
Happy reading !!
##
Kini Alexa dan Nicholas tengah berada di dalam kamar berduaan. Dan ini merupakan pertama kalinya Nicholas akan tidur di kamar Alexa yang dulu.
Nuansa kamar Alexa bisa di bilang jauh dari kesan kamar seorang cewek, yang biasanya lengkap dengan serba-serbi barang berbau pink dan feminim. Hanya ada beberapa boneka dan foto yang di pajang di meja kecil sudut kamar Alexa. Serta 2 buah foto yang terpajang di dinding, satu foto Alexa sendiri dan yang satu fotonya bersama kedua orang tuanya dan juga kakaknya.
Alexa baru saja selesai mandi, ia keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk kimono dengan rambut yang di gulung ke atas. Sehingga dengan jelas memamerkan leher jenjang miliknya. Nicholas yang tengah tiduran sambil bermain game di ponselnya pun langsung menoleh dan menatap Alexa.
“Gak usah lihat-lihat, nanti game nya kalah terus ngedumel gak jelas.” Sindir Alexa, merasa tak tersindir justru Nicholas hanya membalasnya dengan sebuah cengiran.
“Gak kok nanti kalo kalah kan bisa main lagi.”
Halah bohong banget tuh, sejak menikah Alexa memang sudah hafal dan paham dengan segala sifat suaminya ini. Salah satu yang bikin jengkel adalah kalo Nicholas tengah bermain game, suaminya itu pasti akan asyik sendiri dan tiba-tiba akan mengoceh gak jelas kalo game yang ia mainkan kalah.
“Ya udah, kamu main aja dulu.”
“Gak, aku mau lihat kamu”. Ucap Nicholas nyengir
“Apaan sih.” Kesal Alexa lalu ia mengambil piyama nya dan memilih memakai baju di dalam kamar mandi. Tentu saja hal tersebut mengundang tawa dari Nicholas.
Kini Alexa sudah keluar lagi menggunakan piyama nya. Lalu ia melakukan rutinitas nya di depan meja rias sebelum beranjak tidur. Ya sebenarnya ini belum waktunya tidur, buat jaga-jaga saja kalo nantinya malah ketiduran.
“Sayang.” Panggil Nicholas, kini ia sudah duduk bersila menghadap Alexa.
Alexa bisa melihat jelas wajah Nicholas dari pantulan cermin meja riasnya itu.
“Hm.” Sahut Alexa sembari memoleskan krim di wajahnya
“kok Cuma hm sih, aku pengen sekali-kali di panggil sayang sama kamu.” Kini Nicholas bertopang dagu.
“Ribet amat sih, banyak mau nya ya kamu.” Decak Alexa
“Biarin aja, toh sama istri sendiri.” Lalu Nicholas beranjak dari kasurnya dan mendekat ke arah Alexa. Kini ia tepat menunduk di belakang Alexa. Bahkan dapat Alexa rasakan nafas Nicholas menerpa kulit lehernya yang memang terbuka itu
“aku kan juga mau di sayang.” Bisik Nicholas ke telinga Alexa.
Seketika seluruh tubuh Alexa langsung merinding merasakan nafas Nicholas yang berhembus di telinganya. Dan tak lupa degup jantungnya pun ikut mengeras,
“kamu apa-apaan sih.” Elak Alexa berusaha menutupi perasaan gugupnya yang tiba-tiba muncul.
“Kamu sayang gak sama aku?” Alexa melotot ke arah cermin, memerhatikan suaminya itu yang kini tengah tersenyum sembari menyelipkan anak rambutnya yang berantakan ke belakang telinga.
“Nicho kamu apa-apaan sih.” Ujar Alexa pelan di ikuti getaran aneh dari dalam dadanya.
“Kan aku nanya, kamu sayang gak sama aku.” Jelas Nicholas lagi
Kini Alexa merasa malu dan bingung, ia tak tahu harus menjawab apa, ia hanya bisa meremas ujung piyamanya.
“Gak perlu aku jawab.”
“Perlu dong, nanti kalo aku di ambil orang gimana?” Tiba-tiba Alexa merasa sesak nafas setelah mendengar ucapan Nicholas, terlebih ia membayangkan kejadian di kantor Nicholas kala itu.
Bagaimanapun juga Nicholas milik Alexa, hanya miliknya. Apalagi sejak ia menyadari mulai ada rasa dengan Nicholas. Ia tak bisa membayangkan kalo sampai Nicholas pergi darinya dan memilih cewek lain.
Alexa berdecih, membayangkan hal yang tidak-tidak tentang Nicholas saja bisa membuatnya emosi seperti ini,
“aku, aku um..?” Alexa bingung
“Aku, aku apa sayang?” Desak Nicholas.
