Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 3 Visual




Chelsea Olivia as Fitry Hartawan



Cemal Faruk as Anthonius Indra Manek


semoga suka sama visual nya yah guys...๐Ÿ˜


kenapa artis indo? Karna author gak terlalu kenal sama artis Luar Negri๐Ÿ˜…


_Di Resto Mamamia


Dengan dres selutut berwarna soft pink, Dan juga rambut yang di biarkan tergerai dengan jepit rambut pita berwarna soft pink juga senada warna dres nya, Fitry terlihat begitu cantik, imut dan menggemaskan. Di usianya yang umur 22th terlihat seperti gadis kecil yang lucu dengan senyum yang manis dan lesung pipi di wajah nya membuat semua orang yang melihatnya langsung jatuh cinta.


Fitry yang kesal karna sedari tadi menunggu Indra tidak kunjung datang padahal sudah hampin jam 9, dan sebentar lagi resto akan tutup,"itu cowok kok ga dateng-dateng ya? Apa dia gak dengar ucapan gua tadi?" fitry yang tampak menerka-nerka hanya bisa menghela nafas beratnya dan memutuskan untuk menunggu 5 menit lagi.


.


.


_Di tempat lain tepatnya di Sebuah Pabrik Meuble terbesar di jakarta, tempat Indra bekerja.


indra yang sedari tadi gelisah karna memikirkan ajakan dari gadis yang baru saja di kenalnya tadi pagi, hingga tak bisa fokus pada pekerjaannya.


"apa bener tu cewek ngajakin gua ke Resto cuma demi menebus kesalahan karna gak sengaja nabrak gua? Kayanya gak mungkin deh cewek secantik dia nagjakin gua makan di resto mahal, emang Gua siapa?!" Indra yang berfikir itu adalah kemustahilan akhirnya melanjutkan pekerjaannya. Ya... Indra adalah mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, karena kondisi ekonomi orang tuanya yang sudah bangkrut akibat di tipu oleh rekan kerja Ayahnya sendiri. Dan karna tak ingin putus kuliah karna sudah semester 6 dan sebentar lagi akan lulus kuliah, dengan terpaksa dia bekerja untuk membiaya kuliahnya. Karna tidak mungkin jika orang tuanya yang harus membiayainya, Karna mereka sekarang hidup pas-pas an.


Dan akhirnya jam kerja pun usai, tepat jam 9 malam.


Indra yang masih saja memikirkan Gadis yang baru saja dikenalnya tadi pagi langsung memutuskan untuk ke Resto tempat yang di janjikan gadis itu. Dengan mengendarai motor matic, indra melajukan motornya membelah jalan raya.


setelah menempuh perjalanan 15menit akhirnya Indra sampai di Resto Mamamia. Dia mengedarkan pandangannya mencari gadis yang mengajaknya bertemu di tempat itu. Melihat Resto yang sudah tutup dan sepi, "Mana mungkin gadis itu menunggu," gumam indra dalam hati. Indra yang memutuskan untuk pulang namun langkahnya di tahan oleh seseorang.


"Mau kemana Lu?!" Ketus Fitry dengan tangan yang di rentangkan untuk menahan kepergian Indra.


"kenapa datang terlambat? Ini sudah jam 9 lebih Lu baru dateng, gua sampe di usir dari resto gara-gara nunggu Lu...." dan bla bla bla bla. Fitry yang ngomel tanpa henti langsung di bekap Indra menggunakan tangannya.


"eemmpptthh..." teriak fitry yang tertahan tangan indra.


setelah Fitry diam, akhirnya Indra melepaskan tanganya dari mulut Gadis berisik itu.


"ikut Gua," Perintah Indra pada fitry


"kemana?" ketus Fitry yang masih kesal dengan Indra


"Udah Naik aja!" perintah indra menyuruh fitry untuk naik ke motor matic nya.


Fitry yang penasaran akan di ajak kemana sama Pria menyebalkan itu, akhirnya menuruti perintah untuk naik ke motor. Fitry yang memakai dres memetuskan duduk menghadap samping. tak lama kemudian Indra melajukan motornya menuju ke tempat makan yang ada di pinggir jalan.


setelah sampai di tempat PECEL LELE, Indra memarkirkan motornya dan menyuruh gadis itu turun.


"Turun,!" perintah indra sembari melepas helm yang di kenakan olehnya.


Fitry yang heran kenapa di ajak ke tempat pecel lele itu hanya menuruti perintah dari Pria menyebalkan itu.


mereka berdua masuk ke warung tenda tersebut. Fitry yang merasa aneh karna ini pertama kalinya dia masuk warung tenda yang menurutnya Bau amis itu langsung putar balik ingin keluar. Namun langkahnya tahan oleh indra. Dengan menarik pergelangan tangan Fitry, Indra yang sudah tau jika Gadis itu tidak suka dengan tempat makan tersebut akhirnya memaksa gadis itu untuk tetap duduk di sampingnya.


"Duduk, katanya mau traktir gua?" ucap Indra yang masih mengenggam pergelangan tangan gadis berisik itu.


"Tapi ini Bau,! Gua gak Suka,! Kita pindah aja yah?" ucap Fitry seraya menatap Indra dengan tatapan memohon.


"Gak mau, Lu yang bilang mau teraktir yah harus turutin permintaan gua lah,!" ucap indra pada fitry yang masih saja cemberut karena nya.


