
Happy reading yeeyy !!
##
Alexa mengendarai mobil kakaknya menuju sebuah Restoran, yang di pesan oleh kliennya sebagai tempat meeting. Tak berjarak jauh dari kantornya, Alexa pun bisa datang tepat waktu.
Alexa segera turun dari mobil dengan membawa beberapa dokumen penting yang harus di tanda tangani kliennya. Ia segera berjalan masuk, karena pasti kliennya yang bernama Lukas itu sudah di dalam.
Di antar oleh seorang pelayan, Alexa di persilahkan masuk ke sebuah ruangan VIP yang sudah di booking untuk meeting hari ini.
"Terimakasih." Ucap Alexa, saat pelayan tersebut pamit.
Alexa segera membuka pintu, setelah sebelumnya menarik nafasnya terlebih dahulu. "Permisi."
"Ya, silahkan ma.. elo?"
Dengan kedua alis terangkat, Alexa menunjuk cowok yang ada di depannya. "Lo ngapain ke sini? Sempit banget sih dunia ini, kemana-mana ketemunya elo lagi?"
"Harusnya gue yang tanya, ngapain lo ke sini? Gue ada meeting di sini." Ucap cowok itu tak mau kalah.
"Gue juga mau meeting, gue di suruh ketemu klien di sini!"
"Tunggu dulu.. jangan-jangan elo, perwakilan dari Pak Anthony, iya?" tanya cowok itu meyakinkan
"Yup, betul sekali." Alexa mengangguk-angguk, kemudian melotot, "lo Lukas?"
cowok tersebut memasukkan kedua tangannya ke saku celana. "Iya, gue Lukas. Klien lo hari ini."
"Kenapa harus lo sih? Gue nggak mau, gue mau cari klien yang lain aja." Ucap Alexa kesal dan ia hendak keluar dari ruangan.
Duh, Alexa gimana sih? Sama klien kok pilih-pilih. dasar wanita.
"Eh-eh tunggu dulu." Lukas berlari mencegah Alexa membuka pintu, "ternyata lo emang gila ya? Kerjasama kita sudah di setujui Pak Anthony sama bokap gue kemarin. Dan sekarang, gue yang di suruh nanganin ini proyek."
Alexa terdiam sejenak untuk berpikir, benar juga apa yang di katakan Lukas ini. Kalo tiba-tiba Alexa menolak tugas kakaknya, bisa-bisa kakaknya itu mengadu ke Papanya. Duh, bisa gawat kalo masalah begini sampai ke Papanya.
"Ok, gue terpaksa ya. Terpaksa mau bekerja sama dengan lo."
Lukas tersenyum miring, "lo pikir gue nggak terpaksa, tau kalo lo yang jadi perwakilan Pak Anthony. Gue juga ogah."
Memang sialan si Lukas! Alexa benar-benar kesal sekali dengannya. Kenapa dia harus bertemu dengan orang seperti Lukas, kalo bukan demi proyek kerja. Mungkin, kesabaran Alexa tak akan bisa ia tahan.
Alexa tersenyum, senyum yang di paksakan. "Ok, kalo begitu Pak Lukas. Mending kita segera membahas proyeknya saja ya, biar nggak membuang-buang waktu." Alexa menekan kata terakhirnya, kemudian menarik kursi dan duduk.
"Koreksi sedikit, jangan panggil Pak! Panggil gue Lukas, gue belum mau ya di panggil Pak."
Alexa geram, "banyak maunya banget sih lo!" matanya melotot kesal ke arah Lukas.
"Jangan salah panggil lagi." Lukas tersenyum lalu duduk kembali ke kursinya. "BTW, nama lo siapa?"
"Alexa." jawab Alexa singkat sembari mempersiapkan dokumennya. "Nih, baca dulu dokumen dan perjanjiannya." Alexa melemparkan berkas dokumen ke arah Lukas.
Di lempar lo ini, Alexa benar-benar deh. Untung mereka cuma berdua. Kalo ada banyak orang, pasti bakalan jadi tontonan tuh!
