Get Married!

Get Married!
33. Doa



Alexa menjerit dari dalam kamar mandi, tentu saja langsung membuat Nicholas panik. Takut kalo istrinya jatuh atau kenapa-kenapa. Dengan cepat ia membuka pintu kamar mandi, dan sangat mengejutkan.


Alexa terlihat berdiri di depan wastafel dengan muka cemberut dan tangan kananya menutupi lehernya.


"Astaga sayang, kamu mau bikin aku jantungan ya." Nicholas menghembuskan nafas kasar.


"Nggak, nggak, nggak!!" Alexa menghadap Nicholas masih dengan wajah cemberut,


"aku mau bikin kamu nyesel terus minta maaf sama aku."


"Hah?!" Nicholas mengerutkan kening nya, apa maksud istrinya itu, pagi-pagi sudah aneh-aneh saja.


"Lihat nih." Alexa membuka tangan nya yang sejak tadi berada di lehernya.


"Ini perbuatan kamu, hari ini kan aku ada jam kuliah. Masa aku harus berangkat dengan leher begini. Mau di taruh mana muka ku?" Celoteh Alexa.


Nicholas membulatkan bibirnya, menatap leher Alexa yang terdapat 2 tanda yang cukup merah. Bahkan terlihat jelas sangat kontras dengan kulit leher Alexa. Pasti itu hasil ulahnya semalam.


"Ya muka kamu tetap di sini dong, jangan di pindah nanti aku kangen." Nicholas mencubit kedua pipi Alexa gemas.


Namun Alexa masih tetap cemberut.


"Pokoknya kamu harus tanggung jawab." Alexa mulai kesal. Bukan nya minta maaf malah godain. Emang sih bikin hati meleleh tapi kan posisi nya lagi kesel sekarang.


"Tanggung jawab gimana, besok juga hilang sendiri kok."


"Besok?" Alexa sedikit menaikkan suaranya. "Aku kuliah jam 9 pagi ini, bukan besok."


Nicholas sebenarnya gemas sekali dengan ekspresi dan tingkah istrinya saat ini. Kalau dia menggodanya pasti bakalan tambah ngambek, dan kalau tidak di goda tapi kok menggemaskan sekali kayak anak kecil.


"Iya iya aku minta maaf." Ucap Nicholas. "Besok janji gak bakal kasih tanda di bagian leher lagi." Nicholas mengusap pundak kepala Alexa.


"Tapi di sini ya?" Imbuh Nicholas.


Alexa melotot saat tangan Nicholas kini sudah berada tepat di dadanya.


"Kamu tuh ternyata mesum banget ya!" Sebuah cubitan berhasil mendarat di pinggang Nicholas dan berhasil membuat nya mengaduh.


"Iya iya, aduh sakit sayang." Nicholas terkekeh saat Alexa masih gencar ingin mencubitinya.


"Dasar mesum! keluar sana aku mau mandi." Bentak Alexa.


"Kayaknya kita perlu coba lakuin itu di sini deh."


"Apah?!". Alexa menarik kerah baju Nicholas hingga wajahnya kini sejajar dengan Alexa,


"Mesum lo kampret!" Bisik Alexa tepat di telinga Nicholas.


Nicholas tertawa sangat keras. Ada-ada aja kelakuan istrinya, udah galak ngambekan. Untung Nicholas cinta apa adanya.


Alexa mah emang gitu galak, sabar ya babang Nicholas.


##


Alexa sampai di kampus nya dan langsung menuju cafetaria, karena mata kuliah nya baru di mulai jam 10 nanti. Ia terpaksa harus menutupi tanda merah hasil karya mulut suaminya itu dengan banyak foundation. Sungguh Alexa benar-benar tidak mau jadi bahan olok-olokan teman nya. Cukup waktu itu saja saa dirinya di permalukan oleh Pak Gerald alias dosen kampret itu.


"Eh monyet udah dateng, sayang banget gue cuma pesen 2 minuman." Kata Keysa dengan membawa 2 botol soft drink.


