
bab ini gak ada acara mesra-mesraan sama sekali.. kalo harus mesra terus nanti bosen dong,
terus siapa yang mau tanggung jawab..😁
Ok happy reading guysss
jangan lupa Like and Vote !!
Pagi ini Alexa berangkat untuk acara di kampusnya. Awalnya ia ingin di antar sopir karna masih merasa kesal dengan Nicholas, apalagi setelah semalam Nicholas membentaknya. Alexa kian menjadi sangat kesal dan marah dengan suaminya itu.
Namun ternyata pagi ini sopir Alexa yang kerap ia panggil paman itu mendadak sakit. Ya otomatis Nicholas lah yang harus mengantar Alexa.
Di sepanjang perjalanan mereka tak banyak bicara, bahkan justru tak ada yang bicara sama sekali. Keduanya seolah merasa marah satu sama lain, Nicholas yang biasanya mengalah pun kali ini terpaksa harus membiarkan ego nya mengambil alih. Biar saja sekali-kali Alexa tau kalo dirinya juga bisa marah, supaya istrinya itu tak terlalu keras kepala dan slalu mengambil keputusan berdasarkan pikiran nya sendiri.
"Besok pulang jam berapa?". Nicholas yang pertama kali membuka suara saat mobilnya sudah berhenti tepat di depan kampus Alexa.
"Sore". Sesingkat itu jawaban yang di keluarkan Alexa.
"Ok besok sore aku jemput ke sini".
Alexa langsung menoleh ke arah Nicholas. "Acara ku bukan di kampus ya". Ujar Alexa dengan begitu santainya, tak taukah kalo itu justru membuat Nicholas semakin kesal. "Kalo mau jemput besok aku kasih tau alamatnya". Alexa langsung turun dari mobil Nicholas begitu saja tanpa berpamitan.
Bahkan dirinya tak menghiraukan suara Nicholas yang memanggilnya.
Melihat Alexa yang sudah masuk ke gerbang kampusnya membuat Nicholas sangat geram. Dengan keras Nicholas memukul stir kemudinya di ikuti umpatan yang tak henti-hentinya keluar dari mulut nya.
###
Perjalanan ke tempat acara kampus Alexa memakan waktu sekitar satu jam perjalanan menggunakan 2 Bis yang di sediakan oleh kampus Alexa. Karna panitia pengurus acara sepakat untuk mengadakan acaranya di sebuah pedesaan pinggir kota, agar berkesan lebih kekeluargaan.
"Naik Bis satu jam doang bisa bikin badan gue pegel gini ya". Ujar Keysa sembari melakukan gerakan untuk meregangkan ototnya.
"Kok gue gak ya Key, lo yang lebay kali ah". Sahut Mily
"Beneran, kalo gak pegel gue gak mungkin ngomel". Keysa marah-marah ke arah Mily.
Tiba-tiba pandangan kedua orang itu jatuh ke Alexa yang sejak dari perjalanan tadi hanya diam saja sampai sekarang.
"Tuh monyet kenapa ya?". Bisik Keysa
"Mana gue tau kalo kita gak nanya, Pe'a!". Kemudian Mily dan Keysa menghampiri Alexa.
"Lex, diem aja lo dari tadi. Kenapa?". Tanya Mily
Alexa menaikkan satu alisnya ke arah Mily lalu berganti ke arah Keysa.
"Gue?". Alexa menunjuk dirinya sendiri
"Astaga, iya elo lah monyet". Kata Keysa jengah. "Jangan-jangan lo ketempelan demit perjalanan ya dari tadi diem mulu". Keysa menatap horor ke arah Alexa
"Kalian kenapa sih ribut mulu, gue capek mending sekarang ayo kita cari kamar". Omel Alexa yang langsung berjalan meninggalkan kedua teman nya.
"Ya ampun, tuh kampret kenapa sih Mil sensi amat. Jangan-jangan semalam lupa minta jatah tuh". Keysa dan Mily terkekeh, lalu dengan cepat menyusul Alexa.
