
yuhuu up lagi nih..
jangan lupa Like, Vote dan Komen nya ya !!
Happy reading !!
##
Alexa mengeram dengan tangan mencengkram bahu Nicholas erat. Keringat membanjiri pelipisnya dengan deru nafas terengah. Nicholas menyatukan keningnya dengan Alexa, nafasnya juga terasa berat ketika menikmati sisa pelepasannya.
Nicholas menyatukan keningnya dengan kening Alexa, lalu mencium hidungnya sekilas sebelum berguling ke samping Alexa.
Alexa mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua. Kemudian ia menyandarkan tubuhnya ke dada Nicholas.
"Mau langsung tidur?" tanya Alexa
Nicholas mengulas senyumnya sesaat. "Memangnya kamu mau lagi?"
"Nicho..." Alexa mencubit perut Nicholas yang membuat suaminya tersebut terkekeh.
"Terus mau ngapain?"
"Nggak jadi.. udah keburu sebel." Ucap Alexa,
"Tuh kan, pasti mau minta lagi." Goda Nicholas.
Alexa tau seharusnya ia nggak perlu bertanya seperti tadi ke suaminya. Mengingat kalo suaminya itu suka sekali menggoda dirinya.
"Nggak.. katanya tadi kamu capek, buruan tidur." Alexa menenggelamkan wajahnya ke dada Nicholas dan berpura-pura menutup mata.
Menyadari itu membuat Nicholas semakin gemas. Ia langsung mengusap pelan rambut istrinya. Kemudian mengecupnya,
"Terima kasih sayang, capek ku sudah hilang berkat kamu."
Alexa yang memang hanya memejamkan matanya saja tentu bisa mendengar jelas ucapan Nicholas. Ia hanya tersenyum dan makin memeluk erat tubuh Nicholas.
##
Baru saja sampai di kantor Alexa sudah mendapat panggilan dari Lukas yang menyebalkan itu.
"Kenapa sih? pagi-pagi sudah ganggu orang aja." Gerutu Alexa
Ia lalu menggeser tombol hijaunya ke atas.
"Apa?" sengak Alexa begitu ia menjawab panggilan tersebut.
"Lo sarapan apa sih pagi-pagi udah pakai nada tinggi aja?"
Alexa mendengus. "Bukan urusan lo ya, buruan ada apa? gue sibuk."
"Gue juga sibuk kali, bukan lo doang."
Alexa menjauhkan ponsel dari telinganya dan menatap layarnya kemudian membuat gerakan menonjok pada layar ponselnya.
"hallo..?"
"Apa?" sahut Alexa malas
"Gue kira lo tutup telfonnya,"
"Ck, lo ada urusan apa sih sebenarnya?" Alexa mulai kesal sendiri. "Gue beneran sibuk nih."
"Oh.. Gue mau survey lokasi langsung siang ini. Dan Lo jangan lupa temani gue."
"Hah? siang ini? Nggak bisa dong. Lo kok mendadak banget sih? lo nggak boleh asal merubah jadwal sembarangan ya."
Alexa semakin kesal, kenapa cowok bernama Lukas tersebut sangat menjengkelkan sekali. Dan apesnya kenapa harus Alexa yang berhadapan dengannya?
"hei.. Gue udah bikin janji ya, kemarin. Lo check sendiri deh sama jadwal lo hari ini."
"See.. kalo gitu udah dulu ya, jangan lupa sambut kedatangan gue nanti. Gue nggak mau kalo di suruh nyari lo."
Alexa menghentakkan kakinya. "Terse.." Alexa melihat layar ponselnya. "Hallo? woy gue belum selesai ngomong?"
Fakk!! Alexa membanting ponselnya ke atas meja. Kemudian ia cepat-cepat menemui kakaknya. kebetulan Anthony hari ini tengah ada di ruangan Papanya.
"Kakak." Panggilnya begitu saja ketika ia membuka pintu.
Anthony yang tengah berbicara dengan Papanya pun menoleh malas. "Ya ampun kenapa sih Lex?"
"Alex nggak mau ketemu klien di jadwal hari ini."
"Loh kok gitu?" Anthony tentu saja kaget.
Bukan hanya Anthony bahkan sekarang Papa Alexa juga ikut menatap Alexa dengan tatapan bingung.
"Alexa nggak boleh begitu. Kalo bekerja itu harus profesional jangan seenaknya, kamu mau buat Papa dan Kakak malu?"
"Ya enggak sih Pa. Tapi,.."
"Nggak ada tapi, pokoknya kamu harus bisa bertanggung jawab dengan pekerjaan kamu. Mau Papa aduin ke Nicholas?" Anthony terlihat menahan tawanya saat Papanya mengancam Alexa dengan nama Nicholas.
"Jangan Pa.." Alexa mengibas-ngibaskan tangannya ke depan Papanya.
Yang benar saja masalah seperti ini sampai harus Nicholas tau. Lagi pula Alexa juga nggak mau mengganggu Nicholas terlebih dahulu, mengingat kalo suaminya kemarin seperti sedang ada masalah.
"Makanya nurut ya Dek.." Ledek Anthony.
##
Alexa dan Lukas berjalan ke gedung proyek kerjasama mereka. Alexa berusaha menjelaskan secara detail pada Lukas.
"Jadi, ada yang perlu di tanyakan?" tanya Alexa ketika mereka menghentikan langkahnya.
Lukas tampak berpikir sejenak. "Kayaknya saat ini belum ada deh. Mungkin nanti kalo ada hal yang perlu gue tanyain, gue bakalan langsung hubungin lo."
Alexa langsung menyorot Lukas tajam. "Lo bilang apa? lo pikir gue nggak ada kerjaan gitu?" Alexa bersedekap. "Gue nggak ada waktu dan nggak mau lo repotin di luar jam kerja, ya?"
"Loh kok gitu sih? Terus kalo gue ada keperluan mendadak soal pekerjaan gimana?"
"Ya elo hubungin Kak Anthony aja. Pokonya jangan gue."
Lukas menatap Alexa sejenak setelah mendengar ucapannya.
"Kak Anthony?" Alexa mengangguk. "Jadi, Pak Anthony itu Kakak lo?"
"Betul sekali."
"Oh.. jadi karena Pak Anthony kakak lo, terus lo bisa kerja seenaknya begini." Lukas berujar santai sembari memasukkan kedua tangannya pada saku celana.
Alexa tentu saja terkejut dengan ucapan Lukas yang sangat menjengkelkan itu. Bisa-bisanya jalan pikiran Lukas seperti itu, Alexa hanya mendengus untuk berusaha menahan emosinya. Saat ini ia harus sedikit lebih pintar, bisa aja kalo ia bertindak sembarangan makhluk menjengkelkan ini bakalan mengadu ke Kakaknya. Kan urusannya malah bisa tambah panjang.
"Mau lo apa sih?" Alexa menatap Lukas, dan tentu saja dia harus sedikit mendongak karena tinggi Lukas sama persis dengan Nicholas.
"Gue mau.." Lukas menundukkan kepalanya, "lo jangan galak dan ngeyel."
Alexa dan Lukas terdiam sesaat ketika sorot mata mereka saling bertemu.
##
akhirnya bisa up lagi cerita ini..
maaf ya kalo cerita ini bakalan low update, karena aku sedang fokus sama cerita yang satunya..
semangat selalu buat kita semua.. ❤️