
Hai semua...
Kembali lagi.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen!!
Happy reading !!
##
Hari ini Alexa kembali bekerja seperti biasanya. Sekarang dia sudah lebih memahami dan mengerti dengan tugas apa yang harus ia lakukan. Dia sudah jarang sekali meminta bantuan Kakaknya, dia akan lebih memilih mengerjakannya sendiri.
"Pak, ini tugas yang dua hari kemarin." Alexa menyerahkan laporan ke meja Anthony.
Bahkan sekarang dia sudah terbiasa memanggil Kakaknya dengan sebutan Pak ketika berada di kantor.
"Oh ya, pas kamu cuti kemarin Lukas ke sini. Dia meminta laporan terbaru proyeknya. Mungkin hari ini kalau enggak besok dia bakalan ke sini lagi untuk membicarakan yang lebih lanjut."
Mendengar nama Lukas saja sudah berhasil membuat Alexa malas. Baru juga bertemu kemarin, masa hari ini harus ketemu lagi. Alexa hanya berharap semoga kedatangan Lukas bukan hari ini.
Tepat di jam makan siang tiba-tiba Alexa di kejutkan dengan kedatangan Nicholas yang langsung masuk begitu saja ke ruang kerjanya.
"Sayang." Alexa langsung berdiri dan memeluk Nicholas.
"Ampun deh, kalau mau mesra-mesraan jangan di ruangan gue. Cari tempat lain." Sahut Anthony yang kebetulan memang masih setia duduk di kursinya.
Nicholas terkekeh. "Yang sirik bilang aja."
"Kok kamu ke sini, sih?" Tanya Alexa.
Alexa mengajak Nicholas duduk di kursi sofa yang ada di ruangan ini di susul oleh Anthony. Kini mereka bertiga sudah tampak berbincang dengan santai.
"Tadi ada perlu sama Papa." jawab Nicholas.
"Soal pembangunan di wilayah baru itu ya." Sahut Anthony dan Nicholas hanya mengangguk.
"Loh kok aku gak tahu, sih. Kenapa kamu gak bilang kalau ada di sini dari tadi." Alexa memasang wajah cemberut ke arah Nicholas.
Kalau tahu sang suami ada di sini sudah sejak tadi Alexa mencari Nicholas.
"Kamu kan kerja sayang." Ucap Nicholas.
"Tuh, di dengar. Kalau kerja itu harus profesional, jangan ngeluh terus." Imbuh Anthony.
Sebenarnya Alexa malas jika harus berdebat dengan Kakaknya. Jadi dia hanya memilih diam supaya kakaknya itu ikutan diam.
Kakak sialan itu memang bermulut ember.
"Dia gue suruh nanganin satu klien, tapi setiap hari mengeluh aja kerjaannya. Padahal klien nya juga masih baru lho, harusnya kan lebih enak ya nggak, Nich." Jelas Anthony.
Nicholas tersenyum ke arah Alexa. "Jadi bukan hanya di rumah aja ngeluhnya, di kantor pun juga."
Nicholas dan Anthony tertawa bersama kecuali Alexa. Bagaimana tidak, dua orang tersebut kan memang belum tahu saja apa yang membuat Alexa kesal menghadapi klien yang super duper menyebalkan.
"Ya, sabar aja ya, Nich. Anak ini memang bawaan lahir begitu." Imbuh Anthony.
"Kakak!" Alexa sudah sangat kesal dengan kakaknya. Dia lalu menarik lengan Nicholas sampai berdiri. "Lebih baik kita cari makan aja yuk, dari pada ngobrol sama kakak rese ini."
Anthony semakin tertawa. "Jangan lupa, bawain buat kakak."
Alexa yang sudah sampai di pintu ruangannya pun hanya melengos tanpa memperdulikan ucapan Kakaknya.
##
Alexa dan Nicholas memilih makan di restoran terdekat dengan kantor Alexa. Kebetulan memang ada menu favorite Alexa juga di sana.
Mereka menikmati makan siangnya sambil bertukar cerita. Walaupun setiap hari bertemu tetapi Alexa tetap tak pernah kehabisan bahan pembicaraan jika sudah berada di dekat Nicholas.
Begitulah yang Alexa rasakan.
Nicholas adalah sosok suami yang sangat pengertian, mau mendengar segala ocehan Alexa yang kebanyakkan sangat tidak bermanfaat itu. Dan yang Alexa paling sukai dari sosok suaminya adalah Nicholas itu orang yang paling sabar yang bisa menghadapi sifat kekanak-kanakannya.
Nicholas bahkan tak pernah meminta sekalipun agar Alexa bisa merubah sifat kekanak-kanakannya itu. Justru itu yang membuat Nicholas semakin suka dengan Alexa, ya karena sifat manja dan menggemaskannya.
"Nanti pulang jam berapa?" tanya Alexa.
"Sepertinya gak ada lembur, sih. Bisalah pulang lebih awal." Ujar Nicholas.
Alexa tersenyum ke arah suaminya. "Kalau begitu jemput ya?"
"Iya sayang." Tanpa menunggu lama lagi Alexa langsung memeluk lengan Nicholas sebagai tanda terima kasihnya.
Tak sadarkah Alexa kalau mereka tengah berada di tempat umum. Kalau bagi Nicholas sih biasa saja secara dia kan memang selalu cuek dengan yang ada di sekitarnya.
Tetapi bagi Alexa, mungkin saat ini dia sedang tak sadar karena sudah melakukan hal yang sudah membuat dirinya malu sendiri.
Ya begitulah cinta yang bisa menghipnotis setiap insan yang merasakannya. ciahaha.