Get Married!

Get Married!
56. Berusaha



hallo semua...


come back again!!


Jangan lupa Like, Vote dan Komen !!


Happy reading !!


##


Alexa membanting test pack tepat di depan Nicholas yang tengah bermain game. Wajah Alexa tampak sendu dan muram. Kalo biasanya Nicholas akan sedikit mengabaikan istrinya guna menyelesaikan gamenya. Kali ini berbeda, ia segera meletakkan stick game nya dan meninggalkan game yang baru setengah jalan tersebut demi Alexa.


Tuh... Suami yang rela meninggalkan game demi istrinya itu benar-benar sesuatu sekali. Nicholas memang benar-benar suami idaman Alexa, ya?


Nicholas mengambil test pack tersebut dan mengamati hasilnya, satu garis merah. Ia membuang nafasnya perlahan lalu berdiri untuk menghampiri istrinya yang tengah berdiri di sampingnya. Nicholas membawa tubuh Alexa ke dalam pelukannya guna menenangkan hati istrinya.


“Nggak pa-pa. Jangan sedih ini kan baru telat sehari. Besok di test lagi, ya?”


Dengan cepat Alexa melepas pelukan Nicholas. “Sama aja. Nggak ada gunanya, hasilnya akan tetap sama.” Ucap Alexa.


Alexa memang sudah sering sekali melakukan test tersebut. Bahkan dirinya sampai nggak ingat sudah menghabiskan berapa banyak alat test kehamilan. Dan hasilnya selalu sama, tidak ada yang sesuai dengan harapannya. Mungkin saat ini Alexa sudah merasa muak. Sudah mencoba berkali-kali dan tetap gagal.


Kini Alexa berjalan menuju ranjang tempat tidurnya lalu duduk di atasnya. Setetes air mata berhasil jatuh dari kelopak matanya. Membasahi rok Alexa yang kebetulan berwarna cream tersebut. Melihat istrinya mulai menangis membuat Nicholas mendekatinya lagi. Ia duduk di samping Alexa, memeluk pundaknya lalu mengusap air mata istrinya secara perlahan.


“Sayang, kamu jangan begini dong. Kamu jangan nyerah, kita masih punya banyak waktu dan kesempatan.” Ucap Nicholas berusaha menenangkan.


“Sampai kapan, Nicho? Sampai kapan?” suara Alexa terdengar lirih.


Jujur saja kelakuan Alexa pagi ini mampu membuat sudut hati Nicholas terluka. Ia tau apa yang di inginkan istrinya. Tetapi, ia juga hanya bisa memohon dan berdoa demi terwujudnya keinginan mereka.


“Besok kita periksa lagi ke dokter, ya?” kata Nicholas seraya memeluk dan mengusap kepala Alexa. Alexa hanya menjawabnya dengan anggukan sembari membalas pelukan Nicholas dengan lebih erat.


“Kita sarapan dulu, yuk? Belum sarapan udah nangis aja istriku ini.” Kata Nicholas lagi. Kali ini dengan mencubit pipi Alexa.


Nicholas sengaja melakukannya guna menghibur hati Alexa agar tak bersedih lagi.


“Sakit...” rengek Alexa seraya memegang pipinya.


“Mau jalan sendiri atau aku gendong?” Nicholas menaikkan satu alisnya ke arah Alexa yang justru membuat Alexa tak bisa menahan senyumnya. “Ok, berarti pilih aku gendong ya.”


Nicholas langsung menggendong Alexa ala bridal style saat keluar kamarnya. Karena malu Alexa hanya memekik dan mencoba untuk turun dari gendongan Nicholas.


##


Nicholas dan Alexa duduk di depan seorang Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi. Dokter perempuan itu tersenyum setelah Alexa kembali duduk di samping Nicholas.


“Jadi gimana, Dok?” tanya Alexa tak sabar.


“Rahim Ibu Alexa dalam kondisi yang baik. Tidak perlu khawatir.” Jelas dokter tersebut.


“Tapi, kenapa saya tak kunjung hamil, Dok?” tanya Alexa lagi.


Alexa menatap Nicholas sesaat dan Nicholas membalasnya dengan anggukan.


“Iya, Dok. Kami bersedia.” Kata Nicholas.


“Baiklah... Untuk Ibu Alexa, mulai sekarang jangan terlalu banyak pikiran, ya? Jangan juga bekerja yang berat-berat. Jangan lupa olah raga dan makan makanan yang seimbang. Tentunya yang mengandung banyak asam folat.” Kata Dokter tersebut menatap Alexa, “untuk Pak Nicholas, apakah anda masih merokok atau mengkonsumsi alkohol?”


Nicholas hanya meringis dan menggaruk belakang telingannya. “Masih, Dok.” Dan kata tersebut di akhiri dengan cengiran dari Nicholas.


“Coba di kurangi ya, Pak. Anda rajin olah raga, kan?”


“Kalo suami saya rajin, Dok. Justru saya yang nggak pernah.” Jawab Alexa mewakili Nicholas.


Dokter tersebut lagi-lagi tersenyum.


“Ini jadwal berhubungannya. Selain makan makanan seimbang boleh juga minum vitamin tambahan. Ini sudah saya tuliskan resepnya.”


“Terima kasih, Dok. Untuk jadwal selanjutnya hari apa ya?” Tanya Alexa.


“Untuk saat ini nggak perlu terlalu sering, Bu. Sebulan sekali sudah cukup.” Ujar Dokter tersebut.


Nicholas mengambil resep yang di berikan dokter lalu menyerahkannya ke Alexa. “Kalo begitu terima kasih, Dok. Kami pamit dahulu.”


“Iya... Sama-sama.”


Nicholas melajukan mobilnya ke sebuah Apotek untuk menebus vitamin yang di resepkan Dokter. Setelah sampai dia dan istrinya turun bersamaan untuk masuk ke dalam Apotek.


“Sayang, kamu mau langsung berangkat kerja habis ini?” tanya Alexa. Kini dirinya dan Nicholas sudah berjalan keluar dari Apotek.


“Iya... Tapi aku janji, nanti aku pulang sore deh.”


“Kenapa nggak cuti sekalian, sih? Biar sama kayak aku.” Kata Alexa.


“Pekerjaanku banyak, sayang. Kamu jangan begitu dong. Ingat kata Dokter tadi. Kamu nggak boleh banyak pikiran.” Nicholas membukakan pintu mobil untuk Alexa.


Setelah itu Nicholas masuk ke sisi pintu yang lainnya. Nicholas menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya ke arah rumah mereka.


“Sayang...”


“Hm...” sahut Nicholas yang masih fokus dengan jalanan.


“Semoga usaha kita berhasil, ya?” Mobil mereka berhenti tepat di lampu merah.


Mendengar ucapan Alexa membuat Nicholas langsung memutar arah duduknya agar menghadap Alexa. Lalu ia mengusap pundak kepala istrinya dengan lembut.


“Iya, sayang. Kita berdoa, ya.”


To Be Continued...