"okey.. Okey.. Serah Lu deh,!" pasrah fitry yang akhirnya menuruti permintaan Indra.


"Bang, pecel Lele satu sama pecel ayam satu yah, minum nya es jeruk dua,"


Setelah pesanan datang indra yang lapar langsung menyantap makanan yang ada di depannya. Melihat fitry yang hanya diam tanpa menyentuh pecel ayam yang di pesan olehnya akhirnya mengeluarkan suara memecah keheningan.


"Di makan, Bukan di liatin,! Itu cuma ayam goreng, gak bakal bikin perut Lu sakit,!" ucap indra pada fitry.


"iyaa Gua makan,! Tapi kalo gua kenapa napa Lu tanggung jawab,!" ucap fitry dengan menatap tajam pada Pria menyebalkan disampingnya. Indra yang mendengar ocehan gadis itu hanya memutar bola matanya malas.


Satu suap


Dua suap


tiga suap


Fitry yang awalnya ragu dengan makanan yang ada di depannya, kini mala sudah menghabiskan makanan itu sampai tak tersisa.


"Aaahhh... Kenyanngg..." fitry yang merasa perutnya kenyang tersenyum puas.


Indra yang melihat ekspresi fitry yang lucu hanya menggelengkan kepalanya dengan dua sudut bibir yang melengkung keatas.


Setelah selesai dengan urusan perut. Mereka memutuskan untuk pulang, Indra yang akan mengantar Fitry pulang karna tadi supir yang mengantar fitry di suruh pulang duluan karna menunggu Indra yang lama datang.


Namun Fitry yang tak pernah naik motor, akhirnya mengajak Indra untuk muter-muter kota jakarta sebentar. Menikmati angin malam yang menyapu wajah cantik Fitry. Fitry merasa senang karena bisa menikmati lampu kelap kelip kota jakarta, kota yang padat penduduknya. Indra yang melihat wajah Fitry dari kaca sepion hanya tersenyum melihat gadis berisik itu.


di sepanjang perjalanan, Fitry melihat taman kota yang sepertinya masih ada beberapa orang disana, akhirnya meminta Indra untuk berhenti dan singgah sejenak di taman itu.


"Heii... Berhenti, Gua mau ke Taman itu, Boleh ya?" teriak fitry dari jok belakang.


tanpa menjawab Indra langsung mengarahkan motornya ke arah Taman dan setelah sampai, Dia memarkirkan motornya.


Fitry yang tidak sabar ingin segera ke Taman, tanpa sadar menarik lengan pria menyebalkan itu, Seperti anak kecil yang senang melihat taman bermain.


"Ayoo.. Gua pengen naik ayunan itu,!" celoteh fitry sambil menunjuk ke arah ayunan yang ada di taman itu dengan tidak sabar.


Indra yang memang irit bicara hanya diam saja namun selalu menuruti permintaan gadis itu. Entah kenapa Indra merasa ingin selalu melihat gadis itu tersenyum, padahal ini baru kedua kalinya mereka bertemu. Entahlah mungkin karna Indra yang punya adik perempuan dirumah, menganggap Fitry seperti adik perempuannya sendiri.


Setelah bermain ayunan, Indra yang melihat ada penjual es krim akhirnya memutuskan untuk membeli es krim untuknya dan juga untuk gadis berisik itu. "Tunggu disini sebentar,!" ucap indra pada fitry yang masih asik bermain ayunan. Fitry yang sibuk dengan ayunan nya hanya diam saja tidak bergeming.


Indra yang sudah mendapatkan 2 Es Krim kembali berjalan menuju ke tempat ayunan tadi.


"Niih, Es Krim.!" ucap indra pada gadis berisik itu sembari menyodorkan es krim padanya.


fitry yang melihat es krim kacang favoritnya langsung menghentikan mainya.


"Yeeeeaayy... Es Krim kacang,! Terimakasih.." sahut fitry yang menerima es krim dari pria menyebalkan itu.


Disela makan es krim, mereka yang masih duduk di atas ayunan menyelipakan obrolan.


"Kenapa Lu tadi dateng telat,?" Tanya fitry pada indra tanpa menatap pria disampingnya.


"Tadi Gua belum pulang kerja."jawab indra singkat.


"Lu kerja Sambil kuliah?" tanya fitry yang masih asik dengan es krim di tangannya.


"yaah.. Gua terpaksa kerja Part time biar bisa bayar kuliah, tadinya gua mau berhenti kuliah setelah orang tua gua bangkrut karna di tipu oleh rekan kerjanya, tapi gua pikir.. di jaman sekarang cari kerja susah, apa lagi cuma ijazah SMA, yah seenggaknya kalau gua S1 mungkin gua akan mudah dapat pekerjaan." jelas indra panjang lebar.


Fitry yang mendengar penjelasan indra akhirnya diam. Dia menatap kagum pria itu, bisa melakukan 2 hal dalam satu waktu. Pria itu terlihat lelah, namun semngatnya membuat dia tak pernah menyerah.


karena keserakahan manusia egois, akhirnya banyak manusia lain yang menderita. Menipu teman sendiri, tertawa di atas penderitaan orang lain. Perbuatan yang sangat jahat.


Setelah puas bermain akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Indra yang mengantar Fitry sampai di kediaman keluarga Hartawan langsung pergi untuk pulang. selain sudah malam, dia juga merasa lelah dan ingin segera istirahat.