Get Married!

Get Married!
31. Ketidaktahuan



Happy reading !!


##


"Gila mampuus!" Gerutu Alexa


"Jangan ngomong gitu ah, gue belum siap lihat lo mampuus~,aduh." Keysa berteriak akibat mendapat satu pukulan dari tangan Alexa


"Mulut lo mau gue bikin mampuus." Alexa duduk dengan kesal. " Kalian belum tau ya?"


"Apa?" Sahut Mily dan Keysa bersamaan.


"Sekarang mending ambil skripsi kalian di meja pak Johan. Gue jamin lo pada langsung syok."


"Gue gak mungkin syok, sejak awal pembuatan skripsi gue udah set anti syok jantung gue." Sahut Keysa.


Dasar ya si Keysa terlalu santuy, belum ngrasain aja tuh nyungsep di akhir.


"Tunggu dulu, hm... coba gue terawang." Ucap Mily sambil memejamkan matanya dengan telunjuk nya yang berputar di pelipis kanan nya


"di coret semua, ya?" Tebak Mily.


"Wah! gila si monyet bener lho." Mily menepuk-nepuk dadanya bangga. "Benar sekali, kok lo tau sih? jangan-jangan lo bisa baca pikiran ya, Mil." Ucap Alexa antusias.


Kayaknya gak perlu kemampuan khusus deh buat nebak hal semacam itu.


"Bukan baca pikiran, Lex. Tapi dari skripsi lo nih." Ucap Mily sembari menunjuk skripsi Alexa di atas meja.


"Lagian lo kok gak bawain punya kita sekalian sih."


"Kata pak Johan di suruh ngambil sendiri-sendiri, soalnya dia bakalan ngasih siraman rohani begitu." Alexa terkekeh menggoda kedua teman nya.


"Di kasih hati mau deh gue." Celetuk Keysa yang membuat mereka bertiga tertawa.


Ya begitulah, kalo masalah skripsi mungkin jalan Alexa dan kedua teman nya gak akan semulus kulit mereka. Biar tau rasa deh mereka.


"Minta perhatian nya dong guys!" Seru ketua kelas Alexa.


"Gue selaku ketua BEM mau bentuk anggota buat acara mahasiswa baru nanti, kira-kira siapa yang mau ikut."


Lima orang tunjuk tangan dan itu cowok semua.


"Kok cowok semua sih, ceweknya mana?"


"Ya iyalah cowok semua, secara mereka kan cuma pengen lihat calon dedek-dedek gemes mereka." Celetuk Keysa yang membuat seluruh kelas tertawa.


"Nggak bisa dong, gue pengen ada ceweknya juga. Lo gimana mau ikut gak? sekalian ajak Alexa sama Mily tuh."


"No, no, no!!" Sela Alexa cepat. "Jangan gitu dong, gue udah pusing ngurus skripsi, gak ada waktu kalo di tambah buat ngurus calon dedek-dedek gemes."


"Ngurus suami juga ya, Lex." Sahut Steve, yang di sambut tawa seisi kelas.


"Nah... tuh kalian juga tau." Kata Alexa dengan nada sombong.


Tentu saja membuat seisi kelas menyorakinya. Apa-apaan tuh mentang-mentang sekarang udah jatuh cinta beneran sama Nicholas berani bilang begitu. Gak inget kali ya dulu-dulu gimana.


Keributan kelas Alexa terus berlanjut karna kebetulan di jam kedua mata kuliah mereka dosen nya gak masuk. Tentu saja semua keributan itu akan berakhir jika ada teman cewek sekelas Alexa yang berbaik hati dan sukarela ngikutin kemauan ketua kelas nya itu.


###


"Pak." Nicholas menghentikan langkah nya dan menatap sumber suara.


"Iya, Bel."


"Ini buat bapak." Bella memberikan sekotak Brownies. "Kebetulan mama saya baru buka toko kue hari ini, jadi sekalian saya bawain buat pak Nicholas." Bella tersenyum manis di akhir kalimat nya.


