Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 17



Pagi menjelang, kini David sudah berada di apartemen keluarga Hartawan. hari ini david yang akan mengantar Fitry untuk terapi, ibu eny tidak ikut.


"Sudah siap?" tanya david pada fitry.


fitry mengangguk mengiyakan.


"Okey, Let's Go.!" sahut david.


"Bu kami pergi ke rumah sakit dulu." pamit fitry pada ibu eny.


"Iya, kalian hati-hati ya..?" jawab ibu senyum.


"Pergi dulu tante." david menjabat tangan ibu eny dan mencium punggung tangan itu. Fitry juga melakukan hal yang sama.


Ibu eny mengantar mereka sampai pintu apartemen.


mereka sudah berada di dalam mobil. David melajukan mobilnya membelah jalanan kota amerika.


mereka mengobrol ringan dan sesekali bercanda mengingat kenangan masa sekolah dulu.


20 menit berlalu, kini mereka telah sampai di Rumah sakit. David membantu fitry untuk turun dari mobil, David sengaja tidak menurunkan kursi roda fitry. Dia akan menggendong gadis itu masuk ke dalam rumah sakit.


setelah mereka turun dari mobil, David langsung menggendong fitry ala bridal style.


"David, kursi rodanya mana?" tanya fitry yang tidak melihat kursi rodanya.


"Tidak perlu, aku akan menggendong mu sampai tempat terapi." jawab David dengan senyum manis melihat gadis yang sedang dia gendong.


"Aku tidak mau david, aku malu di lihat banyak orang." ucap fitry menolak.


"Sudah tidak usah pedulikan orang lain, tutup saja matamu jika takut di lihat banyak orang. Hehehe." sahut david tertawa sambil terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam Rumah sakit.


"David kau benar-benar menyebalkan." gerutu fitry kesal pada david.


"Diam bisa tidak? apa mau ku cium biar mulut mu itu tidak cuap-cuap terus? Hahaha." jawab david menggoda gadis itu.


Setelah sampai ruangan terapi. David langsung mendudukan fitry di atas brankar untuk di periksa oleh dokter.


setelah proses pemeriksaan, fitry langsung melakukan terapi dengan alat medis yang sudah di sediakan.


Fitry di suruh untuk belajar berdiri sendiri. Fitry meringis menahan sakit pada kakinya, Namun dia tetap berusaha untuk berdiri.


David selalu di dekatnya. Saat dia akan jatuh david langsung menangkap tubuh, mata mereka saling beradu. Ada rasa berdebar di hati keduanya.


Selama ini mereka dekat karena memang berteman, tanpa sentuhan fisik yang berarti. Namun saat ini, mereka sudah sama-sama dewasa, ada yang berbeda dengan perasaan masing-masing.


Setelah beberapa menit mereka adu tatap, kesadaran mereka sudah kembali. David langsung menggendong fitry, mendudukan nya di kursi yang sudah di sediakan di ruangan itu.


"Bagaimana Dok? Apa ada kemajuan?" tanya david pada dokter. Pastinya dengan bahasa inggris.


"Pengobatan untuk pasien lumpuh memang memakan waktu yang lama, jadi harus bersabar untuk mendapatkan hasil maksimal. Yang penting obatnya harus selalu di minum, karena dapat mengobati saraf-saraf yang mati." jelas dokter panjang lebar.


Setelah selesai terapi mereka tidak langsung pulang. David mengajak Fitry untuk makan Es Krim di sebuah Cafe. Selama bepergian david akan menggendong gadis itu.


Jangan tanya kenapa david melakukannya? Karena itu adalah salah satu strategi untuk meluluhkan hati fitry. Entah apa tujuan pria itu, tidak ada yang tahu.


Kini mereka tiba di Cafe, Fitry yang di gendong kesana kemari hanya menurut saja, dari pada harus berdebat dengan david, karena dia tidak akan menang dari pria itu.


David mendudukan Fitry di Sofa Cafe, setelah fitry duduk nyaman, dia baru ikut duduk namun di samping gadis itu.


Jujur saja fitry risih karena banyak yang melihat dirinya. Entah karena kekurangan nya, atau karena kecantikannya?


Meskipun gadis itu lumpuh, namun kecantikannya bisa membuat gadis lain Iri melihatnya. Yah, maklum saja keturunan Korea, kulitnya yang putih mulus tanpa cela dan matanya yang agak sipit, lesung pipi dan gigi gingsul membuat Fitry nyaris sempurna.


Author pun Iri dengan kecantikan Fitry, hehehehe.!😁


Semangatin Author dong... Kasih Like yang banyak buat author. Love you readers!!😘