
"Nanti mau makan siang bareng?". Tanya Nicholas sembari berjalan ke luar rumah nya.
"Um gak usah, ntar aku makan sama temen-temen aja".
"Ya udah aku kerja dulu ya". Nicholas mengecup kening Alexa
"Tunggu dulu". Alexa menarik Nicholas hingga menunduk. kemudian jarinya bergerak di jidat suaminya. "Milik Alexa".
Nicholas tersenyum saat pandangan nya bertemu dengan manik huzle istrinya.
"Iya". Lalu sebuah kecupan mendarat di bibir Alexa.
Sejak kejadian dengan Bella waktu itu, Alexa menjadi sedikit takut jika di luar sana akan banyak Bella-Bella yang lain. Walaupun kini keadaan nya sudah membaik dan Bella juga sudah berhenti magang. Namun rasa takut dan kesal akan kejadian itu masih menyisa di ingatan Alexa.
Tepat pukul 1 siang Alexa beserta kedua teman nya Keysa dan Mily tiba di restoran favorit mereka. Setelah mendapat 2 mata kuliah tentu saja perut mereka sangat lapar.
"Gak terasa ya skripsi kita hampir selesai, sekarang gue jadi takut nunggu sidang nya nih". Ujar Keysa
"Berasa kayak pidana banget ya harus sampe takut begitu?". Tanya Alexa meledek
"Halah lo gak usah sok santuy deh. Gue tau lo juga takut kampret". Alexa terkekeh mendengar kekesalan Keysa.
Seorang pelayan kemudian datang membawa pesanan mereka.
"Mil, lo mau tambah jadi gendut beneran ya?". ucap Keysa kaget
"Habis nya gue laper, biarin gue gendut yang penting cantik. Asek". Mereka bertiga terkekeh sembari menikmati makan siang mereka.
Tiba-tiba di tengah ke asyik kan mereka. Alexa melihat Bella masuk dari pintu, tentu saja membuat raut wajah ayu nya berubah drastis. Dan tampak nya Bella juga menyadari keberadaan Alexa. Dia terlihat salah tingkah saat pandangannya dan Alexa saling bertemu.
"Kenapa muka lo, gak enak ya makanan nya?". Tanya Mily bingung karna tiba-tiba wajah melihat wajah teman nya berubah suasana.
Alexa menghela nafas sesaat lalu menatap serius ke arah Keysa dan Mily.
"Sebenarnya gue gak mau orang lain tau urusan gue, karna gue juga gak mau tau urusan mereka. Tapi". Alexa memberi jeda. "Untuk yang satu ini gue harap kalian jangan ikut campur".
Kini Bella terlihat sudah duduk dia tak sendiri. Dia juga datang bersama teman nya. Namun entah kenapa tiba-tiba ia berdiri dan menatap ke arah Alexa, dan Alexa semakin kesal ketika wanita itu kini mulai berjalan ke arah nya.
"Ikut campur maksut nya?". Keysa dan Mily saling tatap tak mengerti.
"Maaf mbak Alexa, boleh ngomong sebentar". Sebuah suara membuat Mily dan Keysa langsung menoleh. Lalu mereka menatap Alexa yang malah memasang wajah jutek nya.
"Lo gak tau gue lagi makan". Nada tak suka itu terdengar jelas dari mulut Alexa
"Iya mbak, saya cuma mau ngomong sebentar". Bella meremas jari-jarinya sendiri.
"Gue udah bilang, gue lagi makan lo jangan ngrusak acara makan gue dong. Gue laper nih, lihat muka lo jadi hilang selera makan gue". Keysa dan Mily sangat tak mengerti dengan kelakuan Alexa. Apalagi mereka melihat cewek yang berbicara dengan Alexa terlihat sedikit ketakutan.
Untung saja keadaan restoran nya sudah tak begitu ramai karna sudah bukan jam makan siang. Jadi hanya ada beberapa orang saja yang mencuri pandang melihat kejadian di meja mereka.
"Kenapa sih Lex?, dia kan mau ngomong". Ucap Keysa kemudian karna dia sudah merasa sangat gemas dengan keadaan.
"Oh ya kalian belum tau ya". Alexa memicingkan bibirnya. "Kenalin ini Bella, cewek yang udah berani suka sama suami gue".
Sontak Keysa dan Mily langsung melotot dan menatap ke arah Bella. Mungkin keadaan tersebut sangat membuat Bella sangat tersudut dan terasa mengintimidasi nya.
