Get Married!

Get Married!
6. Pertunangan itu terjadi



Happy reading !!


##


Sejak pagi tadi Alexa sudah tampak murung. Dia memasuki kelasnya dengan langkah lunglai dan malas. Bahkan yang biasanya di tengah perjalanan kalau ada yang menggoda atau menyapa Alexa, setidaknya ia akan membalasnya walaupun hanya dengan senyum kecil ataupun anggukan. Kali ini tidak, sama sekali tidak.


Bahkan ketika kelas di mulai dan dosen mulai mengajar pun ia masih belum membuka suaranya.


Dan setelah dosennya keluar. Barulah, Alexa meluapkan apa yang ia tahan sejak pagi tadi.


"Huaa... gue harus gimana?!" Teriak Alexa, sampai mencuri perhatian beberapa teman kelasnya yang hendak keluar kelas.


"Ya ampun, kenapa sih lo? mana muka lo jelek banget sih sumpah. Kayaknya lo bukan Alexa deh." Ucap Keysa dengan tatapan aneh ke Alexa.


Alexa tentu saja semakin berteriak histeris setelah mendengar ucapan Keysa. Bukannya menenangkan tapi malah menyalahkan.


"Gue belum siap buat nanti malam. Gue belum siap tunangan terus nikah." Keysa dan Mily mendengarkan ocehan Alexa sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Gimana nasib gue nanti? Impian gue masih banyak. Gue gak siap pokoknya, GAK!!" Alexa berteriak di akhir kalimatnya, membuat Keysa dan Mily sampai menutup telinga.


"Cantik, jangan teriak-teriak gitu dong. Slow aja, biar cantik, cetar, membahana." Sahut salah satu teman cowok Alexa yang bernama Steve. Sebenarnya namanya itu Steven. Berhubung dia cowok yang agak gemulai jadi dia cuma mau di panggil Steve.


"Diem lo! siapa yang nyuruh lo ngomong? gue belum selesai bicara, dasar ubur-ubur." Steve hanya memasang wajah cemberut lalu mengambil kaca dari sakunya.


"Dan, buat lo semua yang masih ada di sini. Siapapun yang denger ocehan gue kalian semua dilarang keras untuk menyela!" Padahal yang di kelas tinggal ada Keysa, Mily dan Steve. Emang suka lebay deh Alexa.


"Gue kesel banget hari ini. Kalo bisa gue minta mati, sehari ini aja gue ikhlas."


"Yakin sanggup masuk neraka, shay?" Sela Steve yang masih berkaca.


"Eh... jangan dong. Gue skip bagian nerakannya. Eh... lo!" Teriak Alexa membuat Steve, Keysa dan Mily kaget.


"Anjiir! ni mulut kalo kumat ngalahin petasan deh." Ucap Mily.


"Gue bilang dilarang keras menyela, gue belum selesai. Gue kesel, gue belum siap buat nanti malam, Steve..." Steve menatap Alexa,


"lo gantiin gue mau nggak, gue bayar deh. Lo minta apaan skincare mahal atau perawatan di salon mahal, gue siap."


"Mau, mau, mau..." Ucap Steve antusias.


"Woy, hello! gini nih orang-orang yang waktu pembagian otak pada gak bisa diem. Otaknya jadi geser ke dengkul." Ucap Keysa sebal, membuat Alexa dan Steve memandangnya heran.


Gimana ceritanya ya, otak geser ke dengkul.


"Lex, gue gak tau kadar kewarasan lo masih atau gak? Setidaknya kalo elo nyuruh orang buat gantiin lo itu yang beneran dikit dong. Jangan dia!" Keysa menunjuk Steve, hingga membuat Steve sedikit kaget.


"Harusnya ... gue lah." Dan kalimatnya di akhiri dengan tawa jahatnya.


Mily terkekeh mendengar ucapan Keysa.


"OMG, otak lo gak ada bedanya sama mereka, Key." Mily masih terkekeh.


"Alexa ku, kalo saran gue apapun yang terjadi lo harus dan kudu siap dengan semua itu. Yang bener aja dong lo nyuruh orang buat gantiin lo." Mily makin menggeser tubuhnya ke dekat Alexa.


"Kalo muka bisa di blur kayak di film-film gitu gak apa-apa sih."


Sepertinya tidak ada jawaban yang benar dari semua teman Alexa.


"Di blur? lo jangan samain kayak di Tv dong, lo kira penjual bakso borak. Pakai masker aja deh, pakai masker." Sela Alexa yang ternyata sama aja jawaban nya, sama gak masuk akalnya.


Duh... mereka sebenarnya kuliah atau cuma main doang sih? masih ****** aja.


"Ya kali, mana ada orang lagi acara spesial gitu malah pakai masker. Makin ngaco lo." Ucap Mily.