"Kalo gitu, ayo bawa masuk ke ruangan saya aja. Kita cobain Brownies nya sama-sama." Ajak Nicholas.


"Eh?!" Bella mendadak gugup mendengar ajakan Nicholas.


"Kenapa diam saja? Ayo." Ajak Nicholas lagi, kini dirinya sudah sampai di depan pintu. Dan Bella hanya mengangguk kikuk sembari mengikuti di belakang Nicholas.


Bella membukakan Brownies tersebut agar Nicholas bisa langsung memakan nya.


"Hm... enak ya, manisnya pas. Ini buatan mama kamu sendiri?" Tanya Nicholas setelah ia menggigit sepotong Brownies nya.


"Iya, Pak. Kalo bapak suka saya bisa bawain setiap hari, Pak."


"Gak usah." Nicholas menelan gigitan terakhirnya, "nanti saya mampir sendiri aja kalo mau beli."


Bella menegang saat di perhatikan Nicholas apalagi sambil tersenyum, bagi Bella senyuman itu memiliki arti lebih untuk nya.


"Kamu juga makan dong, ini udah jam makan siang kan." Imbuh Nicholas.


"I-iya, pak." Ucap Bella.


Kemudian mereka makan siang dengan sekotak Brownies itu bersama di dalam ruangan Nicholas. Bella yang menganggap kebaikan Nicholas itu mempunyai makna yang lebih, membuat dirinya memiliki keberanian untuk mulai bercerita tentang kehidupan nya dengan atasan nya tersebut.


"Sejak papa dan mama saya bercerai, mama saya harus jadi tulang punggung keluarga saya. Sebenarnya saya juga kasihan, tapi saya sudah bertekat untuk melanjutkan kuliah agar bisa dapat pekerjaan yang gajinya besar." Nicholas hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar cerita Bella. "Jadi saya pengen cepet lulus kuliah habis itu kerja, supaya mama saya gak harus bekerja keras lagi."


"Tapi kamu kan juga bisa bantuin toko kue mama kamu, siapa tau nanti bisa jadi toko terkenal dan punya banyak pelanggan." Ujar Nicholas memberi pendapat.


"Betul juga sih, Pak. Tapi belum tau juga sih. Ya moga-moga aja toko kue nya bisa laris terus."


"Kamu anak yang berbakti banget ya sama orang tua, kelihatan sayang banget sama mama kamu." Ucap Nicholas sambil tersenyum menatap Bella.


Jantung Bella tiba-tiba berdegup sangat keras melihat senyum Nicholas.


Tiba-tiba suara ponsel Nicholas berbunyi tentu saja membuat Bella sangat terkejut. Untung saja Nicholas tak melihat nya.


Nicholas membuka pesan yang ternyata dari istrinya tercinta, isi pesan nya tak lain hanyalah cerita kekesalan Alexa yang dialaminya selama di kampus. Tentu saja, memang nya mau apalagi kalo bukan soal itu. Nicholas yang memang sudah hafal dengan sifat Alexa hanya tersenyum-senyum saat membaca pesan Alexa tersebut.


"Kenapa, Pak? Dari pacarnya ya sampe senyum-senyum begitu?" Tanya Bella polos.


"Bukan." Nicholas masih tersenyum sambil membalas pesan Alexa,


"Pacar apaan? saya gak punya pacar, jangan buat gosip yang aneh-aneh ya." Imbuh Nicholas saat ia meletakan ponselnya ke saku jas nya.


Menurut Nicholas, Bella tadi hanya menggodanya saja, makanya Nicholas membalas nya dengan santai. Lagian seluruh orang kantor ini sudah tau kalo dia sudah punya istri, makanya dia tak begitu peduli dengan ucapan Bella.


Eh tapi Bella bukan orang kantor lho, dia kan cuma anak magang. Nah lo...


##


jangan lupa like ya! ajak yang lainya buat baca juga boleh, biar gue tambah semangat nulis nya..


salam dari penulis amatir ❤️