
happy reading !!!
###
Seharian sudah Alexa menghabiskan waktunya untuk acara kampusnya ini. Malam ini ia sudah berbaring di tempat tidur nya, Alexa mengecek ponselnya namun tak melihat sebuah pesan pun dari suaminya.
Apa Nicholas benar-benar semarah itu sampai tega mengabaikan Alexa?, tentu saja tidak. Nicholas hanya ingin memberi pelajaran ke Alexa agar tak slalu mengambil kesimpulan seorang diri.
"Aduh capek banget gue, kok gue merasa ini kesanya malah kayak OSPEK ya guys". Keluh Keysa yang sedang mengeringkan rambut nya. "Untung tinggal sehari besok".
"Gue juga ngerasa gitu Key, emang panitia nya kampret betul". Imbuh Mily
"Guys". Kata Alexa yang membuat Keysa dan Mily seketika menoleh. "Gue pengen pulang". Tiba-tiba Alexa histeris.
Keysa dan Mily yang kaget pun dengan cepat langsung membungkam mulut Alexa. Ada-ada aja kelakuan nya, kalo sampai kedengeran dari luar kan bisa ribet entar di kira kenapa-kenapa.
"Astaga, lo beneran ketempelan atau gimana sih Lex". Ucap Keysa yang tangan nya masih membekap mulut Alexa.
"Hue hak hetempeyan hangsat, (gue gak ketempelan *******)!".
"Kalo gitu diem jangan teriak-teriak dong Lex". Kata Mily lalu menyuruh Keysa untuk melepas tangan nya.
"Emang lo kenapa sih?".
Mendadak wajah Alexa menjadi sendu. "Gue di cuekin sama Nicholas".
"Lah gimana bisa? Nicholas suami elo kan".
"Ya iyalah lo kira suami tetangga gue". Alexa berteriak ke arah Keysa. "Gue kesel banget, gue harus gimana? gue mau pulang aja". Celoteh Alexa
"Pulang nya masih besok monyet! Lagian tumben sekali, jangan-jangan kalian bertengkar ya?". Mily menatap dalam ke arah Alexa
Alexa hanya mengangguk masih dengan wajah sendunya. "Gue kira Nicholas gak bisa marah sama gue, ternyata gue salah".
"Udah deh ah, besok juga pulang kok kita. Lagian kalo lo sekarang kangen gara-gara marahan, ya kan bisa telfonan Lex".
"Ya masalahnya dari tadi dia gak ada nge-chat gue, ya gue gengsi lah kalo harus hubungin dia dulu". Tentu saja perkataan Alexa tersebut membuat Keysa dan Mily mengernyit heran.
"Lex mending lo tidur aja gih, percuma lo curhat terus kita kasih saran kalo elo nya masih B-E-G-O gitu". Ujar Keysa membuat Mily terkekeh
"Anjay lo pada, gue sedih beneran lho ini".
"Uluh-uluh iya kita tau, sini-sini peyuk dulu, uugghh". Ucap Mily sembari merangkul Alexa
Dan akhirnya sesi curhat itupun tidak berlangsung lama, karna mereka benar-benar ketiduran akibat capek.
Hari berikutnya mereka semua kembali berkumpul untuk menyelesaikan acara nya. Dan tepat di penghujung acara akan ada perwakilan ketua panitia masing-masing grup dan salah satu anggota yang wajib memberikan kesan dan juga pesan selama kebersamaan mereka.
"Yuuks semua nya udah ngumpul, lo juga kan harus naik panggung Lex sama Calvin jangan sampai telat".
Alexa berdecih ke arah kedua teman nya. "Ish, bentar dong". bentak Alexa, sebenarnya ia tengah mengirim chat ke Nicholas untuk mengabarkan lokasinya saat ini. Karna sesuai kesepakatan kemarin Nicholas akan menjemput nya.
Namun sudah bermenit-menit Alexa menunggu, Nicholas tak kunjung membalasnya. Hingga membuat Alexa kesal sampai ia lupa membawa ponsel nya.
Alexa dan Calvin sudah selesai memberikan kesan dan pesan mereka. Lalu kembali turun untuk mendengarkan dari kelompok yang lain.