Sepertinya percuma juga, mau bagaimanapun nggak ada yang bisa membantu mencari jalan keluar untuk Alexa. Secara pada gesrek semua sih otaknya. gemes deh!


##


Akhirnya malam itu pun terjadi. Di sebuah gedung mewah pertunangan Alexa dan Nicholas akan segera berlangsung. Banyak sekali tamu penting dari Papanya Alexa maupun Papanya Nicholas.


Bahkan terlihat beberapa media juga ikut meliput, tak mau ketinggalan dengan berita ini. Berita penting soal anak orang tersohor di negara ini.


"Aduh, anak Mama. Cantik banget sih. Mama gak nyangka deh punya anak kayak kamu."


"Ma..." ucap Alexa malas.


Dia belum bisa di ajak tertawa. Rasanya seperti orang-orang di sekitar seolah tak menganggapnya ada.


"Apalagi di tambah senyum pasti makin cantik." Imbuh Mama Alexa.


"Ma... Alexa belum siap."


"Sayang, dengerin Mama. Kamu harus nurutin permintaan Papa kamu. Lagian udah begini kamu mau batalin acaranya, nanti kamu sendiri yang malu."


Benar juga, mana mungkin Alexa rela mempermalukan dirinya sendiri. Nggak rela dong image nya jelek di mata orang lain.


"Apa semuanya sudah siap? acara akan segera saya mulai." Ucap seorang pria memasuki kamar Alexa.


Diana hanya memberi isyarat anggukan kepala sambil tersenyum lalu melihat putrinya yang masih cemberut.


"Senyum nak".


"Hii..." Alexa menatap Mamanya sambil memamerkan deretan gigi rapinya.


"Jangan meringis gitu dong, kamu mau buat Nicholas takut."


Alexa tersenyum kecil.


"Biarin aja takut Ma, biar dia gak mau nikah sama aku." Diana hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Alexa.


Acara pertunangan pun di mulai dan kini sudah saat nya Alexa dan Nicholas saling bertukar cincin.


Nicholas yang sudah lebih dulu naik ke atas panggung terlihat sangat santai.


Berbeda dengan Alexa yang justru merasakan gemetar akibat grogi. Apalagi saat namanya di panggil dan dia harus berjalan melewati sekumpulan orang-orang yang terus menatapnya.


Dengan di balut gaun berwarna navy dan tatanan rambut yang rapi tergulung ke atas. Membuat bahu dan leher jenjang Alexa terekspos.


Untuk beberapa saat Nicholas tampak terpana dengan penampilan Alexa malam ini. Kini Alexa sudah berdiri tepat di hadapan Nicholas. Sesaat mereka saling pandang saling menatap satu sama lain.


Harus Alexa akui kalo Nicholas memang tampan, dengan balutan setelan jas yang berwarna senada dengan gaunnya. Berdiri tegap di atas panggung terlihat sangat gentle, bahkan dia bisa bersikap santai seperti itu di saat seperti ini. Sangat berbanding balik dengan dirinya.


Nicholas yang juga kagum dengan penampilan Alexa tiba-tiba melempar senyum manis nya ke Alexa. Membuat Alexa semakin senam jantung di atas panggung.


'Gak usah senyum kampret, gak tau gue nahan grogi apa'. Batin Alexa.


Di pandu pembawa acara Alexa dan Nicholas akhirnya berhasil saling bertukar cincin, dan ya pertunangan itu berjalan sangat lancar.


"Beri tepuk tangan semuanya, selamat Alexandria Valeria Louis dan Nicholas Imanuel Douglas resmi bertunangan".


Semua tamu yang hadir pun bertepuk tangan. Dan pastinya di antara kerumunan tamu undangan itu tentu ada 2 sosok yang selalu penasaran dengan sosok Alexa yang akan menjadi istri Nicholas.


Ya, mereka Eric dan Mike.


"*****, gila-gila! itu cewek cantik banget seksi man. Beruntung kali itu kampret dapat cewek cakep." Ujar Eric yang dari kemarin sangat penasaran


"Bener Ric, gue kalo jadi Nicholas mau langsung nikah aja deh ribet pakai tunangan segala." Sahut Mike


"Gue tau apa yang saat ini lo pikirin Mike, gue sangat tau apa isi kepala kosong lo ini." Ucap Eric sambil memukul kepala Mike.


"Shit!" Umpat Mike.


"Gue juga tau kalo pikiran lo sama kayak gue." Lalu mereka tertawa bersama.


Acara pun masih berjalan saling mengucap selamat dan sebagainya. Alexa yang terpaksa harus melebarkan senyum nya untuk beberapa jam itu makin kesal dan berharap semua cepat selesai.