
Nicholas memutuskan untuk segera membawa Alexa keluar dari dalam ruangannya dan mengantarnya pulang, sebelum ia hilang kendali. Alexa benar-benar marah setelah mendengar ucapan Bella. Dia bahkan sudah mengumpat habis-habisan sepanjang perjalanan pulang nya dengan Nicholas.
Kini mereka berdua sudah sampai di dalam rumah, Alexa membuka pintu kamar nya dengan kasar.
"Gila ya! itu orang memang nya nggak tau kalo kamu udah nikah?! Atau emang dia pelakor!" Teriak Alexa.
"Aku kira dia udah tau kalo aku udah nikah, nggak taunya malah ..."
"Apa?!" Alexa memotong ucapan Nicholas. "Jadi selama di depan dia kamu gak pernah bilang kalo kamu udah punya istri?" Alexa menatap tajam Nicholas. "Pantas saja dari tadi dia muji kamu terus, ternyata ini alasannya kamu gak pernah ngomong kalo kamu udah punya istri." Alexa memukul lengan Nicholas.
"Alexa aku gak tau apa-apa kamu jangan ikut nyalahin aku dong." Ujar Nicholas membela dirinya sendiri.
"Gak salah kata kamu! justru kalo dari awal kamu bilang kamu udah punya istri gak mungkin dia suka sama kamu. Kamu pasti ganjen sama cewek bangsaat itu!" Maki Alexa, emosinya benar-benar tak bisa ia tahan sedikitpun.
"Aku gak pernah ganjen sama siapapun, sayang. Selama ini aku cuma anggap dia seperti karyawan biasa. Gak ada perlakuan lebih." Nicholas masih berusaha menjelaskan, dia masih mencoba untuk bersabar dan membujuk agar istrinya percaya.
"Halah alasan! Lagian mana aku tau keadaan yang sebenarnya kaya gimana? Aku kan gak pernah tau kegiatan kamu di kantor ngapain aja. Jangan-jangan selama ini kamu udah tau perasaanya terus kamu diem aja. Jadinya tuh cewek gak tau diri dan menganggap kamu juga punya perasaan sama dia!" Alexa menatap kesal ke arah Nicholas.
Nicholas mengusap wajahnya kasar.
"Aku juga baru tau tadi tentang perasaanya ke aku, sayang. Sumpah! mana mungkin aku bohongin kamu. Lagian kalo pun dia suka sama aku, aku juga gak bakalan suka sama dia."
"Bohong! aku tau kamu itu dulu cowok kayak apa. Gak mungkin kamu gak tergoda kalo di deketin terus sama cewek lain." Alexa merasa gemuruh di dadanya semakin menumpuk.
Matanya mulai memanas ia ingin menangis. Tapi untuk apa dia menangis apalagi dengan masalah seperti ini?
"Alexa kamu jangan samain aku dengan yang dulu. Sejak menikah sama kamu aku udah berubah Alexa. Aku gak mungkin tega nyakitin kamu. Kamu udah menjadi bagian hidup aku." Setetes air mata Alexa akhirnya lolos membasahi pipinya.
Hatinya terasa teriris mendengar ucapan suaminya itu. Namun saat ini ia benar-benar sangat kesal dan marah. Bahkan tadi rasanya kalau Nicholas tak langsung membawanya pergi, ingin sekali Alexa menampar wajah wanita itu. Apalagi setelah Alexa tau kalo dia adalah Bella, wanita yang dulu. pernah membuatnya cemburu. Ingin sekali Alexa menekan kan kata kalau Nicholas adalah milik nya.
"Aku benci sama kamu!" Air mata Alexa semakin tak bisa ia bendung. Sekeras dan semarah apapun diri nya, tetap saja ia seorang wanita. Alexa juga memiliki hati yang rapuh.
Ia sangat sakit mendengar kenyataan langsung dari seorang wanit, yang menyukai suaminya. Apalagi di depan nya secara langsung.
"Sayang jangan begini, aku mohon." Nicholas mendekat ke arah Alexa lalu membawanya ke dalam pelukan nya, "aku minta maaf kalo aku salah, aku minta maaf. Kamu jangan ngomong begitu."
"Kamu gak tau perasaanku, hatiku sakit banget Nicho saat denger ucapan cewek sialan tadi!" Alexa berteriak histeris dalam pelukan Nicholas.
