
Nicholas yang baru saja pulang sudah di suguhi pemandangan wajah masam dari istrinya saat memasuki kamarnya. Dengan satu alis terangkat Nicholas mendekati Alexa, lalu duduk di depan nya dengan satu kaki yang di angkat ke atas ranjang.
"Kenapa?". Tanya Nicholas.
"Tadi ketemu Bella". Nicholas mengerutkan dahinya seolah meminta penjelasan lebih, "terus dia minta maaf, ya aku gak mau lah maafin dia".
Nicholas lalu mencium kening istrinya itu.
"Ya udah kalo gak mau maafin, terus kenapa sekarang masih sebel gitu muka nya?".
"Ya sebel aja, ngapain juga harus ketemu dia. Bikin eneg".
"Udah, udah. Gimana kalo besok kita jalan-jalan?". Tawar Nicholas
"Kemana?".
"Ke daerah puncak mau, ya sekali-kali cari udara seger ya kan".
"Mau mau". Ucap Alexa antusias.
Bener juga sepertinya udara dingin daerah puncak bisa Alexa gunakan untuk menurunkan kadar panas di dalam kepalanya. Toh sudah lama juga dirinya tak pernah pergi ke kawasan yang hanya di selimuti pemandangan hijau dan segar. Yang ada setiap hari hanya panas dan polusi.
"Tapi berangkat pagi-pagi ya?".
"Kamu yakin kita bisa bangun pagi?". Alexa mengerutkan keningnya, yang benar saja secara dirinya dan Nicholas itu kan sama kebo nya.
"Ya harus dong, kan biasanya kamu juga bisa bangun pagi". Nicholas tersenyum.
"Ok kalo gitu". Jawab Alexa sedikit ragu, "kalo gitu aku siapin makan malam dulu ya".
Nicholas mengangguk
Selesai makan malam dan mandi akhirnya mereka berdua tidur. Karena besok harus bangun pagi-pagi.
##
Pagi harinya jam sudah menunjuk di angka setengah 6 namun Alexa dan Nicholas masih nyaman dengan posisi tidur mereka.
Alexa yang lebih dulu membuka mata langsung mengerjap saat menyadari sudah pukul setengah 6.
"Nicho, bangun". Nicholas hanya mengeram malas, "tuh kan apa aku kata, kita itu gak bisa bangun pagi".
Alexa lalu turun dari tempat tidur. Namun Nicholas masih juga belum mau membuka mata. Akhirnya dengan kesal Alexa menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu agar mau bangun.
"Kenapa sih?". Suara serak khas bangun tidur Nicholas itu terdengar sangat malas.
"Bangun lah".
"Iya ini udah bangun".
"Bangun tu melek, ini masih merem". Alexa berdecak. "Ck! tau ah aku tinggal mandi dulu, awas ya kalo aku selesai mandi kamu belum bangun".
Akhirnya Alexa masuk ke kamar mandi, ia melepas semua pakaian nya dan melemparnya ke keranjang laundry. Tepat saat air shower mengguyur tubuhnya, Nicholas masuk ke dalam kamar mandi dan mengagetkan Alexa yang baru saja mau mulai mandi.
"Ngapain?". Tanya Alexa
"Katanya di suruh bangun". Nicholas melepas pakaian nya dan membuang nya ke dalam keranjang laundry.
"Ya kan cuma bangun, yang mandi aku dulu". Tak menghiraukan ucapan istrinya, justru Nicholas malah berjalan mendekat ke arah istrinya.
Nicholas masuk ke dalam skat kaca tempat dimana Alexa menikmati guyuran dari shower itu.
"Gimana kalo kita mandi bareng?". Ucap Nicholas dengan nada sensual tepat di belakang telinga Alexa.
Tentu saja seketika membuat Alexa seperti tersengat aliran listrik, apalagi kini tangan Nicholas mulai menyusuri tubuh polos nya yang basah itu. Gelenjar panas mulai menjalar ke seluruh tubuh Alexa saat Nicholas mulai mengecup lehernya, dan menimbulkan gairah yang sama sekali tak bisa Alexa tahan.
Nicholas masih mengecupi leher Alexa dengan lembut sesekali beralih ke telinganya. Tak tinggal diam tangan nya kini mulai merambat naik meremas pelan dada istrinya yang sudah membusung itu.
"Eemmh". Satu desahan lolos dari mulut Alexa. Tentu saja bagaimanapun ia tak mungkin bisa menolak perlakuan suaminya tersebut. Apalagi di tambah sensasi guyuran dari air shower yang makin membuatnya bergairah.
Alexa mulai menyadari kalo kegiatan mandi mereka pagi ini gak akan berjalan cepat. Setelah Nicholas menekan tengkuk Alexa sehingga membuatnya sedikit membungkuk lalu menarik pinggang nya dan mengangkat satu kakinya.