Lukas mengambil dokumennya, kemudian membuka dan membacanya satu persatu. Sesekali pandangannya melirik ke arah Alexa, yang tengah menyiapkan dokumen yang lainnya.
Drrrrttt...
Alexa segera membuka chat yang masuk ke ponselnya,
**Lovely Husband : Makan siang bareng?
Anda : Maaf sayang.. kayaknya nggak usah deh. Aku lagi meeting di Restoran sama klien. Dan mungkin nanti sekalian makan.
Lovely Husband : Ya sudah kalo begitu**.
Alexa mengerucutkan bibirnya, dan tanpa sepengetahuannya Lukas ternyata mengamati dirinya.
Lovely Husband : Kesel lagi?? kamu kan lagi di Restoran, jangan ngamuk ah. Bikin malu**.
Memang kampret Nicholas, bukannya menangkan istrinya malah mikirin malu.
Belum sempat Alexa membalas, suara Lukas mulai menganggu otaknya lagi.
"Ini gue tanda tangan di mana?"
Alexa menatap Lukas dengan kesal.
"Lo nggak bisa baca? jelas-jelas ada tulisannya."
"Tanya untuk memastikan, nggak pa-pa kan? dari pada salah, entar lo ngomel lagi." Sindir Lukas sembari mengambil bolpoinnya.
"Ya iyalah gue ngomel. Kalo perlu, lo gue bantai di sini."
Lukas terkekeh, "selain gila dan pemarah, ternyata lo psikopat juga ya?"
Alexa hanya berdecak, tak berniat membalas ucapan Lukas.
"Lo pesan makan aja dulu, selagi gue mempelajari berkasnya."
Tanpa berpikir lama, Alexa langsung mengambil buku menu dan memilih pesanannya. Setelah itu, Lukas juga memesan menunya lalu memanggil pelayan.
Beberapa menit kemudian, pelayan datang membawa pesanan mereka.
"Untuk pertemuan selanjutnya, jadwalnya nanti gue ngatur." Ucap Alexa membuka suara.
Lukas mengangguk. "Terus, kalo misalnya gue pengen lihat ke lapangan langsung, juga harus sama lo?"
"Ya iyalah, dan harus ada janji dulu ya. Awas kalo mendadak." Ancam Alexa
Lukas hanya tersenyum.
Selesai makan, Alexa langsung pamit tanpa berniat berbincang terlebih dahulu agar saling mengenal rekan bisnisnya. Namannya juga Alexa, keras kepala. Kalo nggak mau ya pasti nggak bisa di ganggu gugat keputusannya.
##
"Kak Anthony kok nggak bilang sih? kalo Lukas itu beda orang, sama Bapak-bapak yang Alexa lihat saat meeting dengan kakak waktu itu." Protes Alexa, saat ia sudah kembali ke kantornya.
Anthony menopang dagunya sembari menatap Alexa, "lho bukannya enak sama yang muda ya? kalo sama senior ribet lho Lex, mereka pinter banget negosiasi."
"Bukan itu, masalahnya.. dia ngeselin banget kak."
"Udah ah, kalo kerja harus profesional. Ingat!"
Alexa mengerucutkan bibirnya ke arah Anthony.
"Oh ya?" Ucap Alexa tiba-tiba. "Kenapa kita nggak kerja sama dengan Perusahaan Nicholas aja sih kak? Kan biar aku semangat gitu, kalo bisa kerja bareng."
"Kerja sama kok."
"Yang bener? Alexa mau pindah proyek aja deh kak, biar bisa bareng sama Nicho."
"Yah.. sayang sekali, kalo soal itu di bawah wewenang Papa. Tapi, kalo kamu mau bisa kok?" Alexa tersenyum semangat ke arah kakaknya, "asal kamu yang bilang sendiri ke Papa."
Anthony tertawa begitu melihat ekspresi Alexa. Ya mana berani Alexa protes ke Papanya, bisa panjang urusannya. Dan yang lebih menyakitkan, bisa-bisa dia nggak boleh lagi bekerja di Perusahaan milik Papanya ini.
##
Jangan lupa Like, Vote dan Komen nya!!
salam dari penulis amatir ❤️