
_Di pagi hari di sebuah Rumah sakit.
Indra sudah terbangun dari tidur lelapnya. Entah kenapa rasanya nyaman tidur di dekat gadis itu.
dia bangun pagi-pagi sekali agar bisa pulang kerumah lebih awal dan berangkat ke kampus tepat waktu.
orang pertama yang ia lihat ketika bangun adalah Fitry, gadis yang ia cintai. Entah sejak kapan indra jatuh cinta pada gadis yang ada di hadapan nya itu. Yang dia tahu, ia tak rela melihat gadis berisiknya terluka atau pergi darinya. Sungguh, indra mencintainya dengan Tulus. Bahkan ia berencana untuk menikahi gadis itu setelah study nya selesai dan mendapat pekerjaan yang bagus.
"Morning Doben, kau masih saja tidur. Ini sudah pagi cinta ku, apa kau tidak ingin melihat wajah ku pagi ini, hmmm..??" bisik indra menyapa gadis yang terbaring di atas brankar.
"Aku tinggal sebentar yah, nanti malam aku akan kembali untuk menemani Pacarku yang cantik ini. Cepatlah bangun. I LOVE YOU DOBEN,!!" dia berpamitan pada kekasihnya, tak lupa mencium dahinya dengan lembut dan lama. Seolah akan berpisah lama, padahal hanya sehari dan akan bertemu lagi malam hari.
Setelah keluar dari ruang rawat fitry. indra langsung bergegas untuk pergi pulang sekalian meminta ijin pada Mama Santi dan Juga Ayah Danu untuk ikut menjaga kekasihnya.
setiba nya dirumah langsung saja dia di introgasi kedua orang tuanya.
Setelag menjelaskan panjang lebar, kini orang tuanya mengerti akan perasaan putra sulung nya itu.
Orang tua indra juga mengijinkan nya untuk ikut menjaga fitry. Ya, mereka percaya jika Indra bisa menjaga dirinya sendiri karena sudah dewasa. Dan mereka juga membebaskan nya memilih Gadis mana yang akan menemani hidupnya.
Setelah itu indra langsung berangkat ke kampus usai urusan rumah kelar. Dia tiba di kampus, dengan buru-buru masuk kelas karen sudah hampir terlambat.
Kini indra sudah duduk di kelas nya. Dinda yang melihat pria yang ia suka langsung mendekat padanya. Menanyakan kondisi rivalnya yaitu fitry.
Ya, dia sudah tau jika fitry masuk rumah sakit karena waktu itu ia juga melihat kejadian kecelakaan di dekat taman dan melihat korban itu adalah rivalnya.
Indra menjawab apa adanya. jangan tanyakan perasaan dinda saat ini, dalam hatinya bersorak gembira namun wajah nya menampakan ekspresi sedih.
Dinda mencoba meraih tubuh indra untuk memeluknya, pura-pura peduli padanya. Namun dengan cepat indra menepis perlakuan dinda. Dia tak ingin menjadi pria yang mengambil kesempatan saat kekasih nya dalam keadaan terpuruk.
Dinda yang merasa di tolak pun hanya diam saja tak mengucapkan apa pun. Padahal dalam hatinya sudah mengumpat, merasa kesal akan penolakan indra.
Namun itu tak membuatnya menyerah untuk merebut indra dari fitry.
Dia justru tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
dia pikir suatu saat indra akan menyerah menunggu fitry untuk sadar dari koma nya.
.
.
_Hari demi hari berlalu, minggu telah berganti bulan. kini sudah tiga bulan fitry terbaring koma. Sepertinya gadis itu masih betah dengan tidur panjang nya.
Rambutnya pun kini sudah mulai memanjang lagi sebahu. Karen dokter memberikan obat penumbuh rambut yang sangat manjur setelah bekas jahitan kering hanya dalam waktu seminggu. Sangat canggih bukan?. Karena Ayah Yudi ingin yang terrbaik untuk putrinya.
Indra yang tak pernah lelah menjaga kekasihnya kini malah terlihat semakin mencintai gadis itu.
Indra pun tak menyangka, jika study nya akan berakhir 2 bulan lagi. Dan setelah itu dia akan mencari pekerjaan yang bagus untuk masa depan nya.
Kini indra datang kerumah sakit untuk menjaga kekasihnya setelah perkejaanya usai.
Seperti biasa, indra akan mengajak gadis itu berbicara, menceritakan hal apa saja yang di laluinya setiap hari, sebelum dia tidur menyusul kekasihnya ke alam mimpi.
