
Happy reading !!
##
Satu Minggu telah berlalu, seperti biasanya Alexa akan berangkat ke kantor Papa Charlie di antar oleh Nicholas. Karena walaupun jaraknya sedikit jauh dari kantornya tetapi jalannya masih satu arah.
“Aku kerja dulu ya sayang”. Aneh banget kan sekarang Alexa jadi sering panggil Nicholas dengan sebutan sayang.
Nicholas tersenyum, “iya sayang, jangan nakal ya biar kak Anthony nggak ngomel-ngomel”.
Tentu saja kalimat itu membuat Alexa terkekeh. Pasalnya ia akan ingat langsung oleh kelakuan kakaknya, yang suka sekali ngomel dan marah-marah nggak jelas. Bahkan kadang saat selesai ngomel, Anthony akan terus meracau sendiri. Dan tentu saja itu sangat lucu bagi Alexa, karena ia baru mengetahui kelakuan kakaknya saat sedang bekerja.
“Duluan ya”. Sebelum Alexa membuka pintu mobilnya, Nicholas terlebih dahulu menahan tangan Alexa. “Kenapa?”. Alexa mengerutkan dahinya.
Tanpa menunggu lama, Nicholas langsung mendaratkan ciuman di bibir merah Alexa. Walau sedikit tersentak oleh kelakuan Nicholas, namun dengan cepat Alexa membalas ciuman yang di berikan suaminya itu. Tentu Nicholas tau kalo mencium Alexa pasti tidak cukup kalo hanya sebentar saja.
Nicholas makin menekan tengkuk Alexa untuk memperdalam ciumannya, hingga lidahnya berhasil menyusup masuk menjelajah rongga mulut Alexa dan saling membelit lidah.
Tuukkk...tuukkk...tuuukkk...
Suara ketukan kaca itu benar-benar mengganggu. Siapapun yang berani mengetuk kaca mobil Nicholas, dia benar-benar orang yang sangat sialaan.
“Woy.. buset! Kerja dulu woy! Rumahnya nggak lagi di sewa tetangga kan?”.
Alexa langsung menoleh ke kaca belakangnya dan seketika melotot marah. Kalo pelakunya adalah kakaknya yang bernama Anthony, tentu sangat wajar sekali. Kakak yang telat nikah itu memang sangat-sangat sialan.
Anthony masih terkekeh, “ kerja Lex, kalo mau begituan jangan di mobil”.
Tentu saja perkataan Anthony benar-benar membuat darahnya naik. Namun saat Alexa menatap suaminya, wajahnya juga tampak biasa saja. Bahkan Nicholas juga ikut terkekeh.
“Kamu kok malah ikutan ketawa sih?”. Alexa memukul lengan Nicholas.
“Habisnya muka kamu lucu”. Alexa makin mengerucutkan bibirnya, “sudah buruan turun. Tuh Anthony udah nungguin. Atau mau pulang aja buat..”.
Alexa memukul lengan Nicholas lagi, “ish ngeselin”.
Melihat Alexa keluar dari mobil tak membuat Anthony berhenti terkekeh. Sampai mereka berdua masuk ke dalam ruang kerjanya.
Anthony sudah melihat beberapa berkas di atas mejanya. Lalu ia mengambil berkas paling atas.
“Ah kakak lupa, hari ini kakak ada meeting sama klien kakak”.
“Dimana?”.
“Katanya sih dia mau datang ke kantor kita, Perusahaan mereka ingin bekerja sama dengan kita”. Alexa hanya membulatkan mulutnya sempurna.
“Perlu aku ikut?”. Tanyanya sembari melipat kedua tangannya ke atas meja.
“Nggak usah, biar kakak dulu yang nanganin”. Anthony tersenyum lalu kembali berjalan ke luar.
Sudah hampir 2 jam Anthony tak kunjung kembali. Dan tentu saja hal itu membuat Alexa merasa kesal dengan kakaknya. Apalagi sejak tadi banyak sekali telfon masuk, yang menanyakan keberadaan kakaknya.
Dengan hati yang sudah geram akhirnya Alexa pun berniat menyusul Anthony. Toh, nggak mungkin akan ganggu kan? Kalo hanya sekedar menemui kakaknya untuk memberikan informasi penting.
Setelah bertanya kepada sekretaris Anthony, Alexa lalu berjalan dengan tergesa-gesa ke arah lift. Hingga tak sengaja ia menabrak seorang cowok dan berhasil membuat semua berkas yang di bawanya jatuh.
“Ya ampun! Kalo jalan bisa lihat-lihat nggak sih?”. Ucap Alexa nyolot.
Tunggu dulu, bukanya dia ya yang nabrak. Kok dia yang ngomel, yah sepertinya wanita memang selalu benar.
