
_Di kediaman Nia.
Saat ini mami Nia sedang mondar mandir di dalam rumah, dia tak ingin di penjara namun dia juga tidak mau kehilangan uang nya yang banyak untuk ganti rugi pada keluarga Hartawan.
"Bagaimana ini, aku harus apa?" gumam mami nia dengan raut wajah gelisah.
saat mami nia sedang di sibukan dengan pikiran nya sendiri, ada seorang polisi datang ke kediaman mami nia.
Saat mami Nia membukakan pintu utama, Dia tersentak melihat siapa yang ada di depan pintu rumahnya.
"Selamat malam saudari Nia, kami dari pihak kepolisian membawa surat penangkapan saudari Nia atas tuduhan penculikan berencana terharap putri saudara Hartawan. Mari ikut kami ke kantor untuk menjalani Proses hukum." titah polisi pada mami Nia.
"Tidak Pak, saya tidak bersalah. Anak saya yang melakukannya bukan saya." tolak mami Nia.
"Mari jelaskan di kantor, jangan mempersulit pekerjaan kami Bu, jika memang tidak bersalah, anda akan di bebaskan kembali. Ajudan, bawa Dia." ucap komandan polisi pada ajudannya.
"Siap komandan!" jawab ajudan itu.
Dengan cepat ajudan itu membawa mami Nia dengan tangan yang di Borgol, masuk ke dalam mobil polisi.
.
.
Kini mami nia sudah berada di kantor polisi dan sedang menjalani proses introgasi.
Setelah selesai mami nia di bawa ke sel tahanan. Sebelum sidang putusan memutuskan bahwa mami nia bersalah atau tidak, mami nia harus mendekam di dalam jeruji besi.
.
.
Di sisi lain.
Ayah Yudi sudah menerima laporan dari pihak kepolisian bahwa mami Nia sudah di tangkap. Dan Ayah Yudi di minta untuk datang di persidangan nanti.
Kini Ayah Yudi sedang berada di kamar bersama Ibu Eny.
"Bagaimana Yah,?" tanya ibu eny setelah melihat sang suami selesai menerima telpon dari kepolisian.
"Nia sudah di tangkap, dan Ayah harus menghadiri sidang besok." jawab Ayah Yudi dengan ekspresi datar.
"semoga mereka dapat hukuman yang setimpal." ucap ibu eny denga wajah geram.
.
.
beberapa Hari kemudiaan...
Kini Ayah Yudi sudah hadir di meja hijau di pengadilan yang berada di kota Amerika.
Kuasa hukum dari pihak terlapor sangat kuat, namun Ayah Yudi juga tidak mau kalah, dia sudah menyewa jasa pengacara terbaik di kota amerika.
setelah beberapa jam perdebatan. Kini Hakim akan memutuskan hukuman untuk David dan mami Nia.
"Kami sudah bermusyawarah bersama, dan dengan ini kami jatuhkan Hukuman untuk saudari Nia 10th penjara, dan untuk saudara David 17 tahun penjara! Karena saudara David dikenakan pasal berlapis.!"
TOOOKK..! TOOKKK..!! TOOKKK..!
Hakim mengetuk palu sebanyak 3x pertanda jika kasus ini telah berakhir dengan hasil yang di inginkan oleh Ayah Yudi.
"Alhamdulillah..." ucap Ayah Yudi setelah mendengar hasil putusan Hakim.
tak lupa ayah yudi mengucapkan terimakasih pada sang Pengacara karena sudah berhasil mengatasi kasus putrinya dengan baik.
.
.
Kini Ayah Yudi sudah tiba di Apartemen.
dengan senyum sumringah, Ayah yudi masuk ke dalam Apartemen nya tersebut.
"Ayah sudah pulang?" ucap ibu pada ayah Yudi yang sedang berjalan mendekat ke arah ibu eny dan juga fitry yang sedang berada di meja makan untuk makan siang.
"Iya, Ibu.." jawab ayah singkat dan langsung duduk di kursi meja makan, bergabung dengan Ibu Eny dan putrinya.
"Bagaimana Hasilnya Yah?" tanya ibu eny dan fitry bersamaan.
Ayah menatap ke arah Ibu Eny dan Putrinya bergantian. Dia menghembuskan nafasnya perlahan.
"Persidangan berjalan lancar, hukuman 10th penjara untuk Nia, dan 17th penjara untuk David. Ya, mungkin itu hukuman yang ringan bagi mereka, tapi tidak apa-apa, setidaknya mereka akan jera setelah ini. Dan semoga tidak ada korban penipuan karena mereka lagi." ucap Ayah Yudi serius dengan nada datar.
Fitry nampak Diam. Dia merasa kasihan dengan David, padahal David yang dia kenal adalah pria yang sangat baik. Ya, meskipun kebaikannya di landasi dengan obsesi yang mengakibatkan dirinya hancur karena ulahnya sendiri.
"Kenapa Sayang?" tanya ayah sambil mengelus rambut putrinya.
"Tidak Ayah, Fitry masih tidak menyangka, bahwa kebaikan david ternyata hanya tipuan belaka. Padahal david adalah pria yang manis dan juga ceria dan suka bercanda. Namun ternyata, di balik kepribadiannya yang hampir sempurna, ada jiwa iblis di dalam dirinya." ucap Fitry menatap Ayah Yudi dengan sendu.
"Maka dari itu, jangan menilai orang dari Cover nya. kita harus tetap Ingat, sebaik apa pun manusi pada kita, mereka hanya manusia biasa yang sewaktu-waktu bisa berubah kapan pun saja." ucap Ibu eny memberi pengertian pada putrinya.
"Iya Bu.." jawab fitry singkat.
"Kamu tidak perlu khawatir lagi saat terapi di rumah sakit nanti. Mereka tidak akan menjahati mu lagi sayang." ucap Ayah yudi tersenyum pada putrinya.
Fitry mengangguk paham. Dan mereka melanjutkan makan siang dengan di selingi canta tawa dan obrolan Ringan.
Akhirnya Fitry sudah kembali ceria. sudah tidak merasakan takut jika akan pergi ke luar untuk terapi. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali.