
Happy reading !!
##
Mobil Nicholas berhenti tepat di depan kampus Alexa. Sebelum istrinya itu melepas seatbelt dan keluar, Nicholas berhasil menangkap sosok yang entah kenapa sangat ia benci.
Calvin, cowok itu kini tengah duduk di atas motornya dengan tangan kanan yang sibuk dengan ponselnya.
"Nicho nanti kita ke rumah papa sama mama ku ya, aku kangen banget sama mereka." Nicholas hanya diam tak mendengar perkataan Alexa
"Nicho". Imbuh Alexa menepuk bahu suaminya itu
"Iya."
"Nanti kita ke rumah mama sama papaku ya?"
"Iya, nanti aku bakalan pulang sore. Belajar yang bener biar cepet wisuda." Ujar Nicholas sambil menepuk pundak kepala Alexa.
Alexa hanya mengerucutkan bibirnya lalu keluar mobil Nicholas.
Saat Alexa mulai memasuki gerbang kampusnya Nicholas masih juga belum melajukan mobilnya. karena perasaan nya mengatakan bahwa Calvin sedang menunggu Alexa, dan benar saja itu terjadi.
"Pagi Alexa." Sapa Calvin dengan senyuman saat Alexa melewati parkirannya
"Eh, Calvin." Lirikan mata Alexa jatuh ke bagian depan motor Calvin
"Ciye tumben bawa bunga buat siapa tuh."
"Oh, ini." Calvin mengambil bunganya dan mencium sekilas lalu bunga itu ia berikan ke Alexa,
"buat kamu, tadi gak sengaja lewat toko Florist ternyata ada bunga yang bagus. Ya udah aku beli aja buat kamu." Calvin menggaruk belakang telinganya
"mau buat pacar juga belum ada soalnya."
Alexa terkekeh lalu menerima bunga nya.
"Makanya cepetan cari dong." Andai saja Alexa tau kalo Calvin masih mengharapkan nya,
"oh iya gue buru-buru nih, makasih ya bunga nya. Wangi banget kayak gue." Alexa dan Calvin tertawa bersama sebelum akhirnya Alexa masuk ke dalam.
Sementara itu Nicholas yang berada di dalam mobilnya benar-benar sedang berusaha menahan amarahnya. Suami mana sih yang tidak marah melihat istrinya di kasih bunga sama orang lain. Apalagi itu Calvin. Entah kenapa Nicholas sangat membencinya.
Mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat Nicholas juga mengantar Alexa dan melihat Calvin.
Flash Back
Waktu itu Alexa sudah masuk ke kampusnya dan Nicholas iseng-iseng tanya dengan seorang mahasiswi yang tengah lewat di depan mobil nya.
"Eh... maaf mengganggu." Ucap Nicholas mencegah cewek berkacama dengan rambut kuncir kuda
"I-iya kenapa ya?" Jawab cewek itu terlihat gugup
"Kamu kenal Alexa."
"Oh.. Alexa kenal, kak. Memang nya ada apa?"
"Kamu tau juga cowok yang sering deket sama Alexa itu siapa?" Cewek di depan Nicholas tersebut terlihat tengah memikirkan sesuatu
"Oh... Calvin maksudnya, setau saya dia temen dekat Alexa." cewek itu memberi jeda,
"bahkan gosipnya dulu Calvin pernah suka sama Alexa, sekarang aja setelah Alexa punya suami kayaknya Calvin masih suka deketin gitu deh."
Cewek tersebut mungkin tidak tahu kalau yang ada si depannya itu adalah suami Alexa.
"Oh gitu, makasih ya."
Lalu Nicholas masuk ke mobilnya.
##
Maka hari ini dengan kesabaran yang sudah habis Nicholas terpaksa harus memberi peringatan kepada Calvin.
Calvin yang baru saja melepas jaket nya dan mengambil tas di atas motornya. Tiba-tiba kaget ketika melihat Nicholas sudah berdiri di belakangnya.
"Lo suami nya Alexa, kan?" Tanya Calvin dengan alis berkerut, untung saja keadaan parkiran motor itu terbilang sepi hanya ada beberapa orang saja,
"mau apa lo?"
"Gue gak mau basa-basi. Maksud lo apa kasih istri gue bunga? Alexa gak butuh bunga dari lo." Ucap Nicholas santai namun penuh penekanan.
Calvin tersenyum miring.
"Kenapa? istri lo aja mau kok nerima bunga dari gue. Kenapa lo yang sewot?"
"Mestinya lo yang harus punya kesadaran untuk mengerti kalo Alexa sudah punya suami." Nicholas berusaha menahan kesabarannya.
"Terus mau lo apa, hah?" Calvin melangkah maju mendekat ke arah Nicholas.
Nicholas terkekeh mengejek.
"Gue cuma mau lo sadar kalo Alexa istri gue."