Setelah di beri waktu sekitar hampir 1jam untuk istrirahat dan berbenah, kemudian panitia acara mengkomando agar semua nya berkumpul di halaman Resort tempat mereka menginap.
Lalu panitia membagi kelompok yang masing-masing terdiri dari 6 orang untuk permainan Game maupun yang lainya 5 anggota dan satu ketua panitia. Dan yang bikin Alexa kaget kelompok itu di buat secara acak. Bukan hanya dari Fakultas nya saja. Masing-masing kelompok akan di dampingi satu panitia yang bertugas secara acak juga.
"Wah wah, bangke nih!". Umpat Alexa. "Kenapa si ketua kelas kampret itu gak bilang kalo pake ada acara beginian segala, bikin emosi deh".
"Bilang kok, emang lo gak baca pengumuman di grup chat ya". Alexa menatap ke arah Mily. "Kan semua detail acaranya sudah di kasih tau kemarin".
Sial! gara-gara bertengkar dengan Nicholas kemarin Alexa sampai sekarang lupa tak mengecek ponselnya. Alexa hanya bisa berdecak lalu kembali mendengarkan saat panitia membagi regu kelompok.
"Kelompok 5 terdiri dari. Alexa, Keysa, Mily, Steven, Tomy". Keysa tersenyum karna bisa satu kelompok dengan Keysa dan Mily. "Dan panitia nya akan di dampingi oleh Calvin". Saat itu juga jantung Alexa ingin meloncat keluar.
Gimana bisa dia satu kelompok dengan Calvin? apa dia harus bilang ke Nicholas ya, tiba-tiba saja Alexa malah kepikiran Nicholas. Tapi kan mereka sedang marahan gengsi juga dong kalo Alexa harus bilang ke Nicholas tentang masalah beginian. Bisa-bisa tambah marah nanti.
Selesai membagi kelompok lalu perkelompok di suruh untuk menempatkan diri masing-masing sesuai kelompok nya.
"nanti untuk bagian permainan ada yang berpasang-pasangan". Jelas Calvin saat kelompoknya sudah berkumpul. "Gue mau nya nanti pasangan nya cewek-cowok kebetulan kan grup kita jumlah nya pas". Calvin melirik ke arah Alexa.
"Gue sama Tomy aja ya". Sahut Steve yang langsung merangkul lengan Tomy membuat sang empunya mendadak risih.
"Lo gak denger harus cewek-cowok". Ucap Tomy sembari melepas lengan Steve
"Iya nih dasar budeg lo. Lo sama gue aja". Ujar Alexa yang langsung menarik tangan Steve.
"Lo yakin mau sama Steve Lex?". Tanya Calvin
"Iya katanya cewek-cowok, kalo di lihat dari segi visual nih ubur-ubur masih cowok kok".
"Belum tentu Lex, coba cek tuh barangkali batang nya udah gak ada". Celetuk Keysa yang membuat mereka semua tertawa.
"Keysa mulut lo di jaga dong, gak risih apa ngomongin gituan". Pekik Steve sambil berkacak pinggang. Sedangkan Keysa hanya membalas dengan menjulurkan lidah nya.
"Ok, kalo Alexa milih sama Steve. Keysa sama Tomy terus gue sama Mily".
"Ih kok gue gak sama lo aja sih Vin". Rengek Keysa. "Kalo kita barengan gue yakin kita bisa menang".
"Jangan mau Vin, ntar lo di *****-***** lagi sama Keysa terus malah gak bisa fokus buat permainan nya". Ucap Mily tepat sasaran.
Keysa hanya memanyunkan bibirnya karna kini semua menertawakan dirinya.
Alexa yang tadi tak banyak berkomentar pun ikut tertawa sekaligus merasa lega. Ya walaupun dia sedang marah dan Nicholas tak melihat apa yang dia lakukan. Setidaknya dia gak akan lupa dengan janji nya yang di ucapkan ke suaminya itu.
salam dari penulis amatir guys ❤️