Get Married!

Get Married!
55. Just For Tonight



Happy reading !!


##


Ini baru pertama kalinya bagi Alexa pulang malam di karenakan lembur masalah pekerjaan. Alexa berjalan keluar kantor bersama kakaknya dengan wajah lesu, di tambah dengan aksinya yang selalu saja menggerutu sejak tadi.


Alexa baru menyadari ternyata lembur kerja itu selalu menjengkelkan dan ia sangat benci hal tersebut. Lalu, tiba-tiba Alexa teringat dengan suaminya, Nicholas. Baru pertama kali lembur saja sudah mampu membuat Alexa kesal dan capek. Bagaimana dengan suaminya? Yang kadang tiap hari harus selalu lembur pulang malam. Apalagi terkadang walaupun sudah sampai di rumah suaminya itu masih harus melanjutkan pekerjaannya.


Tiba-tiba Alexa menghembuskan nafas sedikit kasar dengan bibir melengkung ke bawah. Rasanya malah membuat dirinya menjadi kangen dengan Nicholas.


"Terimakasih ya, Kak." Ucap Alexa saat turun dari mobil Anthony. Karena hari ini Nicholas masih harus menyelesaikan urusan di kantornya, jadinya Anthony lah yang harus mengantar Alexa pulang.


"Iya... jangan lupa, besok ada meeting. Jangan sampai terlambat"


"Cih! Padahal besok niatnya aku mau ijin." Kata Alexa sembari melipat kedua tangannya ke depan.


"Alexa..."


Alexa meringis. "Bercanda, Bos."


Alexa melambaikan tangannya saat mobil Anthony mulai meninggalkan pekarangan rumahnya.


Selesai membereskan diri Alexa berniat menunggu kepulangan Nicholas di ruang tengah. Dan tepat tak berselang lama, Alexa mendengar suara pintu terbuka.


Alexa langsung berdiri dan menyambar Nicholas dengan pelukan dan ciuman.


"Udah makan?"


"Udah kok, kamu?" Nicholas membalas mengecup kening Alexa.


"Udah juga. Mau langsung mandi?" tanya Alexa lagi. Kini dirinya mulai melepaskan dasi yang melingkar di leher Nicholas. Lalu menentengnya beserta dengan tas kerja Nicholas.


"Boleh, lagian aku udah gerah banget."


Alexa hanya tersenyum lalu berjalan ke kamar untuk menyiapkan perlengkapan mandi Nicholas. Seperempat jam kemudian Nicholas keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan celana training panjang. Rambut basahnya terlihat masih menetes hingga membasahi bahunya, yang memang saat ini Nicholas masih dalam keadaan shirtless.


"Kalo kamu ngantuk, tidur duluan nggak pa-pa. Aku masih ada pekerjaan sedikit." Ucap Nicholas seraya berjalan mendekati Alexa yang tengah berbaring di ranjang tempat tidur.


"Kamu pasti capek ya?"


Nicholas menaikkan satu alisnya. "Sekarang kamu udah tau kan capeknya kerja gimana?" satu kecupan mendarat ke pipi Alexa.


Alexa hanya memanyunkan bibirnya ke arah Nicholas. "Iya... ya udah sana buruan. Biar bisa cepat selesai."


Nicholas hanya mengangguk pelan lalu mendekatkan kepalanya untuk menyatukan bibirnya dengan bibir Alexa. Pagutan itu terasa sangat pelan dan lembut. Di sertai dengan gigitan gigitan kecil yang Nicholas berikan ke bibir Alexa. Lalu ciuman itu Nicholas akhiri dengan mendaratkan ciuman di kening Alexa.


Alexa yang sudah terbiasa tidur bersama dengan Nicholas mendadak merasa susah tidur saat Nicholas tak ada di sampingnya. Ya walaupun Nicholas tak pergi jauh dan hanya melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja. Hal tersebut tetap saja membuat Alexa tak dapat menemukan kenyamanan tidurnya.


"Kok belum tidur sih?" tanya Nicholas saat menyadari kedatangan Alexa.


Alexa tak menjawabnya, ia langsung masuk dan mendekati Nicholas lalu duduk di pangkuannya.


"Kamu minum?" Nicholas mengikuti arah pandang mata Alexa yang jatuh ke sebuah botol red wine dengan gelas di sampingnya.


"Sedikit... biar pusingnya hilang."


"Tumben kamu minum di rumah? Soalnya sejak kita menikah, aku nggak pernah lihat kamu minum seperti ini di rumah."


Alexa ingat betul selama pernikahannya Nicholas memang sama sekali belum pernah minum alkohol saat sedang di rumah. Dan bahkan seingatnya, terakhir kali Nicholas minum saat ia minta ijin ke klub bersama dengan kedua temannya.


"Memang nggak pernah. Ya ini lagi pengen aja."


Alexa mengamati wajah Nicholas lekat. "Kalo kamu pusing, kenapa nggak ngajak aku ke klub aja? Kan kita berdua bisa melepas penat bersama."


"Kamu pikir aku udah gila?" Nicholas menaikkan satu alisnya. "Masa aku tega ngajak istriku ke tempat begituan. Nggak mungkin lah, sayang." Nicholas mencubit kedua pipi Alexa. "Pokoknya kamu udah nggak boleh ke klub lagi."


Alexa menyipitkan matanya ke arah Nicholas. Kemudian ia segera menuang red wine tersebut ke dalam gelas lalu meneguknya.


"Kalo minum masih boleh?" tanya Alexa dengan tersenyum miring ke arah Nicholas.


Nicholas terkekeh pelan lalu menegakkan posisi duduknya agar dapat memeluk pinggang Alexa.


"Boleh, just for tonight."


Saat itu juga Nicholas menekan tengkuk Alexa hingga membawa bibirnya ke dalam ciumannya. Nicholas menciumnya dengan lembut, menggigit pelan bibir Alexa, memberinya rangsangan hingga Alexa membuka mulutnya dan membiarkan lidah Nicholas masuk. Lalu membelit lidahnya di dalam sana. Nicholas menjelajah seluruh rongga mulut Alexa dengan penuh rayuan. Hingga tanpa sadar ciuman itu menjadi lebih menuntut.


Perlahan namun pasti, Nicholas mulai menggerakkan tangannya untuk membelai tubuh Alexa yang masih terbalut kain. Lalu menyelusupkan tangannya masuk untuk menyentuh titik pusat milik Alexa.


Suara erangan berhasil lolos dari mulut Alexa, membuat Nicholas semakin terpacu oleh gairahnya. Nicholas segera menyingkirkan semua penghalang yang ada di atas meja.


Dan kegiatan mereka pasti tak akan berlangsung sebentar saat Nicholas mulai membaringkan Alexa ke atas meja. Lalu melucuti pakaiannya satu persatu.


##


Selalu anget ya hubungan mereka. Bikin iri deh..


Jangan lupa Like, Vote dan Komennya!!


Share juga boleh, biar aku makin rajin nulisnya 😆


salam dari penulis amatir ❤️