Get Married!

Get Married!
16. Keseharian



Happy reading !!


##


Nicholas memasuki ruangannya di ikuti sekretarisnya yang bernama Angelia. Wanita itu terlihat membawa beberapa dokumen di tangannya.


Nicholas lalu duduk dan menyuruh Angelia meletakkan dokumen yang di bawanya itu ke atas meja.


"Oh ya, saya hampir lupa." Ucap Angelia kembali berbalik badan ke arah Nicholas,


"besok ada mahasiswi mau magang di sini, Pak. Dia sudah mengajukan permohonannya minggu lalu saat bapak cuti."


Lalu Angelia mengambil data di antara dokumen yang ia bawa tadi dan menyerahkannya ke Nicholas.


"Besok? terus mau berapa bulan magangnya?" Tanya Nicholas sambil membuka-buka data tersebut.


"Kemarin sih katanya, 2 kalo gak 3 bulan, Pak."


"Oh... kalo gitu suruh dia kesini besok pagi, ya." Lalu Angelia keluar dari ruangan Nicholas.


Entah kenapa hari ini Nicholas ingin cepat pulang lalu bertemu dengan Alexa. Ya walaupun kalo berdua mereka kebanyakan berantemnya tapi jujur Nicholas slalu merindukannya.


Malam pun tlah tiba, Nicholas memasuki rumahnya dan benar saja orang yang sejak siang tadi ia rindukan kini sudah duduk di depan TV mengenakan setelan piyama dengan rambut kuncir kuda.


Nicholas yang melihat nya pun langsung merasa gemas. Tapi apalah daya, ia harus menunda momen manis yang seharusnya ia lakukan bersama istrinya itu. Nicholas ingin merasakan pulang kerja di sambut istrinya, lalu di peluk di cium lalu menceritakan keluh kesahnya tentang pekerjaan seharian tadi.


kasihan Nicholas.


"Eh... kamu udah pulang." Nicholas tertegun mendengar kalimat yang di ucapkan Alexa baru saja.


"Iya, tadi lumayan banyak kerjaan." Jawab Nicholas. Dia hendak berjalan masuk ke kamar. Namun tiba-tiba ia di kejutkan oleh sikap Alexa


"Kamu sudah makan?" Nicholas menoleh menatap Alexa yang kini sudah berdiri,


"kebetulan bibi tadi masak dikit, karena aku pikir kamu udah makan di luar."


Nicholas masih diam menatap Alexa.


"Belum, aku gak pernah makan di luar kalo gak terpaksa." Imbuhnya kemudian.


"Ya udah aku panggil bibi dulu, ya." Alexa yang hendak berjalan memanggil bibinya dengan cepat di tahan oleh Nicholas.


Alexa tersentak lalu berbalik arah menatap Nicholas dengan alis terangkat tinggi.


"Aku mau kamu yang masak buat aku." Ujar Nichiolas dan hal iti membuat Alexa mengerutkan alisnya.


Apa kata Nicholas, masak?? Alexa bertanya dalam hati. Pegang kompor saja tidak pernah, terus mau masak gimana.


"Aku gak bisa masak, aku gak mau kamu mati gara-gara makan masakan aku." Ucap Alexa polos, membuat Nicholas terkekeh.


Nicholas mengusap kepala Alexa. "Mana mungkin orang mati gara-gara makan masakan istrinya, kecuali kalo kamu masukin racun."


Ya kali setega itu suami sendiri di kasih racun. Ini bukan sinetron-sinetron jahat ya...


"Ya mana mungkin aku kasih kamu racun." Elak Alexa.


"Ya udah, kalo gitu aku mau kamu yang siapin makan malam ku." Pinta Nicholas.


Lagi-lagi Alexa mengernyit. "Tapi aku harus masak apa? aku belum pernah masak." Ucap Alexa memasang wajah memelas. Berharap Nicholas kasihan padanya.


Mana mungkin Nicholas kasihan, secara dia kan suka kalo mengerjai Alexa seperti ini.


"Ya terserah, aku bisa kok makan apa aja." Alexa hendak membuka mulut namun tertahan,


"asal enak." Lanjut Nicholas yang membuat Alexa cemberut.


Tadinya sih ingin Alexa kasih batu aja, tapi sayang nya batu gak enak. Jadi gak bisa masuk kualifikasi deh.


Alexa lalu berpikir keras untuk masak apa malam ini. Mau masak telur tapi dia tidak bisa bagaimana cara memecahkan telurnya. Ia harus bagaimana?


Ia langsung berlari ke arah dapur, berusaha mencari ide untuk masakannya.


