
Happy reading !!
##
Sudah hampir dua bulan pernikahan Alexa dan Nicholas. Kebersamaannya dengan Nicholas perlahan mulai membuat perasaan suka itu tumbuh dengan sendirinya. Dan baru-baru ini Alexa sangat yakin tentang perasaan yang ada dalam hatinya itu adalah cinta.
Ya... Alexa mulai mencintai Nicholas, ada rasa yang tak bisa Alexa gambarkan tentang perasaan itu. Ia hanya selalu merasa butuh, nyaman dan ingin saat Nicholas ada di sampingnya.
Apalagi setelah kejadian yang menyadarkan dirinya bahwa rasa cemburu itu kini mulai mengganggunya.
"Saya, tinggal dulu ya, non. Mau bersihin taman belakang." Ucapan bibi Alexa itu membuyarkan lamunannya di pagi ini.
"Iya, bi." Alexa kembali menatap piring makanannya yang sejak tadi hanya ia aduk-aduk itu.
Kenapa malah jadi melamun kalo memikirkan Nicholas. Alexa lalu membuang jauh pikiran itu dan mulai menyantap sarapan pagi nya.
"Aduh kepalaku sakit banget." Suara itu seketika membuat Alexa langsung menoleh.
Suara itu milik Nicholas, pria itu sudah terlihat segar dengan rambut yang masih basah. Sepertinya Nicholas sudah mandi.
Lalu Alexa mengingat kejadian semalam, setelah Nicholas berhasil mendaratkan ciuman ke bibirnya ia hanya bisa memejamkan matanya. Namun entah sudah berapa lama Alexa memejamkan mata namun tak kunjung juga ada tanda pergerakan dari tubuh Nicholas.
Yang ada tubuhnya terasa semakin berat akibat tubuh besar suaminya itu menindih dirinya. Lalu Alexa membuka mata dan mendapati Nicholas sudah memejamkan rapat kedua matanya.
Sial, pasti dia ketiduran. Alexa bisa sedikit bernafas lega lalu dengan susah payah ia mendorong tubuh Nicholas agar bergeser ke samping. Alexa kemudian berdiri dan melepas sepatu suaminya itu.
Entah perasaan apa yang mendorong Alexa sehingga kini ia berani untuk mendekatkan wajahnya ke wajah Nicholas.
Ia memandang wajah tampan suaminya yang tengah terlelap itu dengan sangat dekat. Di usapnya wajah Nicholas, wajah yang mulai di tumbuhi bulu-bulu halus itu.
Seketika Alexa tersenyum membayangkan kalimat yang di ucapkan Nicholas tadi malam.
"*Dan aku gak mungkin nyakitin kamu, aku gak mungkin bohongin kamu. Aku sayang kamu*". Senyum Alexa makin melebar setelah itu ia memilih tidur dengan memeluk tubuh Nicholas.
••
"Alexa." Nicholas menggerak-gerakan tangan nya di depan wajah Alexa,
"kamu melamun?"
Alexa langsung tersentak lalu menggeleng cepat.
"Gak tuh."
"Orang sampe bengong begitu kok." Nicholas menarik kursi yang ada di hadapan Alexa.
"Ye... mana mungkin, sok tau kamu." Ucap Alexa memanyunkan bibirnya.
Mana mungkin Alexa berkata jujur. Bahkan saat ini ia sudah malu karena ketahuan melamun. Apalagi kalo sampai Nicholas tahu yang ia lamunkan adalah dirinya.
"Ya udah besok kalo ketahuan melamun bakalan aku foto deh, biar jadi bukti buat kamu." Alexa malah mencebikkan bibirnya mengikuti nada ucapan Nicholas.
Tentu saja hal itu membuat Nicholas gemas, ingin sekali ia mengusap wajah menggemaskan Alexa itu.
"Aduh kok masih pusing banget ya?" keluh Nicholas seraya memegang kepalanya.
"Makanya jangan banyak minum jadi mabuk kan."
"Hari ini aku mau di rumah aja deh." Kata Nicholas yang kini tengah mengambil nasi ke dalam piring nya.
Dan yang paling bikin Alexa heran Nicholas mengambil nasi dalam porsi yang cukup banyak.
Gila, perasaan perutnya sixpack tapi kok gentong banget porsinya.
"Kamu laper apa gimana sih? porsi kuli banget itu." tanya Alexa heran.
"Um... iya aku laper." Ujar Nicholas santai sambil mengambil lauk,
"aku kalo habis mabuk, bawaannya laper dan pengen makan banyak gitu."
Alexa menaikkan satu alisnya, menatap Nicholas yang kini sudah lahap menyantap sarapan paginya itu.
"Kamu mau kuliah?"
"Iya." Jawab Alexa singkat, lalu menuang air putih ke dalam gelasnya dan gelas Nicholas.
"Yah... terus aku di rumah sendirian dong. Percuma aku cuti." Rengek Nicholas.
Alexa hanya tersenyum lalu menatap Nicholas. "Salah sendiri ngapain semalam mabuk. Terus sekarang pusing lagi."
"Kalo begitu ku antar ya? mumpung aku gak kerja. Terus nanti pulangnya juga aku jemput. Ya... ya."