Jelas ini gak akan mungkin berakhir cepat begitu saja.
Itu namanya menyelam sambil minum air, senam pagi sekalian mandi. Duh ngomong apa sih gue.
Alexa mengamati jalan dari kaca mobilnya, sementara Nicholas fokus menyetir. Hingga akhirnya Nicholas berhenti di sebuah rumah.
"Kok berhenti di sini?". Tanya Alexa
"Iya, aku mau tuker mobil dulu. Sebentar ya". Nicholas lalu turun dari mobil dan di luar sudah ada seorang pria yang menyambut nya.
"Iya sibuk, sekarang mumpung libur seperti biasa ya siapin keperluan saya di puncak".
"Siap Bos". Pria itu kemudian berjalan menuju garasi mobil
Nicholas lalu menatap Alexa dan mengisyaratkan agar dirinya turun.
"Kita naik ini". Ucap Nicholas saat pria suruhan nya membawa keluar sebuah MoGe Harley Davidson hitam.
Alexa melongo menatap Nicholas. Ia baru tau kalo Nicholas punya koleksi motor juga ternyata.
"Kamu yakin?".
"Iyalah, lagian udah deket kok paling 2kilo lah. pake motor lebih romantis kan?". Goda Nicholas membuat Alexa tertawa.
"Wah si Bos ini emang paling bener kalo ngomong". Ucap pria gempal itu
Nicholas hanya terkekeh lalu naik ke motornya. Baru pertama kali ini Alexa melihat Nicholas naik motor, kok kelihatan keren sekali ya suaminya itu.
Nicholas lalu menyalakan motor nya kemudian menoleh ke arah Alexa.
"Are you ready?".
Alexa malah terkekeh melihat tingkah Nicholas. Gemas sekali rasanya melihat suaminya itu.
"Gak pake helm?". Tanya Alexa saat mulai menaik ki motor nya
"Ngapain? jangan mau kalah dong sama Dilan dan Milea". Alexa memukul punggung Nicholas, "yang penting kamu pegangan yang kuat, you'll be safe with me, trust me!". Alexa hanya menurut lalu melingkarkan tangan nya ke pinggang Nicholas.
Alexa tak bisa menahan senyum nya saat Nicholas mulai melajukan motornya, ia semakin mengencangkan pelukan nya di tambah kini Alexa menyenderkan dagunya ke bahu Nicholas.
"Ternyata gini ya rasanya naik motor sama kamu rasanya beda banget sama naik mobil?".
"Masa sih, apa bedanya?". Gida Nicholas
"Bedanya aku bisa peluk kamu". Nicholas terkekeh saat Alexa mengeratkan pelukan nya. "Terus aku juga bisa ciumin kamu". Kini Alexa menciumi leher Nicholas yang tentu saja membuat Nicholas kegelian, "yang terakhir, aku bisa gelitikin kamu". Kali ini Alexa benar-benar menggelitikki pinggang Nicholas.
"Sayang jangan nanti kita jatuh". Ucap Nicholas karna dirinya merasa geli, apalagi kini ia tak bisa fokus berkendara akibat ulah Alexa.
Alexa tertawa lalu menghentikan gerakan tangan nya
"kayaknya kurang satu lagi deh yang belum kamu sebutin". Imbuh Nicholas
"Apa?". Tanya Alexa penasaran.
Nicholas tersenyum licik lalu tangan kirinya melepas stang kemudi dan menggenggam tangan Alexa.
"Kamu beneran mau tau?".
"Iya apa?".
"Kamu bisa". Nicholas menggeser turun tangan Alexa, "pegang punyaku".
Alexa melongo sambil melotot, berbeda dengan Nicholas yang malah tertawa sangat keras.
"Dasar ya kamu, bisa-bisanya mikirin itu di jalan". Omel Alexa
"Lho emang kenyataan kan". Nicholas masih terkekeh
Alexa mendengus kesal, namun kemudian seringai nya muncul untuk membalas perbuatan suaminya itu.
"Oh iya ya, bener juga".
"Makanya, enak kan..~aakhh". Nicholas menjerit saat tangan Alexa tiba-tiba meremas juniornya.
"He'em enak kan. Sayang?". Goda Alexa dengan nada sensual lalu di ikuti dengan tawa yang tak kalah keras dari Nicholas.
Justru kali ini Nicholas yang hanya bisa memanyunkan bibirnya karna ulah istrinya. Alexa sekarang mulai pintar main balas dendam ya ternyata.
hai hai hai apa kabar??
coba deh tanya ke suaminya kalo di gituin reaksinya sama gak dengan Nicholas, wkwkwkwk
**tolong kasih like dan vote nya ya..
salam dari penulis amatir** ❤️