Dan akhirnya seperti mendapat pencerahan, Alexa langsung bergegas menyalakan kompor nya dan mulai memasak.


Ya... walaupun gak bisa masak tapi Alexa gak oon banget kok kalo cuma buat nyalain kompor. Itu pun juga karena sering lihat bibinya saat dia menunggu Bibi memasak.


Beberapa menit kemudian Nicholas kembali turun dari kamarnya. Dan dia langsung memasang senyum ketika melihat Alexa sudah siap dengan masakannya.


"Ini spesial buat kamu... di jamin endul rasanya." Alexa tersenyum bangga sambil menyodorkan sepiring masakan hasil jerih payahnya.


Nicholas berusaha menahan tawanya melihat Alexa. Rambut yang tadi rapi kini sudah berantakan. Padahal cuma nyiapin makanan satu piring lho buat dirinya. Bukan buat satu kampung.


"Gimana enak?" Tanya Alexa sambil menatap Nicholas yang kini mulai mengunyah makanan nya.


"Enak." Nicholas manggut-manggut sambil merasakan masakan buatan istrinya itu.


"Tuh kan, masakan ku pasti enak, siapa dulu dong Alexa." Alexa membanggakan dirinya atas masakan yang ia buat malam ini,


"ini semua berkat Indomie goreng! terima kasih Indomie karena mu aku bisa masak juga."


Nicholas hanya bisa terkekeh melihat tingkah Alexa.


Ya kali cuma masak mie aja sampe kusut begitu, untung aja enak. Kalo sampai tidak enak benar-benar terlalu.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam Alexa mulai menguap. Lalu ia melepas kancing outer piyama nya seperti biasa. Jadi kalo tidur ia hanya akan mengenakan singletnya saja.


Nicholas yang sejak tadi sibuk dengan laptopnya pun seketika terbuyar oleh penampilan Alexa. Lagi-lagi istrinya itu secara tak langsung menggoda imannya.


Alexa meregangkan lengannya ke atas. Jelas kelakuannya itu membuat dada yang tak terbalut bra itu menonjol. Nicholas hanya menatapnya sambil sesekali menelan ludahnya.


"Aku tidur duluan ya, good nite." Kata Alexa setelah ia tak lupa meletakkan guling sebagai pembatas antara dia dan Nicholas.


Sabar ya Nicholas, punya istri kayak Alexa.


"Hm." Jawab Nicholas datar sambil melirik Alexa yang sudah memejamkan mata itu.


Jam tepat menunjuk di angka 11 dan Nicholas baru selesai dengan tugas nya. Ia turun dari tempat tidur meletakkan laptop nya ke atas meja. Lalu beranjak turun mengambil minum di dapur.


Alexa yang sudah tertidur sangat pulas itu pun sampai tak sadar kalo selimutnya kini sudah melorot hingga pinggangnya.


Nicholas yang melihatnya pun berniat untuk membenarkan selimutnya.


Tapi, setelah ia melihat dua gundukan dada Alexa ia tertegun sesaat. Nicholas meletakkan gelasnya di atas nakas. Lalu ia kembali memandang wajah istrinya yang tengah terlelap itu. Dengan perlahan Nicholas mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alexa.


Di usapnya lembut bibir Alexa yang berwarna pink alami itu, lalu beralih kepipinya. Semakin dekat wajah Nicholas menatap Alexa. Dapat Nicholas rasakan hembusan nafas teratur Alexa menerpa wajahnya.


Lalu perlahan Nicholas mengecup bibir Alexa yang tengah tertidur itu. Sebuah kecupan yang sangat lembut.


Tiba-tiba dengan sendirinya tangan Nicholas tergerak ke arah dada Alexa. Dan dengan perlahan ia mulai mengusapnya pelan sambil terus mencium bibir istrinya itu.


"Nggak!" Nicholas menarik kembali tangannya lalu memejamkan mata sembari mengurut pangkal hidungnya secara perlahan,


"gue cowok sejati, gue gak mungkin manfaatin kesempatan dalam kesempitan."


Nicholas kembali berdiri lalu membenarkan selimut Alexa yang melorot tadi. Lalu ia mencium kening Alexa lembut.


"Good night, sayang." Ucap Nicholas lalu berjalan mematikan lampu kamarnya dan mulai berbaring di samping Alexa.


Entah sampai kapan Nicholas seperti itu, yang bahkan menurutnya ini sudah sangat tak masuk akal baginya. Lalu ia mencoba memejamkan matanya dan tertidur.


Sementara itu, Alexa yang masih terpejam tiba-tiba memutar tubuhnya hingga memunggungi Nicholas, di ikuti gerakan tangannya yang langsung menutup dadanya.