
_4 Bulan kemudian.
Kini perut fitry sudah nampak membuncit, karena dia mengandung 2 janin sekaligus, jadi ukuran perutnya jauh lebih besar di banding dengam kehamilan pada umumnya.
Indra mengulas senyum sambil mengusap perut istrinya. Dia berjongkok untuk mengajak baby twins itu mengobrol.
"Baby Twins, apa kabar anak Daddy? Jangan nakal-nakal ya di dalam sana, kasian mommy nanti kesakitan. Daddy berangkat kerja dulu, kalian jagain mommy ya? Daddy menyayangi kalian." ucap indra sambil mencium perut buncit istrinya.
"Iya Daddy, kamiakan menjaga mommy, daddy semangat kerjanya ya?" seru fitry menirukan suara anak kecil.
Indra beranjak dan berdiri menegakkan tubuhnya.
"Doben, aku berangkat dulu ya?" pamit indra seraya mengecup bibir istrinya singkat.
Fitry mengangguk dan tersenyum. "Hati-hati Honey".
"baik ibu Negara, I Love you" ucap indra sambil melangkah menuju mobil.
"I Love you more" teriak fitry sambil melambaikan tangannya pada sang suami.
Fitry tersenyum melihat mobil yang di tumpanginya sudah menjauh dari area parkir rumah mereka.
"Terimakasih Atas segala Nikmat mu Tuhan," fitry mengucap syukur seraya berjalan masuk ke dalam rumah.
Indra sudah tidak lagi mengidam parah seperti dulu, sekarang gantian fitry yang selalu mengidam aneh-aneh.
Semua orang selalu di repotkan oleh ngidam nya. Seperti saat ini, Dia mengidam ingin makan Ketoprak di campur Es Krim.
Fitry langsung menelpon Ayah Yudi meminta nya untuk mencarikan ketoprak.
"Halo ayah, ayah aku ingin sekali makan ketoprak pakai es krim, apa ayah bisa mencarinya untuk ku?" ucap fitry pura-pura memelas pada ayah yudi.
"Ya baiklah, ayaha akan carikan." ucap ayah menutup sambungan telponya, menarik nafas panjang dan membuang nya kasar.
"Kenapa Yah? Fitry mengidam aneh-aneh lagi?" tanya ibu eny dengan menahan tawa.
"Iya, putri mu itu menyusahkan ku saja, sperti ibu nya dulu waktu ngidam. Masa minta ketoprak pakai es krim? bayangkan seperti apa rasanya?" ucap ayah kesal.
Dengan langkah Gontai ayah berjalan menuju mobil dan mencari pedagang ketoprak. Ayah Yudi menghentikan mobilnya setelah menemukan pedagang ketoprak.
"Bang, ketopraknya satu jangan pedas." Ayah Yudi langsung memesan ketoprak untuk sang putri.
beberapa saat, ketoprak itu sudah ada di tangan ayah yudi. Tak ingin berlama lama lagi, dia langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah putriny, tidak lupa mampir untuk membeli eskrim terlebih dahulu.
Setelah keinginan putrinya sudah berhasil dia dapatkan, dia langsung menemui fitry.
"Sayaang... Ini pesanan kamu." teriak ayah masuk ke dalam rumah anak dan menantunya.
"Ah, akhirnya datang juga, fitry sudah menunggu nya lama." ucap fitry langsung mengambil kantong kresek dari tangan ayahnya.
Fitry mengambil piring dan menuang ketopraknya, tidak lupa dia membuka kotak berisi eskrim itu. Fitry memakan ketoprak dan eskrim bergantian. Namun baru satu suapan, fitry menghentikan makannya.
"Kenapa?" tanya ayah yudi saat putrinya berhenti makan.
"aku sudah mencicipinya, sekarang aku ingin ayah yang melanjutkan makan." pinta fitry dengan senyum mengembang.
"Ayah tidak mau, pati rasanya aneh sayang" tolak ayah yudi menutup mulutnya ingin muntah.
"Baby twins, maafin Opa kalian ya? Kalau nanti kalian ileran, salahkan saja opa kalian. Hiks" ucap fitry mendramatisir agar ayahnya mau menuruti pintanya.
"Astaga, baiklah... Opa akan memakanya, tapi jangan ileran ya kesayangan Opa? Masa cucu sultan ileran? Okey baby twins?" ucap ayah yudi sambil mengelus perut buncit putrinya.
"Yeaayyy... Baik Opa, kami sayang sama Opa," jawab fitry menirukan suara anak kecil.
Ayah Yudi menghela nafas kasar,
"Astagaa... Apa salah ku Tuhan," gumam Ayah Yudi sambil menyuap makanan aneh itu.
susah payah Ayah Yudi menelannya. Satu suapan berhasil, namun saat suapan kedua, Ayah Yudi langsung berlari menuju wastafel untuk mengeluarkan isi perutnya.
"hahahaha... Ayaahh..." teriak fitry sambil meneriaki Ayah Yudi.
Putrinya itu benar-benar jail. Suka sekali mengerjai orang tua.