"Aku tau, aku tau yang kamu rasain." Nicholas mempererat pelukan nya, "aku bahkan lebih sakit lihat kamu nangis seperti ini, jangan menangis, sayang." Nicholas mengecup pundak kepala Alexa.
"Kamu jahat! Aku benci kamu! Aku benci sama cewek brengsek itu!!" Alexa berteriak di dalam dada Nicholas sambil memukuli dada suaminya itu.
"Alexa aku mohon maafin aku."
Ini pertama kalinya Nicholas merasakan hatinya sangat teriris melihat orang yang dia sayangi menangis kesakitan. Nicholas gak pernah menyangka kalau ternyata kejadian nya akan seperti ini. Kalo pun ia tau mungkin sejak awal ia tidak akan pernah menerima Bella magang di kantornya.
Kalo saja Nicholas tau kalo kehadiran Bella ternyata mampu menyakiti hati istrinya, dia tak akan pernah membawa Alexa ke kantornya dan bertemu dengan Bella.
Nicholas merasa sangat bersalah. Salah karena sudah membuat istrinya merasa tersakiti.
##
Alexa masih diam di kamarnya, sejak kemarin ia tak mau berbicara dengan Nicholas. Bahkan ia sama sekali tak pernah menjawab saat Nicholas bertanya maupun berbicara padanya.
"Sayang makan dulu yuk, udah jam segini." Nicholas duduk di tepi ranjang kasurnya di samping Alexa.
Namun Alexa tak sedikitpun ada niat untuk menjawab pertanyaan Nicholas. Matanya terlihat merah dan bengkak akibat menangis.
"Sayang." Panggil Nicholas lagi.
Sumpah demi apapun, hati Nicholas benar-benar teriris melihat sikap Alexa,
"kamu boleh marah sama aku, tapi kamu harus makan ya."
Masih tak bergeming. Alexa membuang mukanya ke arah lain jauh dari pandangan Nicholas. Membuat Nicholas frustasi.
"Aku lebih baik kamu maki, kamu pukul, kamu tampar atau apapun caramu yang bisa buat aku terluka!" Hati Alexa terasa miris mendengar kalimat Nicholas.
"Aku lebih baik merasa sakit di fisik aku Alexa, dari pada harus lihat kamu seperti ini. Aku gak bisa lihat kamu diamin aku begini, aku gak bisa, gak bisa!" Nicholas meraih tangan Alexa, "kamu tampar aja aku sesuka kamu, pukul wajah aku! Jangan diam begini, sayang. Jangan!"
Air mata Alexa menetes lagi. Ia tak berniat membuat Nicholas sekacau ini tapi kenyataan nya sekarang hatinya memang sedang sakit. Alexa sendiri bahkan tak tau harus berbuat apa.
"Atau kamu mau aku maki-maki Bella sekarang, aku bakalan lakuin itu asal bisa buat kamu mau bicara sama aku." Nicholas menangkup wajah Alexa yang sudah penuh dengan air mata. " Kamu mau aku apain Bella? kamu bilang sama aku. Aku bakal lakuin semua keinginan kamu."
Alexa tak bisa menahan isak tangisnya saat sorot mata Nicholas menatap nya. Memang saat ini hatinya masih sakit, namun rasanya semakin sakit saat melihat suaminya itu bersedih dengan kelakuannya saat ini.
Ini bukan sepenuhnya salah suaminya, ini salah wanita brengsek itu yang sudah kurang ajar menyukai suaminya.
"Maafin aku, sayang." Alexa semakin terisak menatap Nicholas. Lalu dengan cepat ia memeluk tubuh Nicholas.
"Jangan tinggalin aku." Suara Alexa terdengar parau di ikuti dengan isak tangisnya. Ia memeluk erat tubuh Nicholas dan menangis di dalam pelukan nya.
Seegois dan sekeras apapun keinginan dirinya untuk membenci Nicholas, tetap saja hatinya tidak akan mungkin bisa untuk membenci sosok suami yang sangat ia cintai itu.
##
Duh, baper nggak nih??
Nicholas sayang banget ya sama istrinya.
Si Alexa persis kayak gue kalo lagi marah juga suka begitu. Bisanya cuma diam, terus diam diam nangis, hahaha
jangan lupa like nya ya guys