
Hollaa ada yang rindu??
Jangan lupa Like, Vote dan Komen nya!!
Happy reading !!
##
Setelah mengantar Alexa pulang, Nicholas segera meluncurkan mobilnya menuju ke kantor. Ya, kini hanya Alexa yang di rumah seorang diri. Padahal kalau saja suaminya itu mau mengambil cuti seperti dirinya pasti kan kini bisa berduaan. Tidak seperti saat ini.
Alexa merasa bingung hendak melakukan apa. Akhirnya dia hanya bisa duduk di depan televisi sembari di temani beberapa toples camilan.
Saat asyik menonton siaran televisi Alexa merasa ponselnya terus bergetar. Ia segera mengambilnya lalu menatap nama di penelepon.
Lukas.
Mau apa manusia itu menelfon Alexa saat ini. Menganggu saja.
Dengan malas Alexa menggeser tombol hijaunya, lalu mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Kenapa?" tanya Alexa malas.
"Lo dimana sekarang?" Tanya Lukas dari seberang sana.
Alexa hanya mendengus. "Di rumah lah." Ketus Alexa.
"Astaga! Kenapa masih di rumah jam segini. Memangnya kamu nggak kerja?"
"Ye... terserah gue lah. Iya, gue memang nggak kerja hari ini. Gue ambil cuti." Jelas Alexa dengan nada kesal.
Orang bernama Lukas itu kenapa bawel sekali sih? Nggak di kantor, nggak di rumah kerjaannya hanya mengganggu waktu Alexa saja.
"Apa? Kenapa lo nggak bilang. Gue udah di depan kantor lo! Rencananya gue mau bahas soal proyek kita. Lo gimana sih?"
Alexa menjauhkan sedikit ponselnya dari telinga ketika Lukas terus saja mengoceh. "Dih... Nggak ada urusannya sama lo. Ngapain gue harus bilang ke lo kalo gue cuti. Nggak penting!"
"Enak aja nggak penting! Terus gue gimana sekarang? gue udah capek-capek ke kantor lo tapi elo nya malah nggak berangkat."
Untung saat ini Alexa tidak sedang berhadapan langsung dengan Lukas. Kalo iya, sudah pasti pria itu akan Alexa pukul habis-habisan. Jadi cowok ribetnya melebihi anak perawan yang minta nikah.
"Kan ada Kak Anthony. Lo minta tolong aja sama dia, dan satu lagi jangan telfon gue lagi! Gue udah pernah bilang kan, kalo di luar jam kantor gue nggak mau di ganggu." Ujar Alexa memperingatkan.
"Hello... Ini jam kantor kali! Lo nya aja yang sok-sokan lari dari tanggung jawab lo. Jangan mentang-mentang cuti terus lo bisa lepas tanggung jawab, ya."
"Nggak bisa! Gue maunya sama lo!"
Seketika Alexa langsung melotot sembari memandang layar ponselnya. Sudah gila orang ini. Lalu Alexa mendekatkan ponselnya ke telinganya lagi.
"Udah ah... Cerewet banget lo! Pusing gue dengar suara lo. Sekarang lo temuin aja Kak Anthony, minta tolong sama dia. Gue lagi nggak mau di ganggu. TITIK!" Alexa menekankan kata terakhirnya sebum menutup sambungan telefon dari Lukas.
Tentu Alexa tak lupa mematikan notifikasi pada ponselnya supaya Lukas tidak bisa mengganggunya lagi.
"Hallo... Hallo, Lex." Lukas mendengus saat Alexa sudah menutup sambungan telefonnya.
Ia mengusap wajahnya kasar. "Siaal! Kenapa cuti segala sih dia." Lukas bari menyadari sesuatu. "Tunggu dulu... Kenapa gue kesal setelah tau Alexa cuti. Kan benar yang dia omongin tadi masih ada Pak Anthony. Ah... come on Luk! focus."
Lukas segera masuk ke kantor milik keluarga Alexa dan segera mencari Anthony untuk membicarakan masalah proyek.
##
Sore hari tepat pukul lima. Nicholas sudah tiba di rumahnya. Ia segera masuk dan mencari keberadaan istrinya. Karena ia sama sekali tak menemukan istrinya ada di bawah ia pun segera berjalan menaikki tangga menuju kamarnya.
Nicholas segera membuka pintu kamarnya. Namun, Alexa tak terlihat ada di atas ranjangnya. Ia pun segera masuk dan menutup pintunya. Nicholas berniat mandi karena merasa badannya sudah tak nyaman. Ketika langkahnya sampai di depan kamar mandi. Ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandinya.
Sepertinya Alexa sedang mandi. Nicholas mencoba membuka pintu kamar mandinya dan ternyata tidak di kunci oleh Alexa. Nicholas hanya tersenyum seraya berjalan masuk ke dalam.
Nicholas langsung melihat Alexa yang tengah mandi di bawah guyuran shower. Ah... Tiba-tiba saja juniornya segera bereaksi ketika melihat tubuh polos Alexa yang penuh sabun itu di guyur oleh air dari shower.
Nicholas segera melepas semua pakaiannya lalu masuk ke sekat tempat Alexa mandi. Dan sepertinya Alexa tak menyadari kedatangan Nicholas. Nicholas segera menempelkan tubuhnya di belakang Alexa dengan lengan melingkar di perut Alexa.
Seketika Alexa kaget karena ulah Nicholas. Ia hendak berbalik namun Nicholas menahannya lalu menyerukan kepalannya ke tengkuk Alexa.
"Kamu selalu berhasil menggodaku, sayang." Ucap Nicholas dengan suara beratnya yang seksi.
Bibir Nicholas segera mengecupi pundak Alexa.
"Nicho..." Desah Alexa. Ia dapat merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana menyentuh dirinya.
Tangan Nicholas mulai bergerilya menjelajah tubuh polos Alexa. Ia mendorong tubuh Alexa hingga menempel ke sekat dinding kaca. Lalu tangannya kembali beraksi.
"I'am come in, honey..."
To be Continued...