Get Married!

Get Married!
19. Sedikit Salah Paham



Happy reading !!


##


Di hari Minggu yang cerah ini Alexa tengah menikmati udara segar di ruang tamu outdoornya. Dengan segelas jus favoritnya dan camilan buatan bibinya.


Tiba-tiba Alexa mendengar suara Nicholas yang sepertinya tengah mengobrol lewat saluran telepon. Dia menoleh dan mendapati suaminya itu tengah berjalan ke arahnya.


"Iya ok, kita ketemu dimana?"


Begitulah yang bisa Alexa dengar saat dia menatap Nicholas yang masih sibuk dengan telfonnya itu. Namun dengan cepat Nicholas menutup panggilannya ketika sampai di depan Alexa.


"Kamu udah makan?" Tanya Nicholas.


Alexa hanya menaikkan satu alisnya ke arah Nicholas yang kini sudah duduk di sebelahnya.


"Udah." singkat, padat dan jelas.


Nicholas menghembuskan nafasnya pelan.


"Aku harus keluar sebentar, kamu gak apa-apa kan aku tinggal."


"Gak apa-apa kok! kalo mau pergi, pergi aja gak usah pamit segala." Entah apa yang ada di pikiran Alexa. Setelah melihat Nicholas menerima panggilan tadi Alexa merasa kalo orang yang ada di balik panggilan itu adalah pacar Nicholas.


Dan seketika mood nya yang sejak pagi tadi bagus kini jadi berantakan begitu saja.


"Aku cuma sebentar kok." Ujar Nicholas berusaha meraih tangan Alexa.


Namun dengan cepat Alexa berdiri dan melipat kedua tangannya, kini posisinya memunggungi Nicholas.


"Kalo lama juga gak apa-apa kok! Apalagi kamu sama pacar kamu udah lama gak ketemu kan?!" Nicholas menaikkan satu alisnya saat mendengar ucapan Alexa.


Lalu ia berdiri dan menatap Alexa.


"Aku mau ketemu temen aku, sayang. Rekan bisnisku. Dia mau kembali ke kotanya, makanya dia minta ketemu sama aku." Jelas Nicholas yang tampaknya tak begitu membuat Alexa percaya.


Alexa yang sudah terlanjur kesal pun tak mau banyak berdebat. Toh, seharusnya itu juga bukan urusannya.


"Iya terserah kamu! Aku juga gak peduli. Mau sama teman lah, pacarmu lah, terserah!" Alexa sengaja menaikkan suaranya. Ia berniat ingin segera masuk ke dalam rumah. Namun Nicholas berhasil menahan lengan Alexa.


"Perasaan kamu udah lama gak pernah ngungkit masalah ku dengan wanita lain."


Alexa menghentikan langkahnya sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia sendiri sebenarnya juga gak tau kenapa dirinya bersikap seperti ini. Tapi perasaan kesal itu muncul begitu saja.


Mengingat kejadian hal yang serupa pernah terjadi sebelum pernikahan mereka. Saat Nicholas pamit ada urusan tapi ternyata pergi menemui pacarnya. Dan Nicholas tak berkata jujur ke Alexa, padahal waktu itu Alexa tau betul kalau pacar Nicholas yang menelponnya.


Kini yang bisa Alexa simpulkan adalah Nicholas itu bukan seseorang yang jujur menurutnya. Dia mengira setelah menjadi istrinya, Nicholas akan mulai terbuka pada dirinya. Ternyata tidak!


"Kamu sebut pacar aja, gak apa-apa kok." Alexa berusaha tenang di depan Nicholas yang kini sudah berdiri di depannya.


"Pacar?" Nicholas tersenyum miring mendengar ucapan Alexa,


"perlu kamu tau Alexa aku gak punya pacar. Dan yang aku punya itu hanya istri, dan itu kamu!" Nicholas sengaja menekan kata terakhirnya.


"Oke, kalo kamu gak mau jujur sama aku, gak apa-apa. Tapi mau sampai kapan sih kamu bohong soal hubungan kamu dan pacarmu itu?" Alexa hendak melangkah pergi namun Nicholas berhasil menahan lengannya lagi.


Nicholas benar-benar di buat heran dengan ucapan Alexa. Kenapa sejak tadi ia mengatakan kata pacar terus ke Nicholas. Tidak tahukah kalo itu sangat membuat Nicholas muak.


"Katakan, apa yang kamu ketahui tentang hubunganku dengan perempuan yang sejak tadi kamu sebut sebagai pacarku itu?" Nicholas sengaja menekan setiap kata yang di ucapkan nya tersebut sembari menatap tajam Alexa.


Alexa yang mendengarnya pun hanya bisa berusaha menahan emosinya. Ia berusaha mengatur amarah yang sejak tadi sudah bergemuruh di dalam dadanya.


"kamu ingat saat kita survey melihat tempat pernikahan kita? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu menerima telfon darinya. Lalu kamu pamit pergi dengan alasan ada urusan. Sama persis seperti hari ini?"


Nicholas masih diam menatap Alexa, ia mencoba mengingat kejadian waktu itu. Tak lama kemudian sudut bibirnya tertarik membuat sebuah senyum tipis.


Nicholas berdecih. "Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui Alexa." Nicholas melepas genggaman tangannya di lengan Alexa, kini matanya menatap tajam ke wajah istrinya itu.


"Aku gak punya pacar! sama sekali gak punya. Aku sudah beritahu kamu kan soal ini. Jauh sebelum kita menikah." Alexa masih berusaha bersikap tenang dan mendengar penjelasan Nicholas,


"hubunganku dengan perempuan itu hanyalah sebatas hubungan saling membutuhkan! gak lebih! Dan aku sudah gak pernah berhubungan lagi dengan dia sejak ..." Nicholas memberi jeda pada ucapannya,


"sejak kamu melihat aku menerima panggilan dari perempuan itu."


"Kenapa kamu milih buat putusin dia?" Nicholas mengacak rambutnya frustrasi. Lalu menunduk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Alexa.


"Karena aku sudah menikah. Aku sudah punya kamu." Seketika jantung Alexa berdegup kencang ketika mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Nicholas. "Dan wanita itu bukanlah pacarku." Nicholas mengusap wajahnya secara kasar.


"Ayolah Alexa, dia itu bukan siapa-siapa. Gak penting juga buat aku ceritain ke kamu."


"Tapi kenyataannya memang ada hubungan kan di antara kalian berdua?" tanya Alexa dengan sorot mata tajam.


Kali ini Nicholas benar-benar geram karena Alexa tak kunjung juga percaya.


"Kan aku sudah bilang, hubungan kita hanya sebatas hubungan saling membutuhkan... gak lebih!" Terdengar nada tinggi terucap di akhir kalimat Nicholas.


"Hah?" Alexa tak mengerti dengan ucapan Nicholas dan sepertinya juga ia mulai merasa sedikit takut dengan nada tinggi yang keluar dari mulut Nicholas.


Dengan cepat Nicholas menyadari hal itu. Lalu ia segera memejamkan matanya sesaat sebelum ia kembali menatap Alexa.


"Sayang..." ucap Nicholas lembut sembari menggenggam kedua tangan Alexa,


"kamu tau kan aku ini pria normal."


"Hah? maksutnya?" Alexa mengerutkan alisnya, dan makin tak mengerti dengan perkataan Nicholas.


"Ya maksudku, aku ini pria normal aku juga punya kebutuhan hormon yang harus aku penuhi. kamu tahu kan?" Nicholas berusaha menjelaskannya secara perlahan supaya Alexa mengerti.


Kini Alexa menatap Nicholas dengan tatapan yang tak bisa Nicholas pahami. Ia seperti meminta penjelasan lebih dari ucapan Nicholas tersebut.


"Alexa, dia itu cuma wanita penghibur. Aku memberi dia uang lalu aku mendapat kepuasan yang aku mau. Ya, memang dia sempat suka denganku dan berusaha buat aku jatuh cinta. Tapi, bagaimanapun caranya gak akan mungkin bisa Alexa... aku gak mungkin bisa suka sama dia." Nicholas memberi jeda sesaat. "Dan sekarang dia udah berjanji buat pergi jauh dari kehidupan aku." Nicholas semakin menatap tajam Alexa.


Mendadak rasa kering melanda leher Alexa. Ia berusaha menelan ludahnya dengan susah payah saat mendengar penjelasan dari Nicholas.


"Dan saat kamu mengetahui aku akan bertemu dengan dia. Saat itu juga terakhir kalinya aku bertemu dengan perempuan itu." Mata Nicholas terus menatap Alexa berharap istrinya itu bisa mengerti dengan apa yang ia katakan.


Alexa perlahan melepas genggaman tangan Nicholas. Ia tak tahu harus memberi respon yang seperti apa, semua masih terasa membingungkan. Alexa segera masuk ke dalam rumah begitu saja tanpa meninggalkan sepatah kata apapun ke Nicholas.


Sampainya di kamar Alexa hanya duduk diam menatap keluar jendela kamarnya. Ia tak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya. Tak seharusnya ia ikut campur urusan Nicholas.


Apalagi sampai berdebat seperti tadi, bagi Alexa ini sudah tak wajar dan sangat aneh. Harusnya dia membiarkan saja Nicholas mau berhubungan dengan siapa saja, toh bukan urusan nya. Tapi kenapa perasaan aneh itu tiba-tiba muncul dengan sendirinya.


Apalagi kini dirinya mengetahui satu kenyataan yang cukup membuatnya kaget. Ternyata selama ini dia sudah salah paham terhadap Nicholas. Ternyata wanita itu benar bukan pacar Nicholas, dan dia hanya wanita penghibur.


Alexa mendengus kasar. Ketika mengingat penjelasan Nicholas tadi. Ia menghela nafas panjang kemudian menghembuskan nya.


"Apa ini yang di namakan cemburu?"


Alexa memejamkan matanya dan berusaha memikirkan kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dan juga Nicholas.