
Happy reading !!
##
Melihat dokter keluar dari ruang IGD membuat Lukas langsung beranjak berdiri dan bertanya tentang keadaan Alexa. Dokter tersebut hanya tersenyum lalu memberitahu agar Lukas mengikutinya ke ruangannya.
"Jadi bagaimana keadaannya, Dok?" Tanya Lukas.
Dokter wanita tersebut tersenyum. "Bapak suaminya?"
Lukas sedikit terkejut dan melongo. Apa katanya suami?? Suami darimana??
Dirinya hanya tersenyum kaku ke arah Dokter tersebut tanpa memberi jawaban. Namun Dokter tersebut langsung ikut tersenyum dan kembali melanjutkan pembicaraan.
"Selamat ya, Pak, istri anda hamil. Sakit perutnya tadi di akibatkan karena kontraksi. Barangkali istri anda akhir-akhir ini jarang makan ya?" Jelas Dokter tersebut.
"Hah?" Lukas kaget bukan main. Hamil? imbuhnya dalam hati.
"Iya, Pak. Pasti ini anak pertama ya?" Dokter tersebut malah tersenyum melihat ekspresi Lukas. "Ini sering terjadi kok, yang penting istrinya harus tetap makan meski tidak mau tapi harus tetap di paksakan. Saya akan menuliskan resep vitaminnya."
"Dan jika pengaruh obat yang saya berikan ke istri Bapak nanti sudah hilang dan istri Bapak sudah sadar. Bapak bisa langsung mengajaknya pulang tanpa harus di rawat inap di sini." Imbuh Dokter tersebut.
Rasanya seperti masuk ke acara prank yang membuat Lukas benar-benar hampir syok di tempat. Bagaimana bisa Alexa hamil? Dan jika Alexa hamil apakah berarti dirinya sudah menikah atau?? Berbagai macam pertanyaan muncul di dalam kelapa Lukas. Ia memilih duduk di kursi tunggu tepat di depan ruang IGD.
Dan tak lama setelah itu datanglah seorang pria yang dari wajahnya terlihat sangat khawatir. Bukan Anthony, tapi ... Nicholas. Dia berhenti di depan pintu UGD dan hendak mengambil ponselnya untuk menghubungi Anthony, guna memastikan keberadaan istrinya.
"Maaf, permisi." Lukas langsung berdiri dan menyapa Nicholas yang terlihat panik. Nicholas menoleh ke arahnya. "Anda nyari siapa?"
"Saya suaminya Alexa." jawab Nicholas.
Dan saat itu juga Lukas merasa dirinya seperti di tampar oleh tangan besar. Suami Alexa? Jadi benar Alexa sudah menikah? Ini benar-benar tidak masuk akal. Seperti itulah yang ada di pikiran Lukas.
"Anda kliennya istri saya, kan?" tanya Nicholas.
"Ah, i-iya, saya klien Alexa dan yang membawa Alexa ke sini."
Nicholas mengusap wajahnya lega. "Lalu bagaimana keadaan istri saya?"
Lukas diam sesaat, baginya ini begitu di luar dugaannya selama ini. Ia tak menyangka kalau Alexa sudah menikah dan saat ini dia sedang berhadapan dengan suaminya yang ternyata adalah seorang CEO sukses di kota ini. Jelas Lukas mengenali wajah Nicholas karena sejak Papanya menyuruh dirinya terjun ke dunia perusahaan, Papanya sering sekali mengenalkan beberapa CEO yang sukses dan terkaya di negara ini.
"Excusme." Nicholas mengibaskan tangannya ke depan wajah Lukas yang tampaknya tengah melamun.
"Ah, ya. M-maaf saya hanya tidak menyangka kalau anda ternyata suami dari Ibu Alexa. Anda CEO paling berpengaruh di negeri ini kan?" Ujar Lukas, dia berusaha tersenyum di depan Nicholas.
"Y-ya tentu silahkan. Kata Dokter istri anda tidak apa-apa." Ujar Lukas. Dia mengikuti Nicholas masuk dan berdiri tak jauh dari ranjang tempat Alexa berbaring.
Siaal, Kenapa bisa seperti ini? batin Lukas.
Dia pikir selama ini Alexa itu belum menikah, karena terlihat masih sangat muda. Dan jika dia istri dari seorang Nicholas harusnya dia tahu. Ah, mungkin ini efek dirinya yang tahun lalu menetap di luar negeri jadi dia ketinggalan berita besar tentang pernikahan mereka.
Apakah Lukas harus memberitahu ke Nicholas kalau istrinya itu tengah mengandung anaknya?
Lukas menatap Alexa yang matanya masih terpejam, sedangkan Nicholas duduk di sampingnya sambil memegangi tangannya. Ah, dia benar-benar tidak tahan melihat pemandangan ini.
Lukas berdehem dan tentu saja langsung membuat Nicholas menoleh padanya. "Sepertinya saya harus pamit sekarang."
"Ah iya, terima kasih ya sudah membawa istri saya ke sini dengan selamat." Nicholas mengulurkan tangannya dan dengan berat hati Lukas membalas uluran tangan itu.
Lukas hanya tersenyum tipis lalu keluar dari ruang IGD tersebut tanpa mengatakan hal apapun ke Nicholas.
Lukas merasa dirinya sudah benar-benar gila. Dia baru saja menyadari sesuatu yang di yakini itu perasaan suka. Ya, Lukas menyukai Alexa. Tetapi kenapa kenyataannya harus seperti ini? Lukas terlanjur menyukai Alexa, si wanita galak dan gila yang pernah dia temui. Tapi kenapa dia harus sudah menikah dan sekarang hamil??
"Aarrrggghh!!" Lukas menjerit sambil memukul stir mobilnya beberapa kali.
Andai dia punya cara untuk mendapatkan Alexa.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....