
Happy reading !!
##
Ternyata sudah satu Minggu sejak hari pernikahan Alexa dan Nicholas. Seperti biasa Alexa akan bangun lebih dulu, bukanya mau sok rajin atau sebagainya.
Alexa memang harus terpaksa bangun lebih awal dari Nicholas. Karena ternyata Nicholas kalo tidur kebo juga, sama dengan dirinya. Kebayangkan kalo di antara mereka berdua tidak ada yang berniat ingin berubah. Setiap pagi pasti rusuh karena bangun kesiangan terus.
"Nicho bangun, mandi sana. Kamu kerja gak hari ini?" Ucap Alexa membangunkan Nicholas, namun suaminya itu pun tak kunjung bangun.
"Nicho..." Ucap Alexa sedikit keras sambil menggoyang-goyangkan lengan Nicholas.
"Hm." Nicholas hanya bergumam.
"Bangun... mandi, habis itu sarapan."
Nicholas membuka matanya perlahan.
"Kamu kuliah? kirain ambil cuti lama."
"Yee, ntar yang ngerjain skripsiku siapa, kamu?" kata Alexa mencibir.
"Hah? yang kuliah siapa, yang di suruh ngerjain siapa." Ucap Nicholas sambil beranjak duduk.
"Ya, udah sana mandi." Suruh Alexa.
Namun Nicholas malah tersenyum. Lalu ia menatap wajah Alexa yang hari ini sudah berpakaian rapi dengan polesan make up tipis di wajahnya.
"Kiss." Ucap Nicholas sambil menyodorkan pipi kanannya.
"Ogah!" Sengak Alexa lalu keluar dari kamarnya.
Setelah Alexa pikir selama seminggu ini ternyata Nicholas memang cowok yang baik, persis apa yang di katakan Mamanya.
Nicholas tak pernah ribet dalam segala keperluan. Ia juga tipe orang yang mau makan apa saja dan gak pernah minta yang aneh-aneh. Apalagi Alexa gak bisa masak.
Harusnya Alexa bisa bersyukur.
Nicholas juga slalu menghargai pendapat Alexa dan juga tak pernah ikut campur urusan Alexa.
Dan yang membuat Alexa mulai bisa menerima Nicholas yaitu, ia bisa menepati janjinya dengan syarat yang Alexa minta. Ya, walaupun kadang suka ngerjain Alexa, tapi justru itu membuat Alexa semakin terbiasa dan dekat dengan Nicholas.
Dan satu lagi, Nicholas juga menepati janjinya untuk membuat Alexa bahagia. Bahkan bisa Alexa rasakan selama seminggu ini mereka hidup bersama. Dia slalu menuruti permintaan Alexa, mengajak Alexa jalan-jalan. Walaupun tak jauh cuma di kotanya sendiri, tapi Alexa sudah merasa senang.
"Gara-gara pindah rumah ke kesini, jarak kuliah ku jadi makin jauh." Ucap Alexa di sela-sela aktifitas sarapannya.
"Makanya, aku nyuruh paman buat antar jemput kamu."
"Eh?" Alexa menatap Nicholas,
"kamu gak nyuruh aku buat bawa mobil sendiri."
"Gak lah, di sini cuma ada 2 mobil. Punyaku sama mobil yang di gunakan paman." Jelas Nicholas.
"Kalo gitu mobilnya aku pake aja, kasihan kan kalo harus antar jemput."
"Gak bisa dong, nanti kalo paman mau kemana-mana gimana? Lagian aku gak suka kalo kamu naik mobil sendiri." kata Nicholas.
Alexa hanya mengernyit, "Memangnya kenapa? kan kasihan Paman juga. Belum lagi jadwalku kadang suka berubah."
"Ya udah, kalo kamu gak mau di antar jemput paman. Biar aku yang antar jemput kamu." Alexa menatap Nicholas dengan alis berkerut
"Gak usah." Sahut Alexa cepat,
"biar di antar paman aja, tapi nanti kalo pulangnya aku bisa naik taksi online kok." Nicholas menatap Alexa yang kini tengah tersenyum ke arahnya itu.
Selesai sarapan Alexa siap berangkat kuliah, dan Nicholas siap berangkat kerja.
"Hati-hati, ya." Ucap Nicholas sambil mengulurkan tangan nya.
"Apa ini?" Alexa menunjuk tangan Nicholas.
"Tangan lah, emang ada pisang bentuknya begitu?" Alexa seketika memanyunkan bibirnya, kesal dengan jawaban Nicholas,
"cium tangan dong, kan udah jadi suami istri." Imbuh Nicholas sambil tersenyum melihat ekspresi Alexa. Dan Alexa pun hanya menurut saja.
"Duluan, ya." Pamitnya lalu masuk ke dalam mobil.
Sampai di kampus Alexa langsung di sambut kedua teman nya Mily dan Keysa.
"Aduh duh, yang habis nikah si pengantin baru. Kok makin bening ya." Ucap Keysa sambil menyikut lengan Alexa.
Baru juga Alexa masuk kuliah. Tetapi rasanya sudah ingin cuti lagi. Semuanya gara-gara kelakuan kedua temannya. Mereka senang sekali menggoda Alexa. Bahkan selama Alexa cuti saja Keysa dan Mily selalu mengirim chat yang isinya tentang pertanyaan-pertanyaan intim. Tentu saja Alexa malas menanggapinya.
