Get Married!

Get Married!
13. Not Honeymoon



Happy reading !!


##


Alexa menganga ketika mobil Nicholas masuk ke sebuah pekarangan luas yang menampilkan sebuah rumah mewah bergaya klasik modern. Di halaman rumahnya di dominasi oleh tanaman dan pepohonan yang membuat terlihat lebih indah.




"Ini rumah siapa?" Tanya Alexa penasaran.


"Tentu saja rumah ku. Ini hadiah dari Mama dan Papa, kamu suka?" Alexa hanya mengernyit sambil menatap Nicholas.


Ketika mereka sampai, seorang pelayan wanita dan pria yang sudah paruh baya menyambut kedatangan Alexa dan Nicholas.


"Selamat datang tuan Nicholas." Ucap pelayan wanita itu sambil melirik Alexa.


"Oh iya, Paman, Bibi. Kenalkan ini Alexa, istri saya." Lalu Alexa tersenyum manis sambil mengulurkan tangan.


"Cantik sekali nona Alexa."


"Terima kasih, Bi."


"Paman dan bibi, tolong bawakan barang ini ke kamar saya, saya mau mengajak Alexa berkeliling sebentar."


Lalu kedua pelayan Nicholas itu langsung bergegas membawakan koper mereka berdua.


Nicholas mengisyaratkan agar Alexa mengikutinya berjalan. Alexa di buat kagum kembali melihat interior ruangan rumah ini, rumah ini di desain dengan gaya klasik dan elegan serta banyak tanaman yang menghias di setiap sudut yang membuatnya makin cantik.



"Rumah sebesar ini kamu cuma punya 1 ART? kamu tega sekali, kasihan dia harus mengurus semuanya sendiri." Ujar Alexa yang berjalan di belakang Nicholas.


"Hah? mana mungkin aku setega itu. Aku selalu memanggil tenaga cleaning servis kalo akan membersihkan rumah ini." Jawab Nicholas santai.


"Tunggu dulu..." Alexa menghentikan langkahnya saat melihat sebuah ruang tamu outdoor yang menurutnya sangat bagus sekali.


"Kamu benar-benar seniat ini, ya, membuat rumah ini terlihat perfect."



Nicholas tersenyum mendengar ucapan Alexa.


"Mau gimana lagi, katanya rumah harus di buat senyaman mungkin, seperti layaknya di surga."


Nicholas dan Alexa menaiki sebuah tangga dan di lantai atas itu hanya ada 3 ruangan saja yang berukuran besar.


Lalu Nicholas masuk ke salah satu ruangan yang ada di tengah-tengah.


"Ini kamar kita." Nicholas mempersilahkan Alexa masuk.


Sesaat Alexa masih terpesona dengan kamar mewah ini. Dan di kamar itu juga ada pintu yang menuju ke sebuah balkon.



"Eh... maksud kamu kita sekamar?" Tanya Alexa bingung.


"iya lah, kan kita sudah suami istri." Jawab Nicholas. Terlihat senyum kecil muncul di sudut bibir Nicholas.


Yang justru berhasil membuat Alexa kesusahan menelan ludahnya.


"Apa nggak ada kamar lain? kamar tamu."


"Ada sih, tapi di bawah. Dan kamu tau rumah sebesar ini yang hanya ada 4 orang, dan aku juga gak tau apa yang bakalan terjadi kalo malam begini, so~"


Nicholas sengaja menakut-nakuti Alexa, supaya Alexa tidak banyak bertanya dan protes. Lagian Nicholas memang tak menyiapkan kamar sendiri-sendiri untuk mereka berdua. Suami istri masa harus tidur sendiri-sendiri.


"Udah, udah... iya!! kamu gak usah nakut-nakutin aku. Tapi ..." Alexa tampak memikirkan sesuatu.


"Tapi apa?"


"Aku punya syarat kalo kita tidur sekamar." Nicholas mengerutkan alis nya,


"syarat pertama, kamu gak boleh apa-apain aku, dan yang kedua kamu gak boleh protes dengan syarat pertamaku tadi."


"Tapi kan kamu istriku." Nicholas berusaha protes. Yang benar saja, mereka sudah menikah tetapi nggak boleh melakukan apapun. Bisa mati gaya Nicholas nanti.


"Terserah... kalo kamu mau protes, ingat syarat nomor dua." ujar Alexa santai.


Tiba-tiba tubuh Alexa merinding dengan jantung berdetak kencang. Kini Nicholas semakin dekat di hadapannya, bahkan sudah tak ada jarak di antara mereka lagi.


Nicholas meraih dagu Alexa, mengamati wajah cantik yang kini jadi istrinya tersebut.


