Get Married!

Get Married!
49. Working Day



Alexa turun dari mobil Nicholas tepat di depan Perusahaan milik Papanya. Lengkap dengan memakai setelan dan rok kerjanya. Sepertinya memang sudah seniat itu Alexa untuk mencoba bekerja.


"Nanti mau makan siang bareng nggak?". Tanya Nicholas sebelum melajukan mobilnya.


"Memangnya kamu mau bolak-balik ke sini?".


"Mau lah, apa sih yang nggak buat kamu". Nicholas terkekeh.


Kenapa Nicholas jadi bucin sekali sih?


"Ok, see you". Alexa tersenyum dan melambaikan tangannya ke Nicholas sebelum akhirnya masuk ke dalam kantor.


Alexa berjalan ke arah ruangan Papanya dengan di antar seorang resepsionis. Sampainya di dalam resepsionis itu pamit dan Alexa langsung menaikkan alis beserta melipat kedua tangannya.


"Jadi begini ya kerjanya?".


Anthony dan Papa Alexa menatap Alexa heran, kemudian mereka tertawa.


"Bener Pa, Alexa berubah banget".


"Makanya Papa juga kaget pas Nicholas bilang ke Papa kalo Alexa mau kerja disini". Anthony dan Charlie kembali tertawa.


Alexa yang tak mengerti dengan maksud Papa dan kakaknya itupun hanya mengerutkan alis, lalu berjalan mendekati mereka.


"Papa sama Kakak kenapa sih? segitunya denger Alexa pengen kerja". Alexa memanyunkan bibirnya.


"Nggak.. sebenarnya Papa bangga lho, ternyata semenjak kamu menikah kamu benar-benar sudah menjadi orang yang dewasa dan Papa sangat senang".


"Kakak apa lagi, akhirnya adik kakak bisa berguna juga". Anthony terkekeh.


Alexa mendengus, "sialan ih kakak! Nggak lucu".


"Sudah.. sini". Panggil Charlie, lalu Alexa mendekat. "Nanti kamu belajar jadi asisten kakak kamu dulu ya. Nanti tugasnya biar di ajarin sama kak Anthony".


Alexa melirik ke arah Anthony yang tengah senyum-senyum, "Ngajarinnya yang bener loh kak, awas kalo sampai salah". Alexa memberi jeda sesaat, "plus jangan di omelin ya". Dan cengirannya langsunh keluar.


"Yee.. kalo salah ya tetep kudu di omelin dong. Enak aja emang ini kantor siapa?".


"Kantor Papa lah, dan aku anak Papa".


Anthony melotot, benar juga ucapan Alexa. Ah kenapa dia harus bicara seperti itu.


"Ya udah ayo ikut ke ruangan Kakak".


"Tapi janji ya jangan di omelin, kalo nggak nanti Alex aduin ke Papa lho".


"Alexa ini kerja, bukan sekolah. hih kakak bungkus juga biar di bawa pulang Nicholas". Ujar Anthony gemas.


Akhirnya Alexa dan Anthony sampai di ruangannya. Alexa melongo melihat ruangan Nicholas. Karena ternyata rapi juga dan bersih.


"Kirain bakalan kayak kamar kakak yang berantakan". Alexa berjalan dan mengambil sebuah bingkai foto berukuran kecil yang di pajang di meja Anthony.


"Heh, nggak usah lihat-lihat". Anthony langsung merebut bingkai foto tersebut.


"Kenapa masih di pajang fotonya waktu muda? nggak di ganti aja sama foto sekarang?". Tiba-tiba senyum jahil Alexa muncul, "atau jangan-jangan kakak malu sendiri ya kalo yang terpajang foto kakak yang sudah tua ini". Alexa terbahak kencang membuat Anthony kesal.


Anthony membekap mulut Alexa, "itu kenangan, kalo kakak dulu pernah jadi orang yang tampan banget".


Alexa dengan cepat melepas tangan Anthony dan kembali terbahak kencang. Duh kakaknya itu semakin tua kelihatanya semakin aneh deh. Bukannya cari istri malah tambah gila!


"Ya udah, let's start working". Anthony menggeret tangan Alexa, "nanti kita satu ruangan aja ya, biar kakak gampang ngawasin kamu".


##


Sesuai janjinya dengan Nicholas, mereka pun makan siang bersama di salah satu mall dekat kantor Papa Alexa.


Mereka memesan dua menu bebek penyet yang sangat terkenal di mall tersebut.


"Gimana, tadi udah belajar apa aja?". Tanya Nicholas.


"Duh, banyak banget. Mana kak Anthony ternyata rewel banget kayak anak perawan tau nggak". Keluh Alexa sembari menggigit daging bebeknya. "Kalo nggak inget lagi di kantor, udah aku sumpel tuh mulut".


Nicholas terkekeh mendengar cerita Alexa, "Ya memang begitu yang namanya kerja, untung kamu kerja dengan kakak kamu. Kalo sama orang lain gimana?".


Alexa meringis, "bener juga, tapi orang lainya itu kamu kan?".


Nicholas semakin gemas, "kalo sama aku, kamu nggak bakalan aku cerewetin. Terserah kamu deh mau kerja kayak gimana, Tapi". Alexa menatap Nicholas dengan alis terangkat, " sebagai gantinya aku bakalan hukum kamu di rumah, setiap malam".


"Ihh apaan sih sama aja".


"Ya nggaklah, kan hukumannya hukuman enak". Nicholas tersenyum jahil.


Mode mesumnya mulai muncul.


"Sayang". Panggil Alexa lembut sembari menatap Nicholas.


"Apa sayang?". Jawab Nicholas sambil tersenyum.


"pesenin minum lagi, minumku habis. Pedes banget, hah!". Teriak Alexa sembari mengipas-ngipas mulut dan lidahnya.


"Dasar, minum punyaku dulu nih". Nicholas mengulurkan minumannya ke Alexa.


Dengan cepat Alexa langsung meneguknya hingga habis. Nicholas tersenyum sendiri melihat tingkah istrinya. Ia mengusap bulir keringat yang jatuh membasahi pelipis Alexa, efek sambal pedas yang ia makan. Lalu Nicholas menyisipkan rambut ke telinga Alexa.


"Seksi banget sih kalo keringetan, apalagi sampe merah-merah gitu mukanya. Ngingetin aku sama sesuatu".


Alexa langsung menatap ke arah Nicholas, "Nicho, kita lagi makan jangan bahas yang aneh-aneh deh".


"Loh kenapa memangnya? kita bahasnya juga nggak sambil teriak-teriak".


Ya kali kalo teriak beneran mau di taruh mana muka situ berdua.


"Ya nggak mau aja".


"Kenapa?". Tanya Nicholas masih penasaran.


"Ya nggak mau, nanti aku juga ikut mikirin ke arah situ". Wajah Alexa mendadak semakin memerah setelah mengucap kalimat tersebut.


Nicholas yang melihatnya pun tak bisa menahan tawanya dan hanya geleng-geleng. Ternyata lama-lama pikiran mereka bisa menyatu juga.


##


hai guys.. gimana kabarnya??


di tunggu terus ya kelanjutannya..


jangan lupa like, Vote dan komen!!!


muamuamuacch 😅😅


salam dari penulis amatir, ❤️