Doben, I Love You

Doben, I Love You
Episode 37



Hari-Hari berlalu... minggu bergangti dengan bulan.


Fitry di sibukan dengan pekerjaanya di perusahaan Ayah Yudi. Dia mulai belajar menjadi pemimpin.


Bukan hal yang sulit karena otak fitry yang melebihi rata-rata dengan mudah mempelajari semuanya.


kini dia sedang berada di ruangan Presdir bersama dengan Ayah Yudi. Fitry menghentikan pekerjaanya, berjalan mendekat pada Ayah Yudi yang sedang duduk di sofa yang tersedia di ruangan presdir.


"Ayah... Boleh aku menanyakan sesuatu pada mu?" ucap fitry membuka obrolan.


Ayah Yudi yang sedari tadi sibuk dengan ipad, kini dia menyimpan ipad nya berpindah fokus pada putrinya.


"kenapa sayang? Apa ada masalah?" tanya ayah yudi seolah paham dengan isi hati putrinya.


Fitry menghela nafas beratnya.


"Ayah, orang tua Indra menginginkan aku untuk pindah keyakinan agar bisa menikah dengan nya. dan mereka tidak akan memberikan restunya jika aku tidak bersedia pindah agama." ucap fitry sendu, saat ini dia menyandarkan kepalanya di bahu sang Ayah.


Ayah Yudi membelai lembut rambut sang putri.


"Sayang, putri Ayah satu-satunya, apa kamu benar-benar yakin dengan pilihan mu nak?


Jika memang kamu akan bahagia hidup bersama dengan Indra, Ayah tidak akan menghalangi mu untuk bersamanya.


Jujur saja, Ayah keberatan jika kamu harus pindah Agama, tapi Ayah akan mengalah untuk mu sayang.


Kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan Hidup mu sendiri.


Jika memang ini adalah cara satu-satunya agar kamu bahagia, Lakukanlah...


Anggap saja, ini adalah salah satu pengorbanan ayah untuk putri Ayah satu-satunya."


Fitry mengangkat kepalanya dan menatap haru pada Ayah Yudi. gadis itu menangis sambil memeluk sang Ayah.


"Ayah adalah Ayah terbaik yang pernah ada, terimakasih Ayah, aku mencintai Ayah." ucap fitry berbinar dan langsung menghujani ciuman pada wajah sang Ayah.


Sang Ayah tertawa terbahak bahak akan hal itu.


Fitry benar-benar bersyukur memiliki seorang Ayah sperti Ayah Yudi. beliau tidak pernah egois. Dan selalu mengutamakan kebahagiaan sang Anak.


.


.


_Di kediaman Hartawan


Kini Indra sudah duduk berhadapan dengan kedua orang tua Fitry.


Ibu Eny sudah mengetahui akan hal ini, dia hanya bisa mengikuti kata suaminya saja. Tak banyak berkomentar tentang hal ini, karena apa yang di ucapkan oleh suaminya adalah perintah yang harus di lakukan.


"Ayah tidak akan berbasa basi lagi Indra, jika memang ini adalah keputusan yang terbaik bagi kalian, Ayah akan menyetujui persyaratan yang orang tua mu berikan. Anggap saja ini adalah suatu pengorbanan yang Ayah lakukan untuk kebahagiaan putri Ayah. Dengan ini ayah minta pada mu, jangan pernah sakiti Anak Ayah sampai kapan pun. Jika itu terjadi maka Ayah tidak akan segan-segan memberikan hukuman pada mu." jelas Ayah Yudi penuh penekanan. Raut wajahnya sangat serius. Hingga membuat suasana jadi tegang.


"Baik Ayah, Indra berjanji tidak akan menyakiti putri Ayah sampai kapan pun. Terimakasih atas pengorbanan Yang Ayah lakukan demi Kami. dan kami akan membantu proses pembaptisan untuk Fitry." jawab indra dengan nada lembut dan dengan wajah yang sama-sama serius.


"Baiklah... segera lakukan proses pembapitisan, sebelum Ayah berubah Fikiran. Ayah percaya penuh pada mu Indra, jangan kecewakan Ayah dan juga Ibu." sahut Ayah yudi kembali.


"Indra tidak akan mengecewakan Ayah Dan Ibu dan Kamu Doben. Kalian bisa mempercayaiku." ucap indra penuh penekanan.


Jujur, Fitry merasa gugup saat ini. Apa lagi melihat Ayahnya yang mati-matian berkorban untuknya hanya demi membuat gadis itu bahagia.


Indra mengenggam tangan fitry erat


"Jangan Takut, kita hadapi sama-sama" ucap indra pada fitry dengan senyum lembut. Fitry mengangguk pelan, dadanya berdegup kencang seperti genderang perang


"Nanti aku akan mengabari mu saat persiapan sudah siap, sekarang aku harus pulang untuk memberitahu Ayah dan Mama tentang berita gembira ini." Indra mengecup dahi fitry dan langsung pergi meninggalkan kediaman Hartawan.


Tak lupa ia juga berpamitan pada Ayah Yudi dan juga Ibu Eny, dia mencium tangan keduanya bergantian.


Ayah Yudi menepuk pelan pundak Indra, seolah memberikan kepercayaan penuh pada pria itu.


Indra pun tersenyum penuh kelembutan membalas tatapan sendu Ayah.


Indra sangat senang karena sudah mengantongi restu dari dua belah pihak keluarga.


Semoga ini Akhir dari segala ujian cinta mereka.