“Wow.. wow.. yang nabrak itu elo! Kenapa lo juga yang marah. Lihat nih gara-gara lo berkas gue jatuh semua”. Ucap cowok itu dengan nada sedikit marah.
Tentu hal itu membuat Alexa menjadi kesal, “gue nggak ada waktu buat debat sama lo! Minggir gue buru-buru”. Alexa hendak berlari menuju lift yang terbuka.
“Lo pikir lo aja yang buru-buru? Gue juga, gue di tunggu meeting bokap gue”.
Sebelum pintu liftnya tertutup, Alexa sempat melihat cowok itu masih menatapnya dengan tatapan kesal. Alexa hanya tersenyum miring. Kemudian cowok tersebut mulai berjongkok dan menata berkasnya kembali.
“Cewek gila! Dia yang salah, dia juga yang marah”. Gumam cowok itu.
Di dalam lift Alexa hanya bisa meredakan emosinya. Berani-beraninya cowok itu nyolot dengannya. Padahal Alexa pikir cowok itu cowok yang baik.
Alexa mendengus, “kenapa sih cowok ganteng banyak banget yang aneh! Gila! Ka Anthony juga begitu, Bahkan Nicholas dulu juga gitu. Sama gilanya!”. Alexa hanya menggeleng-geleng.
Wahh parah! Alexa berani ngatain suaminya gila. Kedengeran sama Nicholas baru tau rasa lo.
Akhirnya Alexa selesai memberitahukan informasi penting ke Anthony, dan tanpa menunggu lama lagi ia langsung keluar dari ruang meeting. Niatnya sih mau kembali lagi ke ruangannya, tapi..
Alexa terkejut ketika pintu lift terbuka, “ketemu lo lagi”. Cowok bertubuh jangkung dengan tahi lalat di dekat bibirnya itu berjalan keluar lift.
Alexa mengamati wajahnya sesaat, pantas cowok tersebut sangat ngeselin dan sewot. Ternyata memang benar mitos tentang tahi lalat yang berada di dekat bibir pasti akan membuat orang tersebut cerewet.
“Ya udah, kalo lo nggak mau ketemu gue. Lo merem aja!”. Ucap Alexa cuek, dan berniat berjalan ke arah lift.
Namun dengan cepat cowok tersebut menahan tangannya. “Tunggu dulu! Urusan kita belum selesai”.
Alexa terkekeh, “urusan apa ya? Gue nggak ngerasa ada urusan sama lo. Jadi, lepasin tangan gue”.
“Lo harus minta maaf sama gue. Lo sadar gak sih? elo itu salah ngeyel lagi. Jadi gue Cuma minta lo buat minta maaf sama gue”.
Alexa melepas paksa tangannya dengan sekali sentak, lalu ia menatap tajam ke wajah cowok itu.
“Sorry”. Ucapnya jelas namun penuh dengan tekanan. Lalu Alexa segera masuk ke dalam lift.
Lagi-lagi cowok tersebut di buat heran dengan tingkah Alexa. Ia hanya menatap penuh keheranan ke arah pintu lift yang mulai tertutup. Dan menghilangkan bayang Alexa.
“Tuh cewek siapa sih sebenarnya, cantik sih. Tapi sayang galak banget. Dasar!”.
Dengan cepat ia segera memasuki ruang meeting karena berkas yang ia bawa sangat di tunggu oleh Ayahnya.
“Lukas, akhirnya kamu datang juga”.
“Iya Pa, ada sedikit hambatan”. Ucap cowok yang ternyata bernama Lukas. Dan ternyata dia anak dari klien Anthony.
“Pak Anthony, kenalkan ini anak saya, Lukas. Dia yang akan mewakili saya dalam program kita”.
Anthony tersenyum lalu mengulurkan tangannya, “nggak nyangka anak Bapak setampan ini”. Anthony tersenyum selepas jabat tangan.
“Jangan berlebihan Pak Anthony, nanti anaknya besar kepala. Lagian Lukas ini belum lama membantu saya. Di umurnya yang sudah 27 ini, saya hanya berharap dia bisa belajar agar bisa seperti Pak Anthony”. Ujar pria paruh baya yang berstatus Papanya Lukas itu.
“Iya Pa, Lukas bakalan belajar”.
“Oh iya, Pak Lukas mana berkasnya?”.
“Sebelumnya maaf Pak. Bapak panggil saya Lukas saja, saya nggak terbiasa di panggil Pak”.
Anthony hanya terkekeh pelan mendengar ucapan cowok yang akan bekerja sama dengannya itu.
##
Pemain cowok baru...
Penasaran dia seperti apa?? Gue penasaran banget lhoo...
Jangan lupa Like, Vote dan Komennya!!
salam dari penulis amatir ❤️