman nya, nafasnya terasa begitu berat dan memburu begitupun dengan Alexa. Nicholas menghentikan aktivitasnya guna mengisi pasokan udara yang mulai menipis dalam paru-parunya.


Nicholas tersenyum.


Perlahan Nicholas kembali mencium bibir Alexa, bahkan ciumannya kini lebih menuntut. Tangan kanan Nicholas bahkan mulai bergerak membelai leher Alexa. Membuat Alexa tak mampu menahan desahan nya. Nicholas menurunkan ciuman nya ke leher mulus istrinya itu, mengecupnya lembut dan menggigit kecil hingga menimbulkan bekas tanda kepemilikan di sana.


Ciuman Nicholas kembali naik lagi mengecup bibir Alexa dan berusaha menelusup kan lidahnya kembali ke mulut istrinya.


"Tuan Nicholas ada telfon."


Sebuah suara di belakang mereka seketika membuat Alexa dan Nicholas terkejut dan langsung melepas ciuman mereka. Ya mereka terpaksa harus menyudahi aksi panas mereka demi sebuah telfon. nah lo!