Get Married!

Get Married!
48. Memulai Kehidupan Yang Baru



happy reading !!


##


Pagi ini Alexa sudah bersiap untuk acara wisudanya. dengan balutan kebaya dan rok batik, Alexa makin terlihat sangat cantik. Apalagi di tambah dengan riasan make up yang sangat cocok dan pas di wajahnya. Rambutnya ia tata serapi mungkin hingga tampak sekali leher dan sebagian bahu mulusnya itu terekspos.


Nicholas yang baru saja selesai berganti baju pun langsung menyusul istrinya, yang masih tampak bersemangat memandangi dirinya di depan cermin.


Lengan Nicholas tiba-tiba melingkar di pinggang Alexa.


Alexa menatap penampilan suaminya itu dari balik pantulan cermin. Ya ampun lelaki itu kenapa tampan sekali menggunakan balutan batik yang bercorak senada dengan rok yang ia pakai hari ini.


Dengan cepat Alexa membalikkan tubuhnya dan melingkarkan tangan nya ke leher Nicholas.


"Ciye yang udah wisuda". Ledek Nicholas dengan senyuman.


Alexa mengerucutkan bibirnya, "gimana aku cantik nggak?".


"Cantik kok, cantik banget". Satu ciuman mendarat ke pipi merona milik Alexa, "rasanya sampai nggak rela deh, kalo ada cowok lain yang lihatin kamu secantik ini".


"Terus kamu mau nya aku di lihat orang pakai kaos oblong sama celana gombor gitu, dengan muka acak-acakan khas bangun tidur?". Alexa memutar matanya kesal.


"Hmm... ide bagus tuh". Nicholas terkekeh sembari menatap wajah manyun istrinya.


Kini Jemari Nicholas bergerak mengusap pipi Alexa, kemudian turun ke dagu. Bibirnya masih terus tersenyum saat memandangi wanita cantik yang berstatus sebagai istrinya itu.


Tak butuh waktu beberapa lama, Nicholas langsung mengangkat dagu Alexa untuk mempertemukan bibir mereka. Kecupan itu ia berikan secara lembut dan hangat. Lengan Nicholas semakin merengkuh pinggang Alexa agar semakin mengikis jarak di antara mereka.


Saat gigitan kecil itu mengenai bibir merah Alexa, suara erangannya tak mampu ia tahan. Nicholas dengan cepat menyusupkan lidahnya untuk menyusur rongga mulut dan juga membelit lidah Alexa. Nafas mereka semakin memburu, seiring dengan lidah mereka yang saling mengunci serta ciuman yang semakin dalam.


Saat lidah Nicholas hendak menyusur leher mulus milik Alexa, saat itu juga dengan cepat Alexa menahan dada Nicholas.


"Kalo di terusin, aku bakalan gak jadi wisuda lho nanti".


Nicholas menggigit bibir bawahnya, dengan deru nafas yang masih putus-putus. Lalu ia kembali mengecup bibir Alexa.


"Gantinya nanti sepulang acara ya?".


"Yee.. capek tau". Ucap Alexa sembari berjalan mengambil tas nya. "Yuk berangkat, Mama sama Papa pasti udah nungguin".


Nicholas menghirup nafas panjang lalu menghembuskan nya. Sebelum akhirnya menyusul Alexa yang sudah berjalan keluar kamarnya.


"Selamat ya sayang Mama sama Papa bangga sama kamu". Ucap Mama Alexa yang langsung memeluk Alexa, di ikuti Papanya.


"Pinter juga ternyata adik aku, Cumlaude lho ini". Anthony terkekeh lalu memeluk Alexa.


"Pastilah, lebih pinter dari kakak dong".


"Yee.. yang baru lulus udah sombong". Ucapan Anthony tentu saja membuat semuanya tertawa.


"Alexa selamat ya". Alexa memeluk Mama Maria.


"Selamat ya anak pintar". Papa Henry tersenyum sembari mengusap lengan Alexa.


"Terimakasih Ma, Pa".


Akhirnya setelah sekian tahun menunggu, foto Alexa menggunakan jubah Toga dan Topi wisudanya dapat terpajang juga melengkapi hiasan dinding rumah nya.


##


Pikiran manusia memang seperti itu, sama dengan Alexa. Padahal dia dulu juga sering mengeluh kalo berangkat kuliah, terus pengen cepet-cepet lulus. Sekarang giliran lulus malah pengen kembali kuliah lagi. Haduh!


"Nicho, aku bosen di rumah?".


"Ini beneran istriku kan?". Nicholas mencubit pipi Alexa, "tumben ngerasa gak betah di rumah?".


Alexa hanya meringis, "Hehe.. nggak tau juga kenapa, rasanya boring banget sayang. Masa ya tiap hari harus nge-mall sama Keysa dan Mily".


"Ya terserah, aku juga nggak keberatan kok".


"Yee.. masalah nya Keysa sama Mily bentar lagi udah pada mau kerja di Perusahaan bokap nya. Nggak bisa dong aku ajak hangout terus".


"Kalo begitu kamu juga kerja aja di kantorku, yuk". Nicholas tersenyum menggoda ke arah Alexa.


"Kalo kita sekantor yang ada aku bukanya kerja, tapi malah kamu kerjain terus".


Gelak tawa Nicholas terdengar sangat kencang sampai ia harus memegangi perutnya, "Kok kamu udah mikirin itu sih sayang? padahal aku tadinya berharap kamu mau dan gak punya pikiran seperti itu lho".


"Buat nebak hal semacam itu udah nggak susah lagi". Alexa mengerucutkan bibirnya, "gimana kalo aku kerja di kantor Papa?".


Nicholas menaikkan alisnya menatap Alexa, "Yakin?"


"Iya.. Ya belum yakin sih, tapi gak ada salahnya di coba dulu kan. Lagian nanti juga ada kak Anthony yang bakalan ngajarin aku".


"Aku sih terserah kamu, yang penting kamu suka aku sih dukung aja".


"Ciyee.. suami idaman banget sih". Alexa menggoda suaminya dengan gemas. "Umm sayang".


Nicholas awalnya hanya membalas dengan senyuman, namun lama-kelamaan ia semakin gemas dengan wajah Alexa yang sejak tadi terus menggodanya.


Tiba-tiba Nicholas berdiri.


"Mau kemana?". Ucap Alexa cepat


Nicholas menundukkan badannya sembari menyeringai, lalu dengan cepat membopong tubuh Alexa ke kamar.


"Nicho!". Jerit Alexa saat tubuhnya sudah di bopong suaminya.


"Katanya tadi pengen aku kerjain".


"Nggakk... Nicho!! Turunin aku!". Teriak Alexa yang malah membuat Nicholas semakin tertawa. Dan tentu saja ingin segera mengungkung dan menindih tubuh istrinya itu di bawah tubuhnya.



##


Kehidupan Alexa yang baru segera di mulai genkss...


Pantengin terus ya kelanjutannya, bakalan ada lika-likunya selama dia mulai bekerja loh..


Jangan lupa Like, Vote dan Komen nya!!


salam dari penulis amatir ❤️