Alexa yang tak tau harus bagaimana hanya bisa memejamkan matanya. Ia masih merasa kaku sekali berhadapan sedekat ini dengan seorang laki-laki. Apalagi mereka baru mengenal tak lama dan langsung menikah.


"Kamu kenapa?" Tanya Nicholas. Dan Alexa pun membuka matanya. Tepat saat mata Alexa terbuka, netra mata mereka saling bertemu.


"Ya, kamu mau ngapain?" Ucap Alexa sedikit gugup, Nicholas malah tertawa.


"Kamu kok kaku begitu sih? kayak orang belum pernah bermesraan aja." Nicholas masih terkekeh.


"Iya, aku memang belum pernah. Pacaran aja gak pernah, gimana mau bermesraan." Sahut Alexa cepat,


"Jadi... jangan pegang-pegang aku." Alexa melepaskan tangan Nicholas dari dagunya.


"Lho... terus, cowok yang jalan sama kamu di kampus itu siapa?"


"Dia temen aku lah, dan gak penting juga aku ceritain ke kamu."


Nicholas menatap Alexa, pantas saja saat Nicholas menciumnya tadi Alexa tak merespon sedikitpun dan hanya terdiam kaku seperti patung.


Seringai Nicholas lalu muncul.


Ia kembali mendekat ke arah Alexa meraih dagu Alexa dan perlahan menundukkan kepalanya. Alexa benar-benar kaget dan tak tau harus bagaimana, ia hanya bisa diam mematung. Bahkan saat ini dirinya sudah merasa susah sekali bernafas.


Nicholas sudah tepat berada di hadapannya dan ia bisa merasakan hembusan nafas Nicholas yang teratur itu menerpa kulit wajahnya. Alexa hanya bisa memejamkan matanya kembali.


"Cepat ganti baju, dan istirahat. Hari sudah malam, sayang." Bisik Nicholas lembut tepat di telinga Alexa.


Alexa membuka matanya lagi dan terkejut dengan tingkah Nicholas.


"I... iya." Jawabnya terbata.


"Tenang aja, sayang. Aku gak akan apa-apain kamu sebelum kamu siap." Imbuh Nicholas yang berhasil membuat Alexa bernafas lega,


"asal kamu gak godain aku."


"Mana mungkin aku godain kamu." Sanggah Alexa cepat, mungkin Alexa tak tau makna menggoda dari Nicholas itu.


Nicholas hanya tersenyum miring, lalu keluar dari kamar Alexa.


"Aku mau cari udara segar dulu di bawah, habisnya istriku jahat banget. Masa gak mau di sentuh sama suaminya."


what? Alexa melotot mendengar ucapan Nicholas ia hanya menatap kepergian Nicholas itu dengan tatapan kesal. Sambil meremas-remas tangan dan mengepalkan nya ke arah Nicholas


'dasar Nicholas sialan!!' Ujar Alexa dalam hatinya.


Nicholas pergi ke taman belakang sambil menyalakan sebuah rokok. Ia duduk bersandar sambil menikmati langit yang berhias bulan dan bintang.


Kepulan demi kepulan asap rokoknya itu keluar bercampur dengan udara pada malam hari ini.


"Kenapa tadi gue berkata bodoh begitu sih." Nicholas mengacak rambutnya,


"Alexa apapun yang terjadi, kamu akan jadi milik ku."


Nicholas menghisap rokoknya dalam dan menghembuskan asapnya secara perlahan ke udara.


Alexa baru saja selesai mandi, ia berjalan ke arah kopernya karena ia belum sempat menata pakaian nya di lemari. Alexa mencari piyama tidurnya lalu memakainya.


Alexa memakai piyama celana pendek yang berbahan satin dengan atasan singlet yang dibalut dengan setelan lengan panjang. Dan satu hal yang perlu di ingat kalo Alexa itu tidak pernah memakai bra kalo tidur.


Berhubung Alexa sudah sangat lelah ia tertidur begitu saja setelah merebahkan dirinya di atas ranjang. Beberapa menit kemudian Nicholas masuk ke kamar dan berniat untuk membersihkan diri dan tidur juga.


Namun Nicholas di buat tertegun saat melihat Alexa sudah tertidur di atas ranjang kamarnya. Dengan mengenakan setelan piyama yang minim itu.


Pandangan Nicholas jatuh ke dada Alexa, bisa di bayangkan kalo Alexa tidur tidak pernah memakai bra tentu saja membuat puncak dadanya itu menyembul dengan jelas.


Baru beberapa menit yang lalu Nicholas meminta Alexa untuk tak menggodanya. Namun kalo seperti ini pasti akan susah bagi Nicholas.


"Damn!" Umpat Nicholas sambil berjalan masuk ke kamar mandi.



Jangan lupa Like, Vote dan Komen nya ya!!