Namun yang perlu Bella tau bahwasanya, Alexa memanglah bukan sosok seperti cewek-cewek baik berhati malaikat. Yang akan bilang ya aku maafin kamu ini cuma salah paham kok, bukan ya. Alexa itu keras kepala dan sangat lekat dengan perlakuan badass nya.
"Saya cuma mau minta maaf mbak, saya benar-benar gak tau". Ucap Bella sebelum kedua teman Alexa membuka suara
"Gue gak butuh maaf lo, dan gue juga gak mau lo nongol lagi di depan gue!". Ketus Alexa
"Tapi saya merasa salah mbak~".
"Saya benar-benar minta maaf mbak Alexa, tolong maafin kelancangan saya". Mohon Bella
Percuma Bell, gak mungkin mempan di hadapan Alexa. Orang suaminya aja harus dia diemin dulu sampe dia kapok Alexa diemin.
"Lo budeg ya!". Bentak Alexa
Tentu saja Keysa dan Mily harus segera ikut campur dan melanggar permintaan Alexa tadi. Bagaimanapun juga mereka gak mau Alexa kelewat batas. Secara mereka tau gimana sifat teman nya itu.
"Udah Lex tenang". Ucap Mily, "dan buat mbak nya mending pergi aja kalo gak mau sakit hati".
"Tapi saya cuma mau minta maaf". Mata Bella mulai berkaca-kaca. Duh kok jadi kasihan banget ya
"Lo gak denger apa yang di katain temen gue ya". Keysa sedikit meninggikan suaranya sehingga membuat teman Bella menoleh lalu menghampirinya,
"lo mending pergi aja".
"Kenapa nih temen gue?". Sahut temen Bella yang baru saja mendekat
"Bilang sama temen lo, temen gue gak mau lihat dia". Keysa menunjuk muka Bella, "dia dari tadi ngotot terus gak mau pergi".
"Ya gak usah di bentak-bentak dong". Kata teman Bella
"Gue gak maksut bentak, kalo temen lo ini gak susah di bilangin". Keysa menatap ke arah teman Bella tajam.
Teman Bella kemudian menyenggol lengan Bella.
"Kenapa sih Bell?".
"Aku cuma mau minta maaf sama mbak Alexa, karna udah suka sama suaminya". Jelas Bella dengan setetes air mata yang mengalir membasahi pipi nya
"Temen gue cuma mau minta maaf, kenapa sih ribet banget".
Alexa langsung berdiri dengan wajah kesal
"Heh lo gak usah ikut campur, bacot! ini urusan gue sama temen lo. Mau gue maafin atau gak itu hak gue. Bukan urusan lo". Dia mengucapkan kata-katanya dengan sangat tajam dan jelas ia benar-benar sudah sangat emosi sebenar nya.
"Denger tuh, udah sana pergi kalian. Gangguin orang makan aja deh, gue udah pesen banyak nih masa gak gue makan". Sahut Mily yang sudah mengunyah kembali makanan nya.
"Udah yuk Bell, pergi aja".
"Tapi aku belum di maafin". Ucap Bella sembari menyeka air matanya.
"Ah udah ah ayo". Akhirnya Bella di geret keluar oleh teman nya dengan paksa. Karena kalo tidak pasti Bella gak akan mau di ajak keluar.
Alexa, Keysa dan Mily menatap kepergian 2 cewek itu hingga ke depan pintu.
"Kasihan juga tuh orang Lex". Kata Keysa setelah mereka kembali makan.
"Gue gak peduli". Jawab Alexa penuh penekanan
"Jahat lo".
Kini Alexa menatap tajam ke arah Keysa dan Mily.
"Gue gak peduli sejahat apa diri gue dan sesakit apa hati tuh orang karna makian gue". Alexa memberi jeda sesaat, "karna hati gue lebih sakit dari apa yang cewek brengsek itu rasakan".
Benar juga, mulut bisa saja memaafkan tapi siapa yang tau sakit nya hati seseorang itu sampai mana. Dalam nya hati seseorang gak ada yang tau kan?
gara-gara nulis ini gue jadi kebawa suasana. gue ikutan emosi kalo lihat orang-orang yang sok polos gangguin hubungan orang lain.. haduh maapkeun ya.
like dan vote nya dong guys.. ❤️