
Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa kini sudah memasuki bulan ke empat dari hari pernikahan Alexa dan Nicholas. Dan tentunya kini Alexa juga semakin dekat dengan wisudanya, kini ia mulai sedikit sibuk dengan urusan skripsi serta sidang bersama dosen yang akan ia laksanakan dekat-dekat ini.
Bahkan kini Alexa jadi lebih gampang marah dari biasanya, entah apa saja yang ada di dalam otak nya. Ia hanya merasa kalo kepalanya terasa penuh dan ingin segera ia keluarkan itu saja.
"Nicho hari ini aku ikut ke kantor ya." Pinta Alexa tiba-tiba
"Yakin? nggak di rumah aja. Nanti bosen lho kalo cuma nungguin aku kerja." Jawab Nicholas yang tengah menyesap kopi di ruang tengah nya.
"Kamu kok gitu sih? ya aku kan cuma bosen di rumah. Mau jalan sama temen pada gak bisa."
"Bukanya gitu, aku takutnya nanti kamu tambah bosen kalo ikut ke kantor." Nicholas berusaha menjelaskan.
"Lho emangnya nanti kamu bakalan ninggalin aku gitu." Nada Alexa sedikit meninggi.
"Alexa yang namanya kerja ya gak bisa hanya berdiam diri saja, kita gak tahu situasinya nanti bakalan seperti apa?" Nicholas menasehati.
"Kamu jangan buat aku makin kesel deh, aku kan cuma ingin ikut ke kantor kamu!" Alexa menekan kata terakhirnya, dan tentu saja itu membuat Nicholas harus mengiyakan nya sebelum istrinya itu semakin marah.
Sampainya di kantor, Nicholas mengajak Alexa untuk menunggu nya di ruangan nya. Karena kebetulan pagi ini ia ada meeting mengenai proyek barunya di lantai atas.
"Jangan kemana-mana ya, kalo butuh apa-apa panggil aja sekretarisku, Angelia. Tinggal tekan ini, Ok." Nicholas mengusap pundak kepala Alexa sebentar, lalu pergi meninggalkan Alexa di ruangan nya.
Alexa duduk di sofa ruangan Nicholas sambil menonton film dari dalam ponselnya. Sudah hampir satu jam berlalu Nicholas belum juga kembali. Alexa mulai merasa kehausan, jadi ia memutuskan memanggil sekretaris Nicholas untuk membawakan nya minum.
"Bell, tolong kamu bawain soft drink ke ruangan pak Nicholas ya. Aku mau fotocopy laporan dulu." Ucap Angelia buru-buru.
"Buat siapa, mbak?" Bella bertanya namun Angelia sudah berlari karena buru-buru,
"siapa ya?" Imbuh Bella penasaran.
Bella mengetuk pintu ruangan Nicholas dan terkejut saat mendapati seorang wanita di ruangan bos nya itu.
"Permisi, saya mau antar minuman."
"Oh iya iya, taruh sini aja." Alexa menunjuk ke atas meja. "Mbak sekretarisnya Nicholas ya?"
"Eh iya, mbak." Jawab Bella sedikit canggung.
Alexa menatap sekilas penampilan Bella. Seperti seumuran dengan nya.
"Bisa bawain gue makanan sekalian, gue laper nih. Nicho lama banget meeting nya. Tau gini mending tadi gue jalan-jalan sama teman gue. Dari pada harus ikut ke kantornya." Celoteh Alexa.
Bella sedikit tertegun mencerna ucapan Alexa.
"Emang biasanya mbak kerja ya?"
"Hah?" Alexa mengerutkan dahinya, lalu meminum soft drinknya sebelum melanjut kalimat nya. "Gue masih kuliah kali."
Bella membulatkan matanya, dia berpikir apa mungkin wanita ini adalah adik Nicholas. Karena dari wajahnya juga cantik secara kakaknya saja tampan.
"Baik mbak, kalo gitu saya pesankan makanan sebentar ya." Bella lalu keluar dari ruangan Nicholas. dia masih memikirkan soal Alexa, kalo benar dia adik dari bos nya berarti dia harus bisa mengambil hati Alexa siapa tau dia bisa bantuin buat dapetin kakaknya.
Beberapa menit kemudian Bella kembali masuk ke ruangan Nicholas dengan membawa sekantong plastik makanan dari restoran cepat saji.
"Ini mbak, mau di ambilin apa lagi."
"Gak usah ini aja." Alexa membuka makanan nya. "Makasih ya, lo baik deh. Pasti seneng banget Nicho punya sekretaris baik kayak lo."
