Get Married!

Get Married!
47. Keinginan



haii apa kabar??


Maafkeun kalo up nya lama..


Mohon tetap dukung saya ya.. dengan kasih Like, Vote dan komen!!


happy reading!!


##


Malam ini Alexa dan Nicholas tengah berbaring di ranjang mereka. Dengan selimut yang membalut tubuh polos mereka, seperti biasa setelah melakukan hubungan pasti mereka akan selalu menyempatkan diri untuk saling mengobrol.


Entah masalah yang di alami Nicholas selama seharian di kantor, atau kejadian yang di lakukan oleh Alexa. Dan kebiasaan itu pun tak pernah mereka lupakan selama sudah hampir 6 bulan pernikahan mereka.


"Sayang". Panggil Alexa, membuat Nicholas mengangkat wajah Alexa yang tadinya tengah bersandar di dadanya.


"Tumben banget panggil sayang". Sindir Nicholas tepat sasaran. Pasalnya Alexa memang jarang sekali memanggilnya dengan sebutan sayang. Bahkan hampir tak pernah karena memang hanya beberapa kali saja, itu pun kalo mereka sedang bercanda.


Alexa berdecak, "jadi nggak mau nih aku panggil sayang?".


"Aku nggak bilang begitu, kan aku cuma nanya sayang". Satu kecupan berhasil mendarat ke bibir Alexa.


"Ya pengen aja, pengen manja-manjaan sama kamu". Ucap Alexa yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Pasti ada mau nya?".


Alexa meringis menatap wajah sang suami, "kamu sekarang pinter banget ya, bisa baca pikiran orang? aku jadi takut lho kalo kadang lagi mikir yang aneh-aneh".


Nicholas menaikkan satu alisnya kemudian tertawa, istrinya itu memang slalu bisa saja membuatnya gemas.


"Emang nya minta apa?".


Setelah mendengar ucapan Nicholas, Alexa terdiam sesaat sembari perlahan melepaskan pelukannya.


"Kita nikah udah 6 bulan ya?". Tanya Alexa, di ikuti dengan gerakan jemari tangan kanan Alexa yang menari-nari di dada Nicholas membentuk gambar abstrak.


Nicholas mengangguk, "memangnya kenapa?".


"Kamu nggak mau punya anak?". Nicholas menaikkan alisnya saat mendengar pertanyaan Alexa.


Mungkin maksud Alexa bukan seperti itu, ya memang dasarnya saja Alexa itu kalo ngomong asal nyeplos jadi ya asal keluar aja tuh kalimat.


"Kok kamu tanya gitu sih?". Nicholas kembali mengangkat wajah Alexa, "nggak ada pasangan yang gak menginginkan kehadiran anak dalam kehidupan mereka, semua pasti mau sayang".


Mendadak Alexa merasa gugup dengan apa yang akan ia utarakan ke Nicholas.


"Aku juga ingin, aku mau punya anak". Kalimat polos itu keluar dari bibir Alexa.


Nicholas tersenyum lalu kembali membawa Alexa ke dalam pelukannya. "Iya aku tau, aku juga ingin sayang, aku juga ingin punya anak. Aku ingin lihat tiap pagi kalo aku bangun, kamu sama anak kita sudah menunggu di meja makan, atau kalo pulang kerja aku ingin bisa bermain dengan anak kita, lalu gendong dia ke kamar saat dia ketiduran. Aku juga ingin kita berdua merasakan lelahnya bangun di malam hari saat mendengar suara tangisan anak kita". Nicholas terkekeh pelan, lalu mengusap rambut Alexa pelan. " Tapi, semua itu sudah ada yang mengatur sayang. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa".


Hati Alexa rasanya ngilu sekali mendengar ucapan sang suami.


"Tapi kapan?". Lirih Alexa,


"Aku juga nggak tau sayang, kita berdoa saja ya".


Iya mungkin Alexa hanya butuh bersabar dan berdoa. karena memang semua ketetapan itu milik Yang Kuasa.


Tapi perasaan yang ia rasakan juga tak sepenuhnya salah. Tak ada salahnya jika ia menginginkan sesuatu untuk ia dapat dalam hidupnya. Hidup di dunia hanya sebagai manusia biasa dengan kadar kekuatan hati yang terbatas.


Mungkin memang benar hanya doa yang bisa menjadi perantara kala hati gundah gulana. Tetap berdoa dan berusaha hingga Tuhan berkata Giliran mu tlah tiba.


Tuhan itu menjangkau pikiran setiap umatnya, lebih dari yang mereka tau..


##


"Nggak terasa minggu depan kita semua wisuda. Bakalan kangen berat nih gue sama suasana kampus, sama semua temen termasuk sama kalian berdua. Kita pasti bakalan udah jarang ngumpul deh kalo udah pisah". Keysa menekuk bibirnya menatap ke arah Alexa dan Mily.


"Iya Key, gue tau gue ngangenin". Keysa mencebik ke arah Alexa.


"Tapi ya bagaimanapun, kita harus tetep usahain buat luangin waktu dong. Biar bisa kumpul".


"Gue setuju Mil, lagian kita juga masih satu kota kok". Keysa terkikik di akhir kalimatnya.


Alexa menerawang jauh ke depan, ternyata waktu cepat sekali berjalan di dunia ini. Gedung yang selalu menjadi tempat nya menemukan arti kesenangan dan kebersamaan sebentar lagi akan menjadi kenangan di otaknya.


Masih ingat betul masa-masa Alexa menjadi mahasiswa baru, dan mendapat teman baru yang berasal dari berbagai macam kota. Semua terasa terjadi begitu indah selama beberapa tahun kemarin. Hingga akhirnya perpisahan ada di depan mata. Ia pasti akan rindu sekali dengan teman-temannya, dosen nya, suasana kelas nya yang ribut itu dan juga semua kejadian-kejadian yang pernah ia alami selama berada di kampus.


"Guys, ternyata perpisahan itu sesakit ini ya?". Keysa dan Mily menatap Alexa dengan alis berkerut. "Bukan hanya itu, pengharapan pun juga sangat menyakitkan. Gue baru sadar kalo ternyata kita udah dewasa banget, buat mengerti arti sakit dan berharap".


Keysa dan Mily saling pandang saat mendengar ucapan Alexa. Waktu memang benar-benar mampu merubah segalanya.


##


Dalam hidup memang ada banyak sekali lika-liku..


Ada pengharapan, perjuangan, pengorbanan, pertemuan, perpisahan, kesabaran, kesakitan dan masih banyak sekali..


Tuhan itu memang adil dalam menentukan setiap bumbu dalam kehidupan setiap umat nya.


Semua tergantung pada kita, bagaimana cara mensyukuri, menjalani dan menikmati setiap alur proses yang sudah Tuhan gariskan.


Bukankah dunia ini hanyalah panggung sandiwara? Yang di jalankan dengan skenario terbaik dari Tuhan.


nggak tau kenapa Bab ini rasanya ingin curhat saja.. Mari kita semua selalu bersyukur dengan setiap kehidupan yang kita jalani..


dan saling mendoakan yang terbaik..


saling mengaminkan setiap doa yang slalu kita harapkan agar segera terwujud...


Amin. 😇