Get Married!

Get Married!
64. Semakin Aneh



Pagi harinya saat Nicholas terbangun ia tidak mendapati istrinya tidur di sampingnya. Kemana Alexa?


Nicholas segera bangun dan melangkah ke kamar mandi. Ia harus segera mandi karena rupanya ia bangun sedikit terlambat. Biasanya Alexa akan membangunkannya tapi entah kenapa pagi ini istrinya tidak melakukan hal tersebut.


Nicholas sudah rapi memakai setelan kantornya, berjalan menuruni anak tangga dan ternyata Alexa sudah berada di dapur bersama bibi.


"Pagi, sayang."


"Nggak usah deket-deket." Sahut Alexa ketus, mendorong dada Nicholas saat ia hendak mencium keningnya.


"Kenapa?" Alexa hanya mengangkat bahunya acuh. "Kamu masih marah masalah semalam?"


Lagi-lagi Alexa hanya mengangkat bahunya.


"Sayang, kamu kenapa sih? Biasanya nggak gini lho." Nicholas berusaha mendekati Alexa lagi.


Wanita itu langsung menatapnya tajam dan entah tiba-tiba saja matanya mulai berair. "Kamu juga biasanya nggak kayak gini! Aku sebel sama kamu. Jangan deketin aku!" Alexa langsung berdiri dan berjalan keluar dari dapur.


"Bu Alexa kenapa ya, Pak?" Nicholas baru sadar kalau sejak tadi asisten rumah tangganya berada di dapur. Dan pasti juga ikut mendengar dan melihat apa yang baru saja terjadi.


"Nggak juga saya, bi. Semalam bilang pengen makan soto ayam dan maunya malam itu juga. Aku udah bujuk buat cari pagi ini malah ngambek dianya sampai sekarang." Nicholas menghela nafas kasar setelah bercerita ke asisten rumah tangganya.


"Apa mau bibi buatkan saja? Tapi bibi malah udah terlanjur selesai masak buat sarapan pagi ini."


Nicholas menggeleng. "Nanti biar saya bilang ke Alexa saja, Bi."


Alexa kembali turun setengah jam kemudian. Kali ini ia sudah berdandan rapi memakai rok pendek dan kemeja kerjanya.


"Kamu mau kerja? Memangnya udah sembuh?"


Alexa hanya memicing ke arah suaminya yang saat ini tengah berjalan mendekatinya. "Bukan urusan kamu."


"Alexa, nggak boleh bicara begitu." Tegur Nicholas supaya Alexa tidak kelewatan batas. "Kalau kamu masih pengen makan soto ayam, ayo kita sekarang, gimana?"


"Aku udah nggak pengen." Ketus Alexa sambil bersidekap.


"Terus kenapa masih marah?"


"Nggak tahu, aku tuh sebel lihat kamu!" teriak Alexa sebal. Dia langsung keluar rumah begitu saja meninggalkan Nicholas yang terus saja memanggilnya dari belakang.


Baru kali ini Nicholas di buat bingung dengan sikap istrinya itu. Meskipun Alexa merasa kesal tetapi ia tidak menolak saat Nicholas mengantarnya pergi ke kantor.


"Jangan lupa makan." Ujar Nicholas saat mobilnya berhenti di depan Lobi.


"Hm." Alexa hanya bergumam sambil melepaskan seatbelt-nya.


"Kalau mulai pusing lagi cepat-cepat istirahat, jangan di paksa kerja."


"Hm." Alexa bergumam lagi lalu menatap ke Nicholas. "Udah?"


"Ogah!" Alexa langsung keluar dari mobil suaminya tanpa menoleh lagi ke belakang.


Nicholas tersenyum sambil menatap langkah istrinya.


**


Lukas hendak keluar dari ruang kerjanya saat tiba-tiba Papanya datang. Lalu pandangan Lukas tertuju ke tangan kiri Papanya, dimana sebuah berkas tergenggam oleh tangan sang Papa.


Tiba-tiba saja perasaan Lukas jadi tidak enak setelah menatap berkas tersebut.


"Lukas ada urusan, Pa." Ujarnya lebih dulu sebelum Papanya mengatakan maksud kedatangannya pada Lukas.


"Papa hanya ingin bicara sebentar."


"Nggak bisa, Pa. Ini penting." Lukas tetap mencari alasan.


"Hei, c'mon, son." Papa Lukas segera menarik lengan putranya agar kembali duduk bersamanya. "Tolong hari ini juga kamu ke perusahaannya Pak Anthony. Kamu minta data-data penting soal kerja sama perusahaan kita."


"Aku nggak mau." Tolak Lukas.


"Kenapa? Bukanya akhir-akhir ini kamu terlihat begitu senang jika Papa suruh ke sana."


Ternyata selama ini diam-diam Papanya memperhatikan tingkahnya. Sial, Lukas mengumpat dalam hati.


"Siapa yang begitu? Aku biasa aja tuh."


Papanya hanya berdecak. "Terserah yang penting kamu ke sana sekarang juga. Datanya akan Papa minta setelah makan siang nanti."


"Pa ..." Kali ini Lukas gagal menghindar karena sebelum ia selesai bicara Papanya sudah berdiri dan keluar dari ruangannya begitu saja.


Sial.


Sejujurnya Lukas bukanya tidak mau ke sana. Hanya saja saat ini ia masih belum siap jika harus bertemu dengan Alexa. Kenyataan yang baru saja ia ketahui kemarin benar-benar membuatnya sedikit kecewa. Dan apa yang harus ia lakukan nanti jika dirinya benar-benar bertemu dengan Alexa di sana?


Lukas kembali mengumpat sambil menendang kursi. Ia akan berusaha agar tidak bertemu dengan Alexa saat tiba di kantor Anthony nanti. Ya, mungkin itu langkah yang terbaik.


.


.


.


.


TO BE CONTINUED....