"Ah, mbak bisa aja, justru saya yang senang punya bos baik seperti pak Nicholas." Bella tersenyum.
Sampai di sini Alexa sama sekali belum mengetahui kalo wanita di depan nya itu adalah wanita yang dulu sempat membuat ia cemburu. Setau nya dia adalah sekretaris Nicholas yang bernama Angelia.
"Emangnya dia baik ya kalo di kantor?" Alexa menatap Bella sambil mengunyah burger nya.
"Baik kok, mbak, baik banget malah." Ujar Bella tersipu.
Alexa mencebik. "Padahal kalo di rumah suka rese lho, gue aja kadang suka sebel." Bella terkekeh mendengar ucapan Alexa.
Hingga akhirnya Alexa meminta Bella untuk menemaninya di ruangan Nicholas. Sampai Nicholas datang.
"Kayak nya lo masih muda ya, udah nikah belum?" Tanya Alexa saat ia berhasil menghabiskan makanan nya.
"Masa sih, gue dulu juga gak pernah pacaran lho." Kata Alexa, kini ia menghadap ke arah Bella yang duduk di samping nya.
"Mbak kan cantik masak gak pernah pacaran?" Tanya Bella.
"Ye di bilangin gak percaya, lo sendiri kenapa jomblo?" Alexa tersenyum di akhir katanya.
Bella sedikit malu lalu menggaruk belakang telinganya. "Karena saya lagi deketin seseorang."
"Oh, jadi udah punya gebetan. Pasti orang kantor ini juga ya?" Tanya Alexa penasaran.
"I-iya, mbak." Bella jadi salting gara-gara pertanyaan Alexa. Bella bahkan sempat berpikir ingin bilang aja sama Alexa soal rasa suka nya dengan Nicholas.
Bella benar-benar berpikir kalau Alexa itu adalah adik dari Nicholas. Hm, Benar-benar pemikiran yang salah sekali ya.
"Siapa-siapa, orang nya gimana?" Tanya Alexa antusias, ia merasa penasaran. Lagi pula ngobrol dengan Bella kesannya sama dengan ngobrol bareng teman nya jadi gak perlu lah jaim-jaiman.
Bella tersenyum malu, tepat di saat ia akan menjawab terdengar suara knop pintu terbuka. Seketika Alexa dan Bella menoleh bersamaan ke arah pintu, di sana sudah menampakkan wajah tampan Nicholas yang hendak berjalan masuk.
Nicholas terlihat memasang wajah heran melihat Alexa ngobrol dengan Bella.
"Kirain bakalan ngambek karena lama, ternyata ada temen nya. Tau gitu aku tinggal lebih lama aja " Ujar Nicholas yang di balas dengan senyuman oleh Alexa.
"Mbak." Bella menyenggol lengan Alexa yang masih tersenyum ke arah Nicholas.
Alexa menaikkan satu alisnya ke arah Bella.
"Perhatian banget ya, pak Nicholas."
Alexa tersenyum sembari menyelipkan rambut ke belakang telinganya.
"Emang gitu orang nya."
"Yuk makan siang bareng." Ajak Nicholas sambil mengulurkan tangan ke arah Alexa.
Alexa yang masih penasaran dengan ucapan Bella pun meminta Nicholas menunggu nya sebentar.
"Jadi siapa orang nya?"
"Em.. itu, mbak." Alexa menaikkan satu alisnya sambil tersenyum karena Bella mulai salting.
"Kenapa?" Tanya Nicholas saat melihat Bella dan Alexa tengah bisik-bisik.
"Ini Sekretaris mu naksir sama orang kantor katanya." Alexa berujar jujur.
"Oh ya siapa?" Nicholas ikut penasaran.
Nicholas jarang sekali mau mengetahui tentang kehidupan karyawannya. Tapi sejak Bella bercerita tentang kehidupannya, dia jadi ikut penasaran.
"Emm." Bella semakin malu, terlihat jelas wajahnya mulai memerah.
"Malu nih kayaknya." Goda Alexa lalu tertawa bersama Nicholas.
"Anu, saya suka ..." Bella memberi jeda. "Saya suka pak Nicholas."
Duarr... tiba-tiba petir menyambar.
"What?!!!" Pekik Alexa.
##
Duh, kurang ajar banget ya Bella??
Gimana nasib Bella selanjutnya??
jangan lupa kasih Vote dan like ya guys..
salam dari penulis amatir ❤️