"Calvin, Alexa nanti selesai acara bantuin beresin bentar ya. Perwakilan ok". Ucap seorang salah satu ketua panitia fakultas.
###
Harus nya Alexa saat ini sudah bersantai seperti yang dilakukan Keysa dan Mily. Namun ah entahlah, sekarang dirinya harus berpanas-panasan seperti ini membereskan perlengkapan sisa acara. Dan ini sudah hampir sore, Alexa bahkan belum sempat mengecek kembali ponselnya. Dia sejak tadi hanya kepikiran soal balasan chat dari Nicholas.
"Boleh gue bantuin?". Alexa yang tengah berjongkok pun harus terpaksa mendongak menatap sumber suara.
"Ah iya, nih masih banyak banget Vin. Gue capek". Alexa mengeluh, biar saja kalo Calvin mau bantuin dia, toh dirinya malah gak bakalan kecapekan.
"Bukanya cewek sering beres-beres ya? masa cuma kayak gini capek". Calvin tersenyum menggoda Alexa
Alexa hanya meringis. "Gue jarang beres-beres, tingkat kemalasan dan jiwa rebahan gue masih unggul di atas segalanya". Oceh Alexa asal. "Lagian rumah gue gak sekotor ini juga kali, gue beresin bentar doang pasti juga langsung kelar".
Calvin tertawa mendengar ocehan Alexa, baginya Alexa itu sikapnya tak pernah berubah. "Ya namanya juga beresin bekas orang banyak Lex, ya udah buruan kita beresin bareng biar cepet selesai".
Alexa tersenyum ke arah Calvin, lalu mereka mulai melanjutkan kegiatan nya. Sekarang area yang di bersihkan Calvin dan Alexa sudah bersih, kini mereka tinggal membuang sampah nya.
Alexa dan Calvin menggotong sampah bersama untuk di bawa ke tempat sampah.
Di sini yang Alexa gak tau, ternyata Nicholas sudah menjemput nya. Kini mobil Nicholas sudah berada tepat di sebrang jalan Resort yang di maksud Alexa. Sehingga Nicholas dapat melihat jelas saat istrinya dan Calvin berjalan keluar bersama dengan membawa sebuah plastik sampah.
Nicholas yang awalnya senang karna bisa menjemput Alexa, mendadak berubah kesal setelah melihat kejadian barusan. Apalagi mereka terlihat tengah tertawa bersama. Nicholas merasa bahwa ada sesuatu yang menusuk di dalam hatinya.
Tepat pukul 4 sore rombongan fakultas Alexa memasuki Bis yang hendak mengantar nya pulang. Namun Alexa malah terlihat seperti orang bingung karna Nicholas tak membalas chat nya.
"hih Nicholas jadi jemput aku gak sih?". Gumam Alexa sambil berusaha menelfon Nicholas namun nomornya malah gak aktif.
Alexa berdecak kesal dan tepat saat itu seseorang menepuk pundak nya.
"Kenapa belum naik bis?". Tanya Calvin.
"Ah iya sebentar lagi". Alexa reflek tersenyum ke arah Calvin.
Dan tepat saat itu juga Alexa mendengar sebuah teriakan seseorang memanggilnya dari sebrang jalan.
"Alexa!". Alexa mengamati sekitar kemudian tatapan nya tertuju ke sebuah mobil sport yang sudah ia hafal milik Nicholas.
Kemana saja matanya tadi hingga tak melihat mobil bagus suaminya itu terparkir di sebrang jalan. Dasar Alexa.
Alexa yang kesenangan pun memutuskan untuk segera berlari menyebrangi jalan ke arah Nicholas dengan bibir yang tersenyum lebar.
Nicholas dapat melihat kalo istrinya itu tampaknya sedang bahagia entah karna apa, dia belum yakin. Tiba-tiba Nicholas membelalakan matanya.
"Alexa stop!". Teriak Nicholas.
Alexa hanya mengernyit tak mengerti dan terus melanjutkan larinya.
Bbrrruuukkkkgg...
"Oh God!". Desis Nicholas.
**Haii apa kabar??
sabar ya gaes, selinganya rada panjang ini 😂
salam dari penulis amatir ❤️**