"Gak apa-apa." Sahut Alexa santai. "Memang biasanya monyet itu egois kan." Mily terkekeh saat melihat Alexa sudah berdiri hendak mengambil minum.


"Biasa aja dong, lo tu monyet nya." Gerutu Keysa.


"Eh BTW, nanti kalo kita udah lulus kalian mau lanjut kemana?" Tanya Mily.


"Gue juga, Key. Kalo gak gue malah kepengen buka usaha sendiri aja." Mily menatap Alexa yang masih asyik menyeruput minuman nya. "Kalo lo Lex?"


"Gue mau lanjutin hidup aja lah." Jawab Alexa ogah-ogahan.


"Percaya deh suami lo orang kaya hidup lo terjamin tujuh turunan". Sindir Keysa.


"Termasuk lanjutin hidup buat punya anak". Alexa langsung tersedak mendengar kalimat Mily.


"Woy, santuy bos santuy. Bar-bar banget sih lo cuma minum air doang juga." Ucap Keysa sambil terkekeh melihat ekspresi Alexa.


"Masalah nya mulut Mily seret abis, bikin gue keselek". Keysa dan Mily ngakak bersama.


"Apa salahnya sih omongan gue, emang lo gak pengen punya anak?" Kata Mily dengan serius.


"Ya pengen lah, siapa sih yang nggak pengen." Alexa mendengus, "cuma lo itu terlalu frontal."


"Wah berarti lo udah bikin dong?" Tanya Keysa antusias.


"Iya lo udah bikin ya?" Kali ini Mily ikut bertanya.


Alexa tiba-tiba merasa malu harus menjawab apa, ia hanya melihat sekeliling berharap tak ada yang menguping pembicaraan mereka saat ini.


"Apaan sih kalian, jangan ngomong hal begituan di depan publik. Pada gak punya malu sama gak punya otak ya kalian!" Alexa mengumpati kedua temannya.


"Ya udah kita bisik-bisik aja." Kini Keysa memelankan suaranya dan semakin merapatkan tubuhnya ke Alexa.


Hm gini nih resiko punya temen sarap.


"Sekarang yang denger cuma kita bertiga." Mily ikut berbisik di sisi kiri Alexa. Bayangkan saat ini posisi Alexa di tengah, di himpit oleh dua manusia yang menurutnya tak jauh berbeda sama monyet.


"Ya ampun, kalian ini kenapa sih?" Alexa mulai geram.


"Sstt... Mil." Keysa berbisik ke arah Mily. "Kayaknya beneran udah deh, lihat aja gelagat nih kampret."


"Bener Key, kalo di lihat-lihat tubuhnya juga udah berubah." Balas Mily.


Kalian tau Keysa dan Mily saling berbisik di antara Alexa yang masih berada di tengah-tengah mereka. Tentu saja hal itu membuat Alexa semakin geram.


"Excusme, kalo mau ghibah ini tempat nya masih longgar gak usah dempet-dempetan, woy!"


"Mil, lo lihat deh dada Alexa sekarang makin gede loh." Alexa melotot ke arah Keysa.


"Bener, Key, bagus juga ya kerjaan suaminya."


Alexa memutar matanya jengah. Benar-benar kelakuan kedua teman nya ini sangat membuat nya risih. Bukanya munafik, cuma Alexa malu saja mau mengakui nya di hadapan Keysa dan Mily.


"Mending kalian diam sebelum gue bener-bener kesel." Ucap Alexa.


"Ok ok, fix! kita udah bisa menyimpulkan." Keysa dan Mily saling menatap dengan senyum misterius.


"Kalo memang udah, kita doain deh biar cepet jadi ponakan kitanya." Keysa dan Mily terkekeh bersama sambil melirik Alexa.


Alexa hanya diam, namun mengaminkan doa itu dari dalam hatinya. Sebuah doa baik memang harus di terima kan apalagi untuk dirinya sendiri.


##


**hai genkss apa kabar??


jangan lupa ajak temen-temen buat baca novel ini juga ya.. gue akan sangat senang sekali lho.. 😁😁


salam dari penulis amatir ❤️**