“Aku juga sayang kamu.” Alexa seketika menundukkan wajahnya malu, rasanya ia ingin keluar kamar saat itu juga.
“Apa?” Ucap nya pura-pura tak mendengar.
Alexa menarik nafasnya dalam dan menahannya beberapa detik lalu menghembuskan nya,
“aku juga sayang kamu.” Kalimat itu keluar dari mulut nya lagi dan kali ini terdengar lebih jelas.
Nicholas benar-benar senang mendengarnya. Rasa yang tak bisa ia gambarkan, rasa yang benar-benar ia tunggu selama dua bulan lebih ini. Seperti duri yang baru saja berhasil ia cabut dari tubuhnya. Plong!
“Aku maunya kamu bilang pakai sayang.” Haduh bener-bener banyak mau ya suami satu ini. Keburu Alexa berubah pikiran woy. Tapi bo'ong .
“Aku sayang kamu, sayang.” Kalimat itu benar-benar terucap dari bibir Alexa. Sungguh kini ia sudah tak peduli lagi dengan segala gengsi dan segala ego nya, dirinya memang benar-benar sudah jatuh cinta dengan Nicholas.
Kali ini Nicholas tak mampu menahan dirinya lagi untuk tak memeluk Alexa. Lalu dengan cepat di tarik nya tubuh istrinya itu hingga jatuh ke pelukannya,
“makasih sayang.” Bisik Nicholas.
Lalu tangannya mengangkat dagu Alexa dan hendak mencium bibirnya. Dengan segala perasaan yang ada di hatinya, perlahan Nicholas mulai menurunkan wajahnya kini hidung nya dan hidung Alexa sudah bersentuhan. Terasa jelas sapuan nafas itu di wajahnya lalu ia mulai membuka mulut.
“Nicholas, woy jam segini udah pada molor aja kalian?” Suara gedoran pintu mengagetkan Nicholas dan Alexa.
Itu gedoran lho ya bukan ketukan, memang se bar-bar itu kelakuan Anthony. Dan dengan terpaksa Nicholas harus menahan hasrat nya dan segera beranjak untuk membuka pintu.
“Masih jam segini masa udah pada molor sih!” Ucap Anthony dengan wajah tak berdosa, padahal ia baru saja mengganggu momen indah Nicholas dan Alexa
“Ye... siapa juga yang molor.” Bentak Alexa dari dalam. Anthony lalu melirik ke dalam
“apa, gak usah lihat-lihat aku sumpahin bintitan biar ****** sekalian.”
“Ya elah, jahat amat jadi adek.” Ujar Anthony sambil nyengir
“Kenapa?” Tanya Nicholas kemudian setelah puas tertawa mendengar perdebatan adik dan kakak ini.
“Mumpung lo ada di sini, marilah sesama cowok kita ngegame dulu malam ini. Jarang-jarang lho gue main game ada temennya kayak gini. Gak lagi ada jadwal kan?” Ucap Anthony dengan nada meledek di akhir kalimatnya.
Alexa hanya mengerutkan alisnya heran, tak mengerti maksud kakak nya. Berbeda dengan Nicholas ia hanya terkekeh lalu merangkul pundak Anthony.
“Udah ayo buruan, virus lo. Pengen cepet-cepet gue matiin di game nanti.”
“Gak usah kepedean lo!” Decak Anthony. Lalu mereka berdua pergi dari kamar Alexa setelah Nicholas berpamitan dengan nya.
##
Jam sudah menunjuk tepat di angka jam 12 malam dan Nicholas baru selesai main game bersama Anthony. Lalu ia segera masuk ke kamar dan melihat Alexa sudah tertidur.
Nicholas kemudian merebahkan tubuhnya di samping Alexa. Tangan nya mulai menyentuh dan membelai pipi istrinya itu.
"Kamu tau gak, tadi aku lihat kamu di kasih bunga sama Calvin." Nicholas masih mengusap pipi Alexa,
"aku ngerasa kesel banget sama dia, karena udah lancang banget sama istri aku." Kini Nicholas mengecup pipi Alexa.
"Kalo kamu mau bunga, aku bisa kasih lebih kok dari dia." Nicholas terkekeh, menertawakan dirinya sendiri
" kamu jangan dekat-dekat lagi sama dia ya, aku gak suka. Kamu ini milikku dan akan slalu jadi milikku." Kecupan itu mendarat lagi kini di kening Alexa.
Nicholas menarik selimutnya lalu tidur sambil memeluk Alexa.
hai salam dari penulis amatir guys 😁..