"Heii Doben... Aku datang. Kau tau hari ini adalah hari yang berat. Aku membuat kesalahn di tempat kerja, aku di marahi oleh atasan ku karena aku yang mengantuk akhrinya tidak fokus bekerja hehehe.
Dan kau tau, Dinda selalu saja menempeli ku, dia selalu saja ingin merebut ku dari mu. Cepatlah bangun! Apa kau rela jika Dinda mengambil ku dari mu?" Oceh indra pada kekasihnya.
.
.
_disisi lain. Dinda akan meminta indra untuk datang ke rumah menemui Papa Anwar dan Mama Susi.
Mereka akan membujuk indra agar mau menerima dinda menjadi kekasihnya dengan iming-iming pekerjaan yang bagus dan memberikan bantuan modal yang besar untuk keluarga indra agar bisa membangun toko Ayahnya menjadi lebih besar.
Ya, Dinda yang sudah kehabisan cara akhirnya meminta orang tuanya untuk turun tangan.
Ini adalah Cara terakhir jika gagal Dinda akan mengancam untuk bunuh diri.
.
.
_Di Rumah mewah keluarga Dinda.
Kini sudah ada Indra yang duduk berhadapan dengan Papa Anwar dan juga Mama Susi.
Indra yang belum tahu apa tujuan mereka mengundang nya kesini pun hanya menuruti perintah dinda. Karena dinda bilang hanya mengundang untuk makan malam, tapi indra ragu jika hanya makan malam saja, tidak mungkin orang tua dinda akan mengundang pria miskin seperti dirinya makan malam. Untuk apa? Pikir indra.
Melihat Indra yang Bingung, Akhirnya Papa Anwar membuka suara terlebih dahulu.
"Indra, langsung saja saya sampaikan maksud dan tujuan kami mengundang Mu untuk datang kesini. Dinda putri ku satu-satunya menginginkan Mu untuk menjadi kekasihnya, bahkan dia ingin menjadi istri mu. Dinda bilang jika keluarga mu mengalami kebangkrutan, maka saya akan menawarkan bantuan pada mu. Saya akan memberikan modal agar usaha Orang tua mu bisa berkembang. Dan tidak hanya itu, kamu bisa bekerja di perusahaan saya dengan menjabat sebagai direktur, karena Dinda putri tunggal kami. Bagaimana? Apa tawaran saya bisa kamu terima?" jelas Papa Anwar dengan penuh penekanan.
Indra yang mendengar tawaran dari Papa Anwar pun menggelengkan kepalanya pelan dengan senyum sinis di bibirnya menatap tajam orang tua dinda.
"Maaf sebelumnya Om, bukan saya sombong karena tidak menerima tawaran dari Om Anwar, tapi saya tidak mencintai Dinda Om, jadi saya tidak bisa menerima tawaran itu. Apa Om pikir Harta bisa di tukar dengan Cinta? Jika memang bisa, maka nasib orang miskin untuk mendapatkan Cinta nya harus membayar pakai apa? sedangkan mereka hanya punya ketulusan. Tidak adil bukan? Lagi pula, saya sudah memiliki kekasih Om dan saya akan menikahi gadis itu. kalau pun saya mau menerima tawaran dari Om, apa Om rela melihat putri kesayangan Om tidak di cintai selama hidupnya? Apa Om rela jika kelak saya dan putri Om menikah namun saya sia-sia kan? saya paham betul tindakan Om ini untuk kebahagiaan Putri kesayangan Om, tapi pikirkan lagi efek dari semua ini. Apa Om Yakin Putri Anda akan bahagia setelah mendapatkan saya? Belum Tentu. jadi saya tekan kan lagi, SAYA TIDAK MENCINTAI DINDA. Maaf jika saya menyakiti perasaan putri Om, tapi ambisi nya akan menghancurkannya cepat atau lambat. Saya permisi.!" dengan lantang indra berbicara lalu meninggalkan kediaman Dinda dengan perasaan Kesal.
Dinda yang mendengar penjelas Indra hanya bisa mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut pria itu. Benar saja, Dia Terlalu berambisi mendapatkan pria itu hingga gelap mata. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya. Tapi bukan nya mendapatkan yang dia inginkan, malah kini dia sendiri yang hancur.
Ya, penyesalah memang datang di akhir cerita. Dinda hanya menangis meratapi kenyataan bahwa indra bukan Jodohnya.
Kini dia harus melupakan pria itu. Dan kembali menata hidupnya dengan baik.
Akhirnya masalah Dinda telah usai. Kini indra ingin lebih fokus lagi dalam menjaga fitry. Tak ada lagi hambatan untuk mereka bersama, Pikir indra.
Namun ujian Cinta dua insan manusia itu belum berakhir sampai disini saja.