Get Married!

Get Married!
63. Soto Ayam



Alexa perlahan membuka matanya. Ia tatap langit-langit kamar yang terasa asing baginya. Kepalanya masih terasa begitu pusing. Satu-satunya hal yang dia ingat ketika dia merasakan sakit pada perutnya dan setelah itu ia tak sadarkan diri, alias tidak ingat apa-apa lagi.


"Sayang." Alexa masih berusaha memfokuskan penglihatannya, ia tatap seorang pria yang kini tengah menatap khawatir ke arahnya.


"Nicho." Alexa tersenyum.


"Masih sakit?" tanya Nicholas raut khawatir terlihat jelas pada wajahnya.


Alexa menggeleng. "Udah nggak sesakit tadi." Wanita itu berusaha bangun dari posisi tidurnya dengan di bantu oleh Nicholas, suaminya. "Sejak kapan kamu di sini? Terus kok kamu bisa tahu kalau aku di bawa ke rumah sakit?"


"Anthony yang memberitahuku setelah dia menerima kabar kalau kamu pingsan dan di bawa ke rumah sakit."


"Siapa yang ngabarin kak Anthony?" tanya Alexa penasaran.


"Klien dia katanya yang ada proyek sama kamu, tadi ada kok orangnya di sini."


Alexa baru ingat, pasti yang di maksud suaminya itu adalah Lukas. Rupanya pria menyebalkan itu baik juga mau menolong dan membawa dirinya ke rumah sakit.


"Orangnya sudah nggak ada. Sudah pulang mungkin setelah aku datang tadi." Ujar Nicholas setelah melihat ke luar kamar rawat tersebut.


"Biarin aja. Toh udah ada kamu di sini."


"Tapi kamu harus berterima kasih sama dia. Dia yang udah bawa kamu ke sini." Nicholas mengusap kepala Alexa.


"Iya, sayang. Lagian palingan kamu tadi juga udah bilang makasih kan?"


Nicholas mengerutkan kedua alisnya, menatap bingung pada sang istri. "Memangnya kenapa?"


Alexa lalu tersenyum. "Ya anggap aja itu udah sebagai perwakilan." ujarnya sambil terkekeh.


Nicholas ikut tersenyum. "Kamu minta di cium ya, Lex. Suka banget bikin aku gemes."


Mereka tertawa bersama.


"Oh ya, kata dokter aku kenapa?" Alexa menatap penasaran ke Nicholas.


"Ah, aku juga belum tahu. Sejak tadi aku belum bertemu dokter. Tapi pria tadi sempat bilang kalau kamu sakit karena jarang makan akhir-akhir ini." Jelas Nicholas.


Alexa terdiam. Masa sih ia sakit karena jarang makan? Eh, tapi memang sih akhir-akhir ini dirinya merasa tidak nafsu makan. Tapi aneh banget kenapa juga sampai harus pingsan. Duh, drama.


"Aku udah boleh pulang sekarang?"


"Emangnya kamu udah sehat?" Goda Nicholas.


"Ih, aku mah jelas sehat. Harusnya tadi itu nggak usah di bawa ke rumah sakit segala. Emang lebay banget tuh si Lukas. By the way, cowok tadi namanya Lukas."


"Ah, iya aku juga baru ingat. Tadi kita juga udah sempat berkenalan sih." Nicholas merapikan rambut Alexa lalu menyisipkan nya ke belakang telinga. "Kalau gitu kita tanya ke dokter ya, kalau udah boleh pulang kita pulang sekarang aja."


Alexa mengangguk dan menunggu ketika Nicholas memanggil seorang dokter. Beberapa saat kemudian seorang perawat datang dan mengecek kondisi Alexa.


"Saya minta maaf sebelumnya, karena dokter Tita sedang sibuk jadi beliau tidak bisa ke sini. Tapi beliau tadi bilang kalau Ibu Alexa sudah boleh langsung pulang jika sudah siuman dan kondisinya baik." Jelas seorang perawat tersebut.


"Terus saya sakit apa ya, sus?" Alexa menatap ke perewat tersebut.


Suster tersebut terlihat mengecek sebuah kertas yang ada di tangannya. "Di sini tertulis karena telat makan, Bu. Memangnya dokter Tita tadi tidak menjelaskannya lebih lanjut."


Alexa dan Nicholas saling pandang.


"Ah, pasti Dokter tadi bilang ke Lukas." Nicholas hanya menganggukki perkataan Alexa.


Alexa yakin hal itu. Karena yang membawa dirinya tadi ke rumah sakit kan si Lukas, pasti sebelum Nicholas datang dokter sudah bertemu dengan Lukas terlebih dahulu. Besok Alexa akan tanya saja ke Lukas.


"Kalau begitu saya permisi. Jaga kesehatannya ya, Bu." Perawat tersebut lalu keluar dari ruangan.


Nicholas menunggu Alexa yang tengah bersiap, setelah itu mereka pulang ke rumah.


•••


Tiba-tiba Alexa menghentikan aktivitas makannya.


"Kenapa?" Nicholas menatap wajah Alexa.


Alexa menggigit bibir bawahnya sejenak. "Aku nggak mau makan."


"Kamu lupa kalau sakit kamu itu gara-gara kamu sering nggak mau makan lho akhir-akhir ini. Habisin ya? Mau aku suapin?"


Alexa menggeleng. "Aku nggak mau makan ini."


"Terus?" Nicholas mengernyit sambil menatap wajah istrinya.


"Aku ..." Alexa terlihat enggan mengatakan keinginannya.


"Apa, sayang?" Nicholas menggeser kursi makannya agar lebih dekat dengan Alexa.


"Rasanya aku pengen makan soto ayam."


"Hah?" Nicholas menatap bingung ke arah istrinya. "Soto ayam? Kamu ada-ada aja sih, Lex. Kalau gitu aku panggil bibi dulu ya." Ia hendak melangkah keluar dapur.


"Aku maunya beli." Sela Alexa cepat.


"Beli?" Nicholas menatap jam pada dinding dapur. "Jam segini mana ada yang jual, sayang? Besok pagi mungkin ada."


Alexa langsung berdiri dan wajahnya berubah masam seketika. "Aku maunya sekarang!" Ujarnya keras.


"Terus aku harus beli di mana jam segini?" Nicholas ikut berdiri bermaksud meraih bahu sang istri. Namun sebelum tangannya menyentuh bahu Alexa, perempuan itu langsung menyingkir begitu saja.


"Terserah!" Tukasnya sambil berlalu.


"Lex, kamu kenapa sih? Mau kemana?" Nicholas menatap istrinya yang berjalan menaiki anak tangga.


Baru kali ini Nicholas melihat perubahan mood Alexa yang terjadi begitu cepat. Perasaan tadi mereka baik-baik saja. Kenapa tiba-tiba Alexa seperti kesal begitu? Ada apa dengannya?


.


.


.


.


.


TO BE CONTINUED....


##


Setelah sekian purnama, akhirnya update lagi ye.


Sampai lupa aku nulis sampai mana, wkwkwkwk.


Begini nih nasib terlalu serakah, nulis satu belum kelar udah lanjut nulis lagi 😂😂


Ya semoga kalian mau memaklumi ya gaeess.


Jangan lupa dukung juga biar kita bisa ngehalu bersama ya sobat haluners. 🤭


follow juga IG ku


@nan_dria


Maachih.