Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 4



Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Indra kini sampai di depan rumah sederhana berbentuk minimalis yang hanya memiliki satu lantai. Rumah yang Ayahnya beli dengan uang yang tersisa. Ayahnya yang sudah tidak muda lagi hanya bisa bekerja di toko sembako milik Ayahnya sendiri. Toko yang di dirikan semenjak keluarga nya bangkrut. Hanya itu sumber penghasilan mereka sekarang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. dan Indra hanya bisa membantu ekonomi keuangan keluarga nya semampu yang ia bisa, karena keterbatasan dia yang harus bekerja dan juga kuliah. Namun ayahnya yang paham akan kondisi putra sulung nya, beliau t-ak pernah memberatkan nya perihal keuangan.


"Kenapa pulang sampai larut,? Apa ada masalah Nak..??" tegur mama Santi yang sedari tadi khawatir menunggu anak sulung nya pulang kerja namun tidak pulang tepat waktu seperti biasa nya.


"Mama, kenapa belum tidur, hmm..?" bukan menjawab pertanyaan dari sang mama, indra malah balik bertanya pada mama santi yang nampak memgkhwatirkannya.


"mama nungguin kamu, mama khawatir karna kamu pulang terlambat. Katakan.. Kau dari mana? Ada sesuatu yang terjadi,??" cecar mama santi yang ingin mendapat jawaban dari anak sulung nya.


"Tadi Indra ketemu temen baru, di ajak makan bareng, sambil jalan-jalan sebentar." jawab indra dengan senyum yang mengembang di wajahnya karna teringat akan tingkah laku si gadis berisik itu.


"kau tampak bahagia nak.. Apa teman baru mu itu, dia seorang gadis,??" tanya mama santi yang nampak antusias.


"Iya ma.. Dia seorang gadis yang aneh, berisik, mulutnya hobi banget ngomel dan bicara hal yang tidak penting," indra yang coba menjelaskan gadis berisik itu pada mama santi dengan wajah yang berbinar.


"Kau tertawa karena nya Nak..?? Apa kau menyukai gadis itu,?" tanya mama santi yang terharu melihat putra sulungnya nampak bahagia menceritakan gadis berisik itu.


karena mama santi tau betul, setelah keluarganya Bangkrut, senyum putra sulung nya yang dulu selalu menghiasi wajahnya kini menghilang, seperti langit yang cerah berubah meredup.


Sebagai anak tertua, Indra tau betul bahwa kebangkrutan yang keluarganya alami adalah faktor kesengajaan dari teman sekaligus rival dari Ayahnya (Ayah Danu Yosef Manek).


entah memiliki dendam apa teman dari Ayah Danu itu, hingga tega berbuat keji terhadap Ayah Danu. Bahkan Ayah Danu sudah melaporkan ini pada pihak berwajib, Namun laporan tidak di terima oleh pihak berwajib karena tidak ada bukti yang kuat untuk mencurigai bahwa teman dari Ayah Danu adalah alasan dibalik mundurnya para investor. Karna memang para investor yang menarik saham dari perusahaan MEGA Group (perusahaan Ayah Danu) atas keinginan mereka sendiri.


Danu yang bingung dengan pertanyaan mama santi, berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Ma... Indra capek, indra mau bersih-bersih lalu tidur, mama istirahat yah," ucap indra tersenyum sembari mengecup kening mama santi, lalu beranjak dan pergi meninggalkan mama santi yang masih duduk di ruang tamu.


Mama santi hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum mengiyakan perintah dari putra sulungnya.


.


.


setelah di dalam kamar, Indra yang telah selesai membersihkan diri langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran kecil, namun sangat nyaman dan hanya muat di tempati oleh dia seorang.


Indra yang berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya. Teringat dengan Gadis berisik yang sudah dua hari ini mengganggu hidupnya.


"Dasar Gadis aneh, belum kenal sudah ngajakin ngedate, eh.. Bukan ngedate, tapi Gak sengaja ngedate." Indra yang mengingat tingkah laku gadis itu tersenyum sendiri hingga matanya mulai terpejam dengan nafas yang mulai teratur, menandakan jika dia sudah berada di alam mimpi.


.


.


.


Keesokan harinya, Fitry yang pergi ke kampus untuk menimba ilmu berangkat dengan mengendarai mobil mewah pemberian dari Ayah Yudi di ulang tahun nya yang ke 21th, karena dia sudah dewasa dan di perbolehkan menyetir sendiri.


seperti biasa, Dia selalu cantik setiap hari karena keturunan dari Ayah Yudi, blasteran Indo-korea, karena kakek asli korea dan nenek indonesia.


Semalaman Fitry tidak bisa tidur karena teringat akan wajah tampan Indra yang memenuhi isi kepala Fitry. Dan hari ini dia berangkat pagi sekali karena ingin bertemu lagi dengan Pria tersebut, yang pastinya ingin mengenal lebih jauh tentang pria itu. Namun sial, mobil yang di kendarainya harus berhenti di pinggir jalan karena Ban mobilnya Bocor. Fitry yang tidak bisa mengganti ban mobilnya terpaksa mencari bantuan seseorang untuk membantunya mengganti ban mobil tersebut.