Kenapa cowok itu jadi cerewet banget sih pagi ini.
"Terserah deh." Ucap Alexa mengalah
Mobil sport Nicholas berhenti tepat di depan kampus Alexa. Ia melepas seatbelt nya dan berniat untuk langsung turun. Namun lagi-lagi Nicholas menahan lengan Alexa secara tiba-tiba hingga membuat sang empunya menoleh dan menaikkan alisnya tinggi.
"Kiss." Ujar Nicholas.
"Hah?" ucap Alexa tersentak.
Sepertinya suaminya itu memang benar masih mabuk. Ucapannya sejak tadi selalu berhasil membuat Alexa heran.
"Aku mau di cium, biar cepet sembuh pusingnya." Nada itu seperti sebuah rengekan di telinga Alexa.
Gak salah nih, Nicholas bersikap seperti ini. Ternyata bisa manja juga ya cowok yang selalu menampilkan wajah dingin dan maskulin itu.
"Kalo pengen cepet sembuh ya tidur, terus jangan lupa minum obat."
"Gak mau, aku mau nya kam~" Nicholas menggantung kan kalimatnya ketika ia melihat sebuah motor sport hitam melesat memasuki gerbang kampus Alexa.
Mata Nicholas terus memandangi motor itu hingga ke parkiran dan seperti yang ia duga itu adalah Calvin, cowok yang terakhir kali ia lihat berduaan dengan Alexa.
Seketika saja mode kesal Nicholas aktif.
"Nicho." Panggil Alexa.
"Aku gak mau kamu deket sama dia." Alexa mengikuti arah jari telunjuk Nicholas.
"Hah? itu kan Calvin." Kata Alexa. Ada apa dengan Calvin, bahkan setau Alexa ia sama sekali belum pernah mengenalkan Calvin dengan Nicholas. Terus apa masalah nya? Apa gara-gara dia pernah melihat dirinya dan Calvin jalan berdua.
"Terserah nama dia siapa." Nicholas menggeser tubuhnya agar semakin mendekat ke arah Alexa,
"pokoknya aku gak mau kamu dekat sama dia dan aku juga gak mau lihat kamu berduaan sama dia lagi."
Alis Alexa makin berkerut, tak mengerti dengan maksut Nicholas, "kamu cemburu?"
"Kalo iya kenapa?" Kalimat itu langsung membungkam Alexa, ia seperti di todong dengan pertanyaan yang sulit ia jawab. Dia tak menyangka kalau Nicholas justru akan menjawab seperti itu.
"Dia cuma temen aku kok. Udah ah, aku masuk dulu."
Alexa hendak turun, namun dengan cepat Nicholas langsung mencium pipi Alexa. Kejadian yang begitu cepat itu mampu membuat dada Alexa berdebar tak beraturan. Ia hanya bisa memegangi pipinya dengan rahang yang terbuka ke arah Nicholas.
"Kan tadi aku minta cium." Ucap Nicholas dengan nada santai setelah itu sebuah senyum muncul di sudut bibirnya.
Alexa benar-benar di buat tak mengerti dengan sikap Nicholas. Selama ini ia slalu berhasil membuat nya merasakan gejolak aneh yang slalu muncul secara tiba-tiba.
Bahkan ketika Alexa sudah turun dari mobil Nicholas pun ia masih bisa merasakan detak jantungnya yang masih sangat keras itu.
"Woy ngelamun aja lo!" Suara Keysa mengagetkan lamunan Alexa.
"Terserah gue lah, bukan urusan lo." Kata Alexa sengak.
"Hm... Tau gak kalo ada orang tiba-tiba sering melamun itu cuma ada dua kemungkinan. Jatuh cinta sama~" Mily menggantung kalimat nya, membuat Keysa dan Alexa penasaran
"Sama apa?" Sahut Alexa
"Sama apa hayoo??" Mily menatap jenaka ke arah Alexa dan Keysa.
"Ya elah si kunyuk! Gak usah main tebak-tebakan deh gue lagi gak bawa otak." Tentu saja ucapan Keysa membuat Alexa dan Mily terbahak.
Gimana ceritanya coba, masa otaknya bisa di tinggal gitu aja. Haduh temen Alexa emang ada-ada aja.
"Ok, gue serius." Mily menghela nafas untuk menghentikan tawanya,
"kemungkinan nya kalo gak jatuh cinta ya..." Mily menatap Keysa dan Alexa dengan tatapan jenaka lagi,
"kepikiran utang!" Mily tertawa nyaring sambil berlari masuk ke kelas.
"Bunuh temen yang bacotannya gak bermanfaat itu dosa gak sih?" Keysa menepuk bahu Alexa sembari memegang perutnya yang kram akibat tertawa.
"Kalo buat lo gak dosa kok, Lex." Keysa masih berusaha mengatur tawanya,
"yang dosa itu kalo elo gak nurutin kemauan suami lo."
Keysa sudah berlari masuk ke kelas meninggalkan Alexa yang masih bengong mencerna kalimat Keysa. Lalu tiba-tiba Alexa menarik nafas nya dalam dan..
"Woy, dasar kalian temen *******!!"
##
jangan lupa like dan Vote nya ya...
salam dari penulis amatir 😁