"Kalo gue gak mau gimana? gue bisa kapan aja deketin Alexa. Asal lo tau kalo bukan karna di jodohin sama lo mungkin saat ini Alexa sudah jadi milik gue." Calvin menatap tajam ke arah Nicholas.
"Tapi kenyataan nya sekarang dia udah jadi istri gue, lo sadar dong." Nicholas masih terkekeh,
"gue cuma mau kasih lo peringatan satu kali ini. Gak usah sok peduli dengan istri gue." Ucap Nicholas penuh dengan penekanan di setiap kalimatnya.
"Kalo gue gak mau gimana?" Calvin malah mendorong tubuh Nicholas hingga mundur.
Nicholas mendengus. "Gue gak punya waktu buat ngladenin bocah kayak lo! yang penting lo inget kata-kata gue." Ucap Nicholas lalu berjalan keluar dari parkiran Calvin.
Nicholas gak mau membuat keributan di depan umum apalagi hanya dengan seorang bocah seperti Calvin.
#
"Mama Papa! Alexa kangen." Alexa berlari dan memeluk kedua orang tuanya.
"Kayaknya baru 2bulan lebih kita gak ketemu ya, tapi kok makin tambah gendut aja kamu?" Ledek Diana.
"Ih... mama ngeselin ah, orang masih sama kok."
"Sore Pa, Ma." Ucap Nicholas lalu menjabat tangan kedua mertuanya.
"Kalian jadi nginep kan?".
"Iya ma, tapi cuma sehari." Jawab Alexa sambil mengerucutkan bibirnya ke arah Nicholas
"Gak pa-pa Nicholas kan harus kerja, lagian kalian udah punya rumah sendiri." Ucap Charlie lalu mengajak mereka masuk
"Kalo begitu mama mau masak yang spesial ya buat hari ini."
"Alexa bantu ya, Ma?" Diana dan Charlie menatap Alexa dengan tatapan heran.
"Ini Alexa anak mama kan, Nich? gak kamu tukerin."
Nicholas terkekeh mendengar ucapan Diana.
"Iya lah ma, mana sempet saya buat menukarnya."
Alexa lalu melotot ke arah Nicholas.
"Anak mama sekarang bisa masak, ya ampun. Pasti gak enak ya, Nich."
Alexa mendengus. "Ya ampun, Ma. Kalo gak enak mana mungkin Nicholas masih hidup dan sehat begitu." Ucap Alexa kesal
"Hussh! gak boleh gitu." Diana mencubit Alexa dan berhasil membuat anak nya itu mengaduh.
"Papa juga sampe kaget lho. Ya udah kalo kalian mau masak, ayo Nich kita ngobrol di sana." Ajak Charlie ke ruang keluarga mereka.
Di tengah berbincangan hangat Nicholas dan Charlie tiba-tiba Anthony yang baru saja pulang dari kerja langsung ikut menerobos.
Lho kok jadi kayak jalan ya di terobos.
"Wohoo what's up man? makin ganteng aja nih adek gue. Gue kalah lho."
Nicholas tertawa sambil memukul lengan Anthony.
"Makanya nikah biar tambah ganteng."
"Angkat tangan deh gue kalo soal itu." Ucap Anthony mengangkat kedua tangan nya
"sama Alexa kan?"
"Iya, dia lagi masak sama mama."
"Hah?!" Anthony melongo ke arah papa nya lalu ke arah Nicholas
"beneran Alexa adek Anthon kan?"
"Ya masak adek tetangga, ya adek kamu lah." Sahut Charlie
Tanpa menjawab Anthony langsung berlari ke dapur dan benar ia melihat Alexa tengah sibuk menyiapkan makanan dengan mamanya.
"Ma, ini beneran Alexa?"
"Iya nih, mama juga kaget sempet gak percaya. Kirain tadi di tukerin dulu sama Nicholas." Ledek mama Diana jenaka
"Mulai deh ngeselinnya apalagi di tambah dia." Alexa menunjuk muka Anthony yang kini sedang menyomot makanan di dapur.
"Biasa aja." Anthony menepis tangan Alexa lalu berjalan ke arah mama nya
"Ma, kayaknya Alexa bener-bener udah belajar jadi istri yang baik deh. Dan kayaknya Anthon tinggal tungguin aja ponakan yang otewe jadi, gue pesen sebelas ya dek."
what?! Alexa melotot menatap Anthony dan mamanya yang kini tengah tertawa renyah.
"Yang bener aja dong, di kira bersin langsung keluar sebelas gitu."
"Ya bisa jadi." Ucap Anthony sambil mengangguk-anggukan kepala di ikuti tawanya dan Mama Diana.
Yang benar aja, kok jadi geli sendiri ya bayangin Alexa sama Nicholas punya sebelas anak orang mereka berdua aja masih suka ribut, apalagi di tambah sebelas. Gak kebayang deh ribetnya kayak apa.
"Eh... tapi kakak serius loh, minta ponakan." Ledek Anthony lalu berlari ke luar dapur.