Sepertinya keberuntungan berpihak pada Fitry hari ini. Dia yang sedang mencari orang untuk membantu mengganti ban mobil, malah bertemu dengan Pria yang semalam membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


dari arah yang berlawanan, Indra melihat gadis berisik yang baru di kenalnya dua hari lalu di pinggir jalan meneriaki namanya.


"Ndrrraaaa..... Indraaa...." sambil melambaikan tanganya keatas, sekuat tenaga fitry memanggil Nama Indra agar terdengar karna jalanan yang bising akan suara kendaraan.


Indra yang merasa di panggil akhirnya melajukan motor matic nya ke arah gadis berisik itu.


"Kenapa,?" tanya indra pada fitry dengan wajah datarnya yang selalu melekat.


"Ban Mobil gua Bocor, bisa tolong bantu ganti Ban mobilnya gak?" jawab fitry dengan suara yang lembut menatap tajam netra indra seraya memohon, ia menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.


"hmm.." indra hanya berdehem mengiyakan.


Indra yang sibuk mengganti Ban mobil, tanpa dia sadari ada yang memperhatikannya sedari tadi. Siapa lagi kalu bukan Fitry. Fitry yang melihat Indra hanya fokus pada wajah tampan pria itu.


"Sungguh makhluk Tuhan yang sempurna," gumam fitry dalam hati.


"Sudah," ucap indra yang membuyarkan lamunan fitry.


"oohh... Sudah ya? Hehehe" fitry membalas dengan senyuman kikuk karena ketahuan melamun.


fitry yang melihat Indra membawa tas, dia yakin kalau indra akan pergi ke kampus, langsung menawarkan tumpangan untuknya.


"Mau bareng ke kempus gak?" tawar fitry.


"Gua bawa motor, lain kali aja." jawab indra sembari memasukkan ban Mobil yang bocor ke dalam bagasi.


"motor Lu taruh sini aja, biar nanti supir aku yang ambil." bujuk fitry agar indra mau bareng sama dia.


"Okey, berhubung Lu maksa jadi Gua mau! Tapi dengan syarat. Karna lu yang minta gua buat ikut lu, jadi lu harus jadi supir gua seharian ini.!" ucap indra pada fitry. tak di pungkiri indra pun ingin berlama-lama dengan gadis berisik itu, seolah gadis itu adalah moodmaker untuknya.


"Siiapp Komandan!" dengan sikap hormat fitry mengiyakan permintaan Indra dengan senang hati.


"Gadis aneh," gumam indra dalam hati melihat kelakuan fitry yang tanpa sadar bikin senyumnya selalu mengembang.


.


.


_Di dalam mobil


Tidak ada yang berbicara sama sekali. Indra yang duduk di kursi penumpang hanya melihat jalanan dari jendela yang ada disamping kirinya.


"Kita sarapan dulu yuk, masih ada waktu 20 menit buat ke kampus, Mau gak?" ajakan fitry akhirnya memecah keheningan di antara mereka berdua.


"Boleh," jawab indra singkat.


"Okey, mau makan apa?" tanya fitry lagi.


"Bubur ayam itu aja!" sahut indra sambil menunjuk gerobak bubur ayam yang ada di depan sana.


"Okey..." dengan jari yang membentuk OK sambil mengedipkan salah satu matanya tanda mengiyakan ucapan indra. Senyum yang tak pernah luntur dari wajah gadis itu, membuat hati indra terasa damai.


setelah sampai tempat makan bubur ayam, mereka duduk di kursi yang di sediakan. Indra yang langsung memesan 2 mangkuk bubur pada pedagang nya.


"Bang bubur 2 yah, yang satu kacang nya banyakin, sambel nya dikit-dikit ajah. Teh hangat nya 2."


pesanan indra yang langsung di anggukin Abang yang dagang.


setelah makanan siap, indra memberikan mangkok bubur yang banyak kacang nya pada fitry yang duduk di hadapannya.


"Buat gua? Kok Elu tau kalau gua suka kacang?" tanya fitry yang heran karna dari kemarin indra memberi es krim kacang seperti sudah mengenal lama dirinya.


"gua tau lu suka kacang dari semalem, pas gua kasih lu es krim kacang dan lu bilang suka, yauda gua simpulin aja kalau lu suka kacang dari semalem." jawab indra sambil menyantap bubur yang ada di depannya.


fitry yang mendengar jawaban indra hanya manggut-manggut dan terus makan.


indra yang melihat fitry makannya belepotan, dia mengambil tissue yang ada di meja, mencoba membantu membersihkan sisa makanan yang nempel di sudut bibir gadis itu.


Fitry yang kaget dengan perlakuan indra pun hanya diam saja. menikmati perlakuan baik indra dengan senang hati karena tujuan dia mendekati indra emang karena dia ingin mengenal indra lebih jauh.


"makan kaya anak TK,!" ucap indra yang masih membersihkan sudut bibir fitry.


setelah bersih indra melanjutkan makannya kembali.


"Terimakasih..."dengan senyum terbaik yang fitry punya, dia mengucapkan terimakasih pada indra.


"hmm..." indra hanya menganggukan kepalanya dengan deheman.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan kembali perjalanan ke kampus.