"Ya ampun, kalian bisa diem gak sih. Gue malu di dengerin orang." Sahut Alexa yang membuat Keysa dan Mily tertawa.
Lalu mereka duduk di kursi paling pojok belakang.
"Eh... gimana-gimana, lo udah gituan sama Nicholas?" Tanya Keysa berbisik namun terdengar jelas nada antusias itu, tak kalah Mily pun langsung merapatkan diri ke samping Alexa.
Benar kan mereka sudah mengajukan pertanyaan seperti itu lagi.
"Gituan gimana sih?" Tanya Alexa sambil menaikkan satu alisnya.
"Ya gitu masa kamu gak tau sih. Jangan sok bodoh deh." Keysa mulai geram.
"Ena-ena... suami istri." Jelas Mily dengan wajah kesal.
"Hah?" Teriak Alexa dengan reflek, tentu saja membuat teman-teman yang lainnya menoleh. Dan Alexa hanya nyengir,
"kok kalian bisa punya pikiran kayak gitu, sih?" Imbuh Alexa. Kali ini dengan berbisik.
"Lho... kita gak salah kan, kalian kan udah nikah masak gak gituan." Kata Keysa tak terima.
"Gue kasih tau, ya. Mana bisa gue begituan sama Nicholas." Alexa memberi jeda pada kalimatnya,
"coba deh, otak kecil kalian yang gak berguna itu bisa bayangin gak? Dua orang yang gak saling cinta mana bisa ngelakuin hal kayak gitu."
"Ye... biasa aja dong, otak lo tu gesrek! lo slalu ngomong gak cinta dan gak cinta. Gue kan udah bilang belum, Lex." Keysa semakin geram dengan Alexa. Dan Alexa hanya menanggapinya dengan mencibir.
"Bener, Key. Si Alexa ini emang terlalu oneng kayak nya. Kalo gue lihat-lihat Nicholas itu penyayang lho, Lex." Ucap Mily membenarkan perkataan Keysa.
"Bener juga sih, dia juga baik banget." Mily dan Keysa kompak menatap Alexa,
"beneran baik kok."
"Gue yakin lo bentar lagi jatuh cinta sama dia." Ucap Mily sambil menatap Alexa
"Terserah lo deh, gue jadi bisa ngrasain jatuh cinta dong." Ujar Alexa sambil nyengir, membuat Mily dan Keysa geleng-geleng.
"Gue sumpahin jatuh cinta beneran lo, Lex. Biar tahu rasa lo kalo udah bucin sama Nicholas." Ucap Keysa sambil tersenyum.
Jam mata kuliah pertama Alexa pun berakhir lanjut jam kedua. Kali ini dosen yang mengajar adalah Pak Gerald, pria tua yang selalu kalo mengajar pasti ada selingan hal-hal nyeleneh.
"Pagi anak-anak..." Salam Pak Gerald.
"Pagi..."
"Eh...kok pagi pak? bukan siang." Protes Steve. Alexa hanya mendengus mendengar ucapan Steve.
"Siangnya lagi marah sama Bapak. Jadi gak mau di sapa tuh." Ujar pria tua berkacamata itu dengan santai.
"Ih... kok bapak gitu sih, gak boleh, Pak. Setau saya jam 10 lebih itu udah siang." Steve masih kekeuh
Alexa yang duduk dengan Keysa pun hanya menggeleng.
"Gue males sama itu orang, itu lagi ubur-ubur gak bisa diem." Bisik Alexa lalu menguap, dan saat Alexa menguap Pak Gerald tepat menatap Alexa.
"Eh... Alexa udah masuk ya?"
Alexa hanya tersenyum kaku sambil mengangguk.
"I-iya, Pak."
"Pasti tiap malam gak bisa tidur ya?" Tanya Pak Gerald sambil tersenyum, dan beberapa teman sekelas yang tau maksut pak Gerald pun ikut tersenyum sambil menatap ke arah Alexa
"Siapa bilang? tidur lah emang saya kelelawar." Jawab Alexa asal karena ia memang tak tau apa maksut dosennya itu
"Lho... bapak kira gak bisa tidur, habisnya jam segini udah nguap terus sih." Ucap Pak Gerald di ikuti teman-teman cowok Alexa.
"Bapak jangan gitu dong, kasihan suaminya nanti malam gak di kasih." Sahut salah satu teman cowok Alexa.
"Lho.. kan tugas istri harus menuruti perintah suami, gak boleh nolak." Lalu mereka kembali tertawa.
"Ih... apaan sih anying, gak jelas banget itu orang tua, suruh cepetan aja lah ngajar nya." Bisik Alexa ke Keysa dan Keysa hanya tertawa,
"udah tau itu orang kalo ngomong suka nyeleneh, malah pada di tanggepin aja."
Gara-gara Pak Gerald sampai sekarang Alexa masih kesal. Dan percayalah selama jam pelajarannya itu Alexa gak mungkin bisa bergerak bebas. Setiap gerak-gerik nya pasti akan mengundang pertanyaan.
Yah begitulah resiko jadi pengantin baru jadi bahan bully an terus. Apa-apa dikit di sangkut pautin sama hal begituan. Bahkan salah omong sama salah gerak dikit aja bisa di sangkut pautin lho.
Suka heran juga deh, haduh!