Get Married!

Get Married!
36. Hujan Dan Kesal



Tak ada tanda apapun dari langit. Bahkan cuaca siang ini cukup cerah. Namun tiba-tiba berubah menjadi mendung setelah itu gemuruh hujan mulai menetes dengan begitu derasnya.


"Ayo cepat lari!" Teriak Nicholas menggandeng tangan Alexa.


"Percuma lari, hujan nya udah sampai depan sana!" Sahut Alexa menahan tangan Nicholas.


Akhirnya Nicholas dan Alexa berteduh sembari menunggu hujan di depan minimarket, dekat rumah mereka. Tempat dimana mereka belanja tadi.


"Ya udah terpaksa nungguin sampai hujan nya terang ya. Aku beliin minum dulu." Alexa hanya mengangguk lalu duduk di kursi yang di sediakan oleh minimarket tersebut.


Alexa mendengus menatap hujan yang semakin deras. Hawa dingin pun kini mulai menerpa kulit tubuhnya.


"Nih." Nicholas menyodorkan segelas kopi hangat yang baru ia seduh dari minimarket. "Dingin ya?" Imbuhnya.


"Nggak juga." Nicholas menaikkan satu alisnya saat menatap istrinya yang saat ini hanya menggunakan celana jeans pendek dan kaos oblong itu. Mana mungkin kalau tidak dingin.


Nicholas menaruh kopinya di atas meja lalu menyenderkan punggungnya ke kursi.


"Kayaknya bakalan lama deh hujan nya." Ucap Nicholas.


"Kamu tau nggak?" Alexa bersuara namun pandangan nya tetap lurus menatap butiran hujan yang jatuh.


"Apa?"


"Aku tuh benci banget sama hujan. Aku nggak suka hujan." Tutur Alexa.


"Kenapa? bukan nya kalo gak ada hujan kita juga bakalan susah gak ada air." Nicholas menanggapinya sambil terkekeh.


"Maksudku di luar konteks itu. Aku tau kok kalo Tuhan ngasih hujan itu bermanfaat." Alexa menarik nafasnya pelan. "Bagiku, hujan slalu datang di waktu yang gak tepat." Kini Alexa menatap Nicholas, "makanya aku gak suka."


Nicholas hanya tersenyum simpul saat menatap istrinya itu.


"Aku ngerasa sedih aja. Kalo tiba-tiba hujan turun, basah, dingin." Alexa terus berceloteh.


"Ini gak ada hubungan nya sama mantan kan?" Nicholas menaikkan satu alis nya ke arah Alexa, membuat istrinya kini terkekeh pelan.


Dasar bisa-bisanya langsung di hubungin ke mantan ih.


"Ya gak lah, mantan dari mana coba pacaran aja gak pernah." Nicholas terkekeh sembari mencubit pipi Alexa.


"Lupa aku." Nicholas hanya menyengir ke arah Nicholas.


"Nggak tau kenapa rasanya tuh sedih aja. Kayak mau kemana-mana nggak bisa, nggak enak, nggak nyaman. Terus kalo udah di jalan tambah kesel lagi bukanya sedih. Misal niatnya mau liburan terus hujan, akhirnya sampai di tempat kita gak jadi liburan. Acaranya berubah jadi menunggu terang nya hujan. Bikin mood ilang seketika tau gak." Celoteh Alexa.


"Terus kasihan juga kalo lihat orang-orang yang di pinggir jalan jualan pada kehujanan, yang kerja juga kehujanan." Alexa mendengus, sepertinya dia mulai merasa jengkel dengan ceritanya sendiri.


"Terus yang paling bikin aku kesel dan sedih itu kalo pas aku di rumah sendiri terus hujan. Bayangin deh aku jadi kaya orang ngenes banget kan. Cuma bisa di kamar ya kalo bisa tidur kalo gak? Cuma duduk di depan Tv atau di dekat jendela sambil lihatin hujan sambil bengong gak tau harus ngapain. Ngenes banget kan? makanya benci banget aku tuh."


Nicholas tersenyum mendengar ocehan Alexa. Bisa-bisa nya istrinya itu berpikir seperti itu.


