
_Di Cafe
Pesanan datang, David yang masih hafal dengan es krim favorit fitry pun memesankan gadis itu Es Krim Kacang.
Fitry berbinar melihat es krim itu, nampak nikmat. tidak mau berlama-lama fitry langsung menyantap es krim itu.
Krriiinngg.....! ( panggilan VideoCall )
Fitry menghentikan kegiatan makan nya dan langsung mengangkat sambungan Video dari Indra.
Di Indonesia sedang malam hari, dan di amerika pagi.
"Heiii Honey..." sapa fitry pada indra yang berada di sebrang sana.
"Heiii Doben, kau sedang berada di luar?" tanya indra karena melihat orang berlalu lalang.
"Iya Honey, aku sedang berada di cafe untuk makan Es Krim." sabut fitry tersenyum.
Dahi Indra berkerut, karena tangan fitry yang bergerak-gerak tak sengaja kamera mengarah pada David.
"Kamu sedang bersama siapa?" tanya indra.
"Ohh, ini?" fitry mengarahkan HP pada David yang duduk di sampingnya.
"Dia teman ku waktu kami masih sekolah SMA Honey, maaf aku lupa cerita pada mu, hehehe." jawab fitry senyum menampakkan deretan giginya.
"Ohh... Maaf sudah mengganggu kalian." sahut indra kesal. Dan langsung mematikan Sambungan Videonya.
Fitry mengerutkan dahinya. "Kenapa tiba-tiba mati?" gumam fitry dalam hati.
"Siapa? Pacar mu?" tanya David setelah fitry selesai menerima panggilan videocall dari indra.
"Iya, Bukan Pacar tapi calon suami. Hihihi." jawab fitry tertawa meringis.
"Calon suami? Apa kalian sudah bertunangan? Aku tidak melihat kau memakai cincin?" tanya david kepo.
"Kami memang belum bertunangan, tapi kami sudah memiliki rencana untuk menikah, dan ayah sudah memberikan lampu hijau pada kami." jelas fitry dan jangan lupakan senyum manisnya.
"Ooohh..." sahut david.
David nampak kecewa mendengar fitry sudah memiliki kekasih. Dia akan memberi tahu mami nia perihal ini.
Setelah selesai menikmati es krim, kini mereka berdua sudah berada dalam perjalanan pulang.
Kini mereka sudah sampai di apartemen fitry. David langsung mengeluarkan kursi roda yang ada di bagasi dan membantu fitry masuk ke apartemen.
"Kalian sudah pulang? Kenapa lama sekali? Apa macet?" tanya ibu eny pada david dan juga fitry.
"Tidak tante, tadi kami mampir makan es krim dulu. Hehehe" jawab david dengan tawa khas nya.
"Baiklah..." jawab ibu eny singkat.
"Kalau begitu, David pamit pulang tante, Permisi." tak lupa david mencium tangan ibu eny sebelum dia pulang.
Yakinlah, itu hanya akting.!
"Bu bantu aku mandi ya.?" titah fitry setelah david keluar dari pintu apartemen.
"Baiklah Anak ibu yang Cantik." ibu eny langsung mendorong kursi roda putrinya.
"Untung kecantikan ku menurun dari kakek, entah akan seperti apa wajah ku jika menuruni wajah ibu. Hahahaha" canda fitry menggoda ibu eny.
"Eh, dasar anak gak ada akhlak, kalau bukan ibu yang brojolin kamu, kamu mau keluar lewat mana?" omel ibu sambil mencubit kedua pipi putrinya itu.
"Awwhh... Ibu sakiitt.." ringin fitry memegang pipinya.
"makanya jangan macam-macam pada Ibu, kalau tidak ingin ibu menggelitiki mu!" ucap ibu yang langsung menggelitik perut putrinya, hingga fitry tertawa terbahak-bahak minta ampun!
"Hahahaha... Ibu Hentikan, Ampuni Aku Ratu sejagat, hahahah!"ucap fitry meminta ampun pada ibu eny yang terus menggelitiki perutnya.
akhirnya ibu eny menghentikan gelitikan itu dan langsung memeluk putrinya dengan sayang.
"Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa kamu sudah dewasa nak... Ibu menyayangi mu." ucap ibu eny membuat suasana menjadi sendu.
"Aku juga menyayangi Ibu, Ibu adalah segalanya untuk ku, Ayah juga."senyum fitry membalas ungkapan cinta ibu eny.
"Jika bisa, Ibu mau menggantikan mu duduk di kursi roda ini. Ibu tidak sanggup melihat mu tersiksa akan keadaan ini Nak, maafkan Ibu yang tidak bisa menjaga mu." kini ibu eny melepaskan pelukannya dan menangkup wajah cantik putrinya membelai lembut pipi gadis itu dengan jempol tangannya.
"Ibu, ini semua sudah menjadi Takdir dari Tuhan untuk ku. Ibu jangan menyalahkan diri sediri. Fitry yang harus nya minta maaf karena belum bisa membanggakan Ibu hingga saat ini." kini fitry ikut menangis.
"Ibu sudah bangga pada mu karena keikhlasan mu menjalani Takdir Tuhan dengan baik, melihat mu tersenyum Ibu sudah bahagia Sayang, semoga Indra bisa membahagiakan mu lebih dari Ibu atau Ayah membahagiakan mu saat ini." ucap ibu penuh harap menatap tajam netra putrinya.
"Ammiinnn... Terimakasi Ibu, Doakan kami selalu Ibu. dan semoga ibu dan Ayah panjang umur, menemani ku hingga aku menikah dan memiliki Anak. Aku akan membuatkan banyak cucu untuk Ibu dan Ayah, agar kalian kerepotan mengurus cucu kalian." jawab fitry yang masih menangis yang di selipkan dengan canda tawa.
"Ibu Berjanji akan menemani mu selalu sayang. Ibu janji." ucap ibu eny memeluk kembali putrinya dengan terisak.
Kasih sayang seorang Ibu memang tiada batas. Semoga Tuhan memberikan umur yang panjang untuk ibu eny dan ayah yudi.