Get Married!

Get Married!
51. Proyek Alexa



balik lagiihh..


sudah berbuka puasa kah.. 😁


happy reading !!


##


Malam ini Alexa dan Nicholas masih setia duduk di depan TV layar lebarnya. Alexa tampak menyandarkan kepalanya di lengan Nicholas, sembari memeluk pinggangnya.


"Nonton apa sih Lex? Acara nggak bermutu begitu di tonton."


"Nggak usah komen deh, diem aja. Tugas kamu cuma nemenin aku." Alexa mencubit pinggang Nicholas, "kamu tau nggak? Tadi di kantor, aku ketemu cowok ngeselin banget. Sewot, cerewet, uh padahal baru pertama kali ketemu, tapi aku udah sekesal ini." celoteh Alexa


"Cowok? Memangnya siapa?". Tanya Nicholas penasaran.


"Iya, nggak tau deh siapa. Nggak sempet tanya, keburu emosi." Alexa menarik tangannya dari pinggang Nicholas, lalu mulai melipat kedua tangannya sembari memanyunkan bibirnya.


"Jangan gitu, bisa jadi dia klien loh", Nicholas menatap Alexa. " Nanti kamu di marahin sama Anthony lagi, rasain."


"Dih, jahatnya sama istri sendiri. Biarin aja lagian, aku udah kebal kok kalo harus adu mulut sama kak Anthony."


Nicholas terkekeh, lalu menarik dagu Alexa agar menghadap ke arahnya, "jangan keras kepala dong. Katanya pengen jadi Mama." Nicholas makin mendekatkan wajahnya, "mulai sekarang kamu harus belajar dewasa ya?"


Alexa menarik bibirnya hingga membentuk garis lurus. "Emm... begitu ya?"


Nicholas mengangguk, ibu jarinya mulai mengusap bibir Alexa pelan, "bukan cuma kamu, tapi aku juga. Kita harus sama-sama belajar lebih dewasa lagi".


Alexa dapat merasakan hembusan nafas hangat suaminya saat dahi dan hidungnya saling menempel. Dan yang ia lakukan hanya mengangguk pelan. Karena, beberapa detik setalah itu sebuah kecupan hangat berhasil mendarat di bibirnya.


"Mau tidur sekarang?" Tanya Nicholas seraya melepas ciumannya.


"Emh... Kamu duluan aja, tanggung nih acaranya."


"Kenapa nggak nonton di kamar aja?"


"Ish, bawel! Akar ku udah terlanjur nancep di kursi, jadi males mau bangun"


"Aku gendong?", Alexa menatap ke arah Nicholas, suaminya itu sudah berdiri sembari menaikkan satu alisnya.


"Nggak mau". Ejek Alexa


Nicholas hanya tersenyum sembari mengusap-usap pundak kepala Alexa. Setelah itu ia berjalan ke kamarnya.


Cewek kalo udah nonton sinetron pasti begitu deh. Sampai nggak peduli dengan ucapan suami. Yang penting matanya tetep mantengin layar TV.


Selesai menonton TV, Alexa langsung naik ke kamarnya untuk menyusul Nicholas. Saat dirinya membuka pintu, Alexa hanya bisa tersenyum karena suaminya ternyata sudah tertidur.


Dengan cepat Alexa mendekat dan mulai ikut masuk ke dalam selimutnya. Alexa memiringkan tubuhnya, agar bisa menghadap Nicholas. Lalu perlahan Alexa mulai mencium bibir Nicholas sebagai tanda selamat tidur. Tapi, tiba-tiba dirinya tersentak saat Nicholas kembali membuka matanya dan mulai membalas ciumannya.


"Akkhh.." jerit Alexa saat Nicholas mendorong tubuhnya.


Nicholas terus mencium rakus bibir Alexa, hingga membuat gairah di antara keduanya bangkit. Nicholas mengangkat kedua tangan Alexa ke atas dan menahannya, ciuman itu makin menggila hingga menciptakan suara kecapan yang cukup keras di kamar mereka.


Nicholas mulai menurunkan ciumannya ke rahang Alexa, lalu ke lehernya kemudian ke telinganya. Sapuan nafas hangat Nicholas yang mengenai telinganya, mampu membuat Alexa bergidik. Dan membuat nafasnya semakin terengah.


Nicholas menarik dirinya, lalu memandang sejenak wajah istrinya yang sudah di selimuti gairah tersebut. Alexa pun hanya mampu menyorot suaminya, dengan tatapan memohon. Ya, memohon agar Nicholas segera Melanjutkan aksinya.


"I'am coming baby". Alexa menggigit bibir bawahnya saat suara seksi itu keluar dari mulut suaminya.


##


Alexa terlihat sangat asyik memainkan bolpoin nya, saat Anthony sibuk menjelaskan rencana program kerjasama yang baru saja ia setujui dalam kontrak kemarin.


"Kamu dengerin kakak ngomong kan?"


"Denger kok", Alexa meletakkan bolpoin nya lalu melipat kedua tangannya ke depan, "Aku nggak pernah sakit telinga ya, kalo kakak lupa."


"Ya udah, rencananya kakak mau nyerahin proyek ini sama kamu. Sekalian kakak mau lihat, sudah sejauh mana kemampuan kamu." Anthony tersenyum miring ke arah Alexa.


"Kakak ngremehin Alex?"


Anthony justru terkekeh, "Kakak cuma mau lihat kemampuan kamu, bukanya ngremehin." Satu cubitan mendarat ke hidung Alexa.


"Ya tapi... senyum kakak tuh ngeselin"


"Emangnya apa sih yang buat kamu nggak kesel. Perasaan semua kamu anggep ngeselin. Untung suami kamu sabar ya, kalo nggak mupeng tau rasa kamu."


"Kok malah bahas rumah tangga Alex sih?"


"Oh iya... Kakak lupa, maklum kebawa suasana." Anthony hanya menyengir ke arah adiknya. "Kita harus meeting sekali lagi, tapi katanya mereka yang akan atur jadwalnya."


"Bagus dong.. kita tinggal tunggu aja kabar dari mereka" Anthony mengangguk-anggukan kepalanya, "ngomong-ngomong siapa nama klien kita kak?"


"Namanya Lukas, tenang aja dia juga masih 11.12 lah sama kamu. Jadi mungkin, dia nggak akan seribet klien senior kakak."


Saat Alexa keluar dari pintu Perusahaannya, senyum di bibirnya langsung mengembang sempurna. Bagaimana tidak, pasalnya belum juga Alexa meminta Nicholas untuk menjemputnya. Tetapi, suaminya itu justru sudah standby bersandar di mobilnya.


"Sepertinya, lebih aman kalo Nicholas tidak mencukur brewoknya deh." Gumam Alexa saat Nicholas tersenyum ke arahnya.


"Kok bengong?"


"Hah? Siapa?".


Nicholas berjalan mendekati Alexa, lalu mencubit pipinya. "Siapa lagi kalo bukan kamu."


"Aku nggak bengong, aku lagi mikir."


"Oh ya..? Mikir apa?."


"Mikir", Alexa melirik Nicholas, "Rahasia lah, kamu nggak boleh tau." Alexa tersenyum miring, kemudian berjalan mendahului Nicholas.


Dasar, udah di susul eh malah ninggalin. Besok-besok langsung di gendong aja tuh Alexa. Biar nggak bisa tersenyum jahat.


##


wkwkwkwk.. Biarin aja Alexa tersenyum jahat, belum tau aja kalo nanti pasti bakal Nicholas balas, kalo sudah sampai di rumah..


Jangan lupa Like, Vote dan komen!!


salam dari penulis amatir ❤️