"Terus gimana dong, kalo kamu kesel mau kesel sama siapa?"


"Ya sama hujan lah." Sahut Alexa cepat.


"Hujan gak pernah salah, sayang. Kalo udah waktunya hujan mau gimana lagi." Nicholas menepuk lembut kepala Alexa.


"Gak bisa dong." Alexa semakin ngeyel. Persis anak kecil.


"Terus maunya gimana?" Tanya Nicholas mengalah.


"Hm." Nicholas menggeleng-gelengkan kepalanya. "Gak semua yang kamu pengen itu sama dengan orang lain. Lagian kenapa sih gak usah kesel dong sayang nikmatin aja. Hujan masih air."


"Ya kali masa hujan turun duit." Ujar Alexa sebal.


"Nah itu justru bahaya, bisa menimbulkan masalah. Makanya karena masih air nikmatin ajalah." Nicholas mengelus-elus pundak kepala Alexa.


Alexa hanya mencebik seperti tak mau menghiraukan perkataan suaminya. Nicholas lalu berdiri berjalan ke depan sambil menengadahkan tangan nya ke depan.


"Hujan nya udah berhenti, mau lanjut keselnya atau pulang?" Tanya Nicholas.


Alexa mendengus, lalu beranjak dari kursi sambil melipat kedua tangan nya.


"Pulang lah." Ujar nya seraya berjalan mendahului Nicholas.


Saat hujan memang sangat menjengkelkan, tapi kalo sudah reda seperti ini suasananya bikin nyaman lho. Udara nya jadi terasa bersih dan sejuk. Apalagi kalo lihat pohon dan bunga-bunga yang masih basah. Di tambah bau aspal jalanan dan tanah yang basah, benar-benar menenangkan banget dan bikin seger. Dan diam-diam Alexa menyukai nya.


Ternyata Alexa cuma mau enak nya ajah.


Alexa melihat sebuah pohon rambutan, pohon nya sih tidakk besar namun buah nya sangat lebat. Bukan ingin rambutan nya, tapi tiba-tiba saja ia ingin mengerjai suaminya.


"Nicho sini." Panggil Alexa saat sudah berada di bawah pohon. "Petikin satu, tangan aku gak nyampe. Sini plastiknya biar aku yang bawa."


"Makanya tumbuh ke atas." Ledek Nicholas, tentu saja membuat Alexa mendengus.


"Yang mana, ini?" Tunjuk Nicholas lalu berusaha menggapai rambutan berwarna merah.


Tepat saat Nicholas tengah sibuk dengan kegiatannya. Alexa dengan sekuat tenaga menggoyangkan pohon itu lalu berlari menjauhi pohon nya.


Alexa tertawa puas saat semua air yang menempel di pohon itu jatuh mengenai suaminya.


Alexa tertawa terbahak-bahak. "Segar ya?"


Nicholas membelalakkan matanya kaget. ia menatap Alexa yang justru malah terlihat sangat senang


"Ya ampun aku kan jadi basah Alexa."


"Nggak apa-apa, toh hujan masih air kan." Alexa semakin terbahak kencang. Kemudian berlari meninggalkan Nicholas.


Apa sih salah Nicholas sampai di kasih istri seperti Alexa? Umurnya sudah hampir 34 tahun dan Alexa 23 tahun, tentu sudah tak masuk kategori bocah lagi kan.


Namun aneh nya, semenjak Nicholas menjadi suami dari Alexa. Istrinya itu mampu membawa dirinya masuk ke dalam dunia nya, ia slalu terbawa dengan tingkah Alexa yang kadang sangat childish dan aneh.


Saat ini Nicholas masih menatap Alexa yang masih berlari sambil terus tertawa terbahak-bahak. Dirinya ikut tersenyum kemudian berteriak.


"Besok aku mau request hujan duit aja!"



**hai hai hai guys..


jangan lupa di like dan di vote juga ya..


scene ini tercipta karna nulisnya sambil di temani hujan beneran.. 😁


